Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install

Kapolda Jabar Perintahkan Polres-Polsek Tindak Tegas Pelaku Begal!

Kapolda Jabar Perintahkan Polres-Polsek Tindak Tegas Pelaku Begal!
Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kapolda Jabar Irjen Pol Pipit Rismanto memerintahkan seluruh jajaran Polres hingga Polsek menindak tegas pelaku begal dengan tetap menghormati hak asasi manusia dan asas praduga tak bersalah.
  • Pipit menegaskan tindakan tegas bukan berarti represif, melainkan penegakan hukum yang terukur dan proporsional sesuai tingkat ancaman serta situasi di lapangan.
  • Polda Jabar menjadikan pemberantasan begal sebagai prioritas utama, mengajak kolaborasi antara kepolisian, pemangku kepentingan, dan masyarakat untuk menjaga keamanan Jawa Barat secara responsif dan bersama-sama.
This section summary was AI-assisted and reviewed by our editorial team.
Share Article

Bandung, IDN Times - Kapolda Jawa Barat Irjen Pipit Rismanto menegaskan akan menindak tegas para pelaku begal yang bersaksi di wilayahnya. Dia juga memerintahkan seluruh jajaran kepolisian dari Polres hingga Polsek bisa ikut menindak langsung aksi begal tersebut.

Meski begitu, Pipit meminta penindakan yang dilakukan harus tetep menghormati hak asasi manusia. Artinya, tetap dengan koridor penindakan sesuai yang ada dalam kepolisian, dan mengedepankan asas praduga tak bersalah.

"Saya perintahkan anggota untuk melakukan tindakan tegas dan terukur. Namun kepolisian juga harus menghormati hak asasi setiap orang," kata Pipit, Sabtu (18/7/2026).

1. Penindakan harus tetap utamakan asas praduga tak bersalah

Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)
Ilustrasi begal (IDN Times/Mardya Shakti)

Dia mendorong agar jajaran kepolisian di Polres hingga Polsek bisa jeli saat menangani kasus Begal. Jangan sampai, terjadi kesalahan yang berujung salah tangkap dan juga persoalan lainnya. Sehingga, dia minta agar seluruh jajarannya berhati-hati dalam bertugas.

"Setiap tindakan harus dilakukan secara hati-hati dan tetap mengedepankan asas praduga tak bersalah. Apakah seseorang benar pelaku begal atau bukan, tidak bisa serta-merta disimpulkan begitu saja. Karena itu tindakan harus benar-benar proporsional," ujarnya.

Lebih lanjut, Pipit menegaskan, tindakan tegas yang dimaksud bukan semata-mata tindakan represif, melainkan penegakan hukum yang disesuaikan dengan tingkat ancaman di lapangan.

"Yang kami maksud bukan sekadar tembak di tempat, melainkan tindakan tegas yang terukur dan proporsional sesuai tingkat ancaman serta situasi dan kondisi di lapangan," katanya.

2. Begal paling banyak dikeluhkan masyarakat Jabar

Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)
Ilustrasi Begal. (IDN Times/Aditya Pratama)

Sebelumnya, Pipit mengatakan, pemberantasan aksi begal menjadi salah satu prioritas utama Polda Jabar. Bahkan, dia sudah melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat sebelum mulai bertugas di Jabar.

Adapun persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat dari riset tersebut adalah maraknya aksi begal. Karena itu, Polda Jabar langsung mengumpulkan seluruh fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat serta jajaran terkait untuk menyusun langkah penanggulangan.

"Sebelum masuk ke Jawa Barat, alhamdulillah kami juga mencari informasi dengan melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah maraknya begal. Ini menjadi komitmen kami," kata Pipit.

3. Ajak semua pihak menjaga kondusivitas Jabar

Ilustrasi Begal. IDN Times/ Bramanta Pamungkas
Ilustrasi Begal. IDN Times/ Bramanta Pamungkas

Dia menegaskan, penanganan begal tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, melainkan perlu adanya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan hingga masyarakat agar kejahatan jalanan dapat ditekan.

"Untuk itu saya mengajak semuanya, mari kita lakukan penanggulangan maraknya begal secara bersama-sama. Ada prinsip responsif dan kolaboratif. Kolaborasi bukan hanya antara kepolisian dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat," kata dia.

Sebelumnya, Pipit turut memimpin Apel Gelar Bhabinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas di Lapangan Apel Mapolda Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Dalam apel bertema Bersama Kita Jaga dan Rawat Jawa Barat Istimewa, dia mengajak seluruh personel Bhabinkamtibmas dan elemen masyarakat memperkuat kolaborasi menjaga keamanan di tengah tantangan yang semakin kompleks.

"Stabilitas keamanan Jawa Barat bukan hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu fondasi stabilitas nasional," ujar Pipit.

Share Article
Editorial Team

Latest News Jawa Barat

See More