Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Akademisi Unpad Sebut Proyek Panas Bumi di Jabar Aman untuk Lingkungan

Akademisi Unpad Sebut Proyek Panas Bumi di Jabar Aman untuk Lingkungan
Proyek Panas Bumi di Jabar Aman untuk Lingkungan. Dok Istimewa
Intinya Sih
  • Ahli Unpad menegaskan proyek panas bumi di Jawa Barat aman bagi lingkungan dan air tanah, serta mendukung target Net Zero Emission 2060 dengan energi bersih rendah emisi.
  • Pengeboran dilakukan sangat dalam dan memakai sistem closed-loop agar tidak mencemari air warga, sementara aktivitas geothermal dipantau digital selama 24 jam untuk menjaga keamanan operasi.
  • PLTP Kamojang, Wayang Windu, dan Patuha jadi contoh sukses pengelolaan energi panas bumi yang ramah lingkungan sekaligus memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Ahli vulkanologi dari Universitas Padjadjaran, Nana Sulaksana memastikan proyek panas bumi atau geothermal di Jawa Barat dirancang dengan sistem yang aman bagi lingkungan dan sumber air masyarakat.

Menurut Nana, pengembangan energi panas bumi menjadi langkah strategis untuk mendukung target Net Zero Emission 2060 sekaligus memenuhi kebutuhan energi bersih nasional. Jawa Barat sendiri disebut memiliki potensi panas bumi terbesar di Indonesia.

“Pemanfaatan panas bumi yang rendah emisi hadir sebagai solusi nyata untuk menjaga keseimbangan antara kebutuhan energi nasional dan kelestarian alam,” ujar Nana dalam keterangannya diterima IDN Times, Rabu (25/5/2026).

1. Pengeboran panas bumi tak ganggu suplai air warga

001 West Java IDN- Fauzan.jpg.jpeg
Proyek Panas Bumi di Jabar Aman untuk Lingkungan. Dok Istimewa

Nana menjelaskan, pengeboran panas bumi dilakukan sangat dalam, yakni pada kedalaman 1.500 hingga 3.000 meter di bawah permukaan tanah. Sementara sumber air masyarakat berada jauh lebih dangkal, sekitar 100 hingga 200 meter.

Karena itu, menurut dia, operasional geothermal tidak akan mencemari air tanah warga. Kedua zona tersebut dipisahkan secara alami oleh lapisan batuan kedap air atau cap rock.

“Air panas bumi tidak akan mengganggu atau mencemari sumber air warga,” katanya.

Ia menambahkan, seluruh fluida panas bumi yang digunakan juga akan dimasukkan kembali ke dalam tanah melalui sumur reinjeksi menggunakan sistem closed-loop system.

2. Aktivitas geothermal dipantau 24 Jam

Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daun.
Proyek Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Bukit Daun.

Nana mengatakan, proyek pembangkit listrik tenaga panas bumi (PLTP) menggunakan sistem perpipaan khusus dengan bukaan lahan yang minim. Teknologi ini berbeda dengan pertambangan terbuka yang memiliki dampak lingkungan lebih besar.

Selain itu, seluruh aktivitas geothermal juga dipantau menggunakan sistem pemantauan seismik digital selama 24 jam penuh. Sistem tersebut dipakai untuk mendeteksi getaran sekecil apa pun selama operasional berlangsung.

“Model pengelolaan yang aman dan ramah lingkungan seperti ini sudah terbukti sukses berjalan puluhan tahun di PLTP Kamojang,” ujar Nana.

3. Kamojang hingga Wayang Windu bisa jadi contoh

WhatsApp Image 2025-08-29 at 14.27.06.jpeg
Tampak Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) Kamojang dengan kapasitas 140 MW yang berlokasi di Kabupaten Bandung, Jawa Barat.. (Dok. PLN)

Nana menyebut sejumlah proyek panas bumi di Jawa Barat telah membuktikan bahwa pengembangan energi bersih bisa berjalan berdampingan dengan pelestarian lingkungan.

Salah satunya adalah PLTP Kamojang yang telah beroperasi sejak 1982. Kawasan tersebut juga menjalankan konservasi satwa endemik seperti Owa Jawa dan Elang Jawa serta program penanaman pohon.

Sementara itu, PLTP Wayang Windu disebut tetap beroperasi harmonis di kawasan Perkebunan Teh Malabar tanpa mengganggu aktivitas perkebunan maupun ekowisata.

Selain menghasilkan energi bersih, panas bumi juga dinilai memberi manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar. Hal itu diterapkan di PLTP Patuha melalui program pemanfaatan panas bumi langsung atau direct use.

Energi panas bumi dimanfaatkan untuk fasilitas pengeringan kopi dan pembinaan kelompok tani lokal sehingga membantu meningkatkan nilai tambah hasil pertanian warga.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More