Marak Begal di Jabar, Kapolda Pipit Minta Semua Pihak Bergerak

- Kapolda Jawa Barat Irjen Pol. Pipit Rismanto menegaskan pemberantasan aksi begal menjadi prioritas utama, setelah riset menunjukkan maraknya kejahatan jalanan sebagai keluhan terbesar masyarakat.
- Pipit mengajak seluruh pemangku kepentingan dan masyarakat berkolaborasi menekan tindak kriminal, menekankan prinsip responsif dan kolaboratif agar keamanan wilayah dapat terjaga secara menyeluruh.
- Dalam apel Bhabinkamtibmas, Pipit menyoroti kompleksitas tantangan kamtibmas di era digital dan meminta personel Polri memperbarui pendekatan agar mampu menjaga stabilitas Jawa Barat yang strategis bagi nasional.
Bandung, IDN Times - Kasus tindak pidana kriminal, begal saat ini tengah marak di wilayah Jawa Barat. Mulai dari Kota Bandung hingga beberapa daerah lainnya turut dirasakan langsung oleh masyarakat. Hal ini menjadi perhatian Kapolda Jawa Barat yang baru, Irjen Pipit Rismanto.
Pipit mengatakan, pemberantasan aksi begal menjadi salah satu prioritas utama jajarannya. Bahkan, dia sudah melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat sebelum mulai bertugas di Jabar.
Adapun persoalan yang paling banyak dikeluhkan masyarakat adalah maraknya aksi begal. Karena itu, Polda Jabar langsung mengumpulkan seluruh fungsi keamanan dan ketertiban masyarakat serta jajaran terkait untuk menyusun langkah penanggulangan.
"Sebelum masuk ke Jawa Barat, alhamdulillah kami juga mencari informasi dengan melakukan riset dan survei terkait harapan masyarakat. Salah satu yang paling banyak disampaikan adalah maraknya begal. Ini menjadi komitmen kami," kata Pipit, Sabtu (18/7/2026).
1. Ajak semua pihak berantas begal

Dia menegaskan, penanganan begal tidak bisa hanya mengandalkan kepolisian, melainkan perlu adanya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan hingga masyarakat agar kejahatan jalanan dapat ditekan.
"Untuk itu saya mengajak semuanya, mari kita lakukan penanggulangan maraknya begal secara bersama-sama. Ada prinsip responsif dan kolaboratif. Kolaborasi bukan hanya antara kepolisian dengan para pemangku kepentingan dan instansi terkait, tetapi juga dengan seluruh elemen masyarakat," kata dia.
Sebelumnya, Pipit turut memimpin Apel Gelar Bhabinkamtibmas dan Sabuk Kamtibmas di Lapangan Apel Mapolda Jawa Barat, Jumat (17/7/2026). Dalam apel bertema Bersama Kita Jaga dan Rawat Jawa Barat Istimewa, dia mengajak seluruh personel Bhabinkamtibmas dan elemen masyarakat memperkuat kolaborasi menjaga keamanan di tengah tantangan yang semakin kompleks.
"Stabilitas keamanan Jawa Barat bukan hanya penting bagi masyarakat, tetapi juga menjadi salah satu fondasi stabilitas nasional," ujar Pipit.
2. Polda Jabar kumpulkan semua Ormas ajak jaga kondusivitas Jabar

Pipit mengatakan, Jawa Barat memiliki karakteristik yang berbeda dibanding banyak provinsi lain. Selain menjadi daerah dengan jumlah penduduk terbesar, Jawa Barat juga merupakan pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pangan, pusat pendidikan, hingga tujuan investasi nasional.
Menurutnya, posisi strategis tersebut membuat keamanan di Jawa Barat harus terus dijaga. Sebab, setiap dinamika yang terjadi di wilayah ini berpotensi memengaruhi kondisi nasional.
"Jawa Barat merupakan salah satu provinsi dengan jumlah penduduk terbesar serta dinamika yang tinggi di Indonesia. Jawa Barat menjadi pusat pertumbuhan ekonomi, kawasan industri, sentra pangan, pusat pendidikan, tujuan investasi, sekaligus wilayah yang memiliki posisi strategis secara nasional," katanya.
3. Bhabinkamtibmas diminta bekerja secara maksimal

Pipit menilai tantangan menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) kini jauh lebih kompleks dibanding sebelumnya. Perubahan sosial yang cepat, perkembangan teknologi digital, tekanan ekonomi, bencana, konflik sosial, hingga tindak kriminalitas menjadi tantangan yang harus dihadapi aparat kepolisian.
Karena itu, ia meminta seluruh personel, khususnya Bhabinkamtibmas sebagai garda terdepan Polri di tengah masyarakat, tidak lagi mengandalkan pendekatan konvensional dalam menjalankan tugas.
"Perubahan sosial yang begitu cepat, perkembangan teknologi di ruang digital, tekanan ekonomi, bencana, konflik sosial, kriminalitas, serta berbagai permasalahan di tengah masyarakat menuntut kita untuk terus memperbaiki cara berpikir dan cara bertindak," ujarnya.
Menurut Pipit, Bhabinkamtibmas merupakan personel yang paling dekat dengan masyarakat sehingga menjadi pihak pertama yang mendengar sekaligus merespons berbagai persoalan di lingkungan.

















