Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Sapi Kurban di Sukabumi Ngamuk, Kabur ke Hutan

Sapi Kurban di Sukabumi Ngamuk, Kabur ke Hutan
Sapi kurban di Sukabumi ngamuk dan kabur ke hutan (dok Warga)
Intinya Sih
  • Sapi kurban asal Depok mengamuk dan kabur ke hutan Desa Mekarjaya sesaat setelah diturunkan dari truk, membuat warga melakukan pencarian hingga malam hari.
  • Keesokan harinya, berkat unggahan Facebook Kepala Desa, warga menemukan sapi tersebut di sekitar Sungai Cikari yang menjadi batas antara Desa Mekarjaya dan Kubangbandung.
  • Karena kondisi darurat dan lokasi sulit dijangkau, panitia serta warga memutuskan menyembelih sapi kurban itu langsung di tepi sungai demi keamanan bersama.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Sukabumi, IDN Times - Momen menjelang Hari Raya Iduladha di Desa Mekarjaya, Kecamatan Kabandungan, Kabupaten Sukabumi sempat diwarnai aksi kejar-kejaran yang menegangkan. Seekor sapi kurban berukuran besar mendadak mengamuk dan kabur ke area hutan dan semak-semak sesaat setelah diturunkan dari truk pengangkut.

Sempat hilang semalaman di kegelapan hutan, sapi tersebut akhirnya berhasil ditemukan warga keesokan harinya. Karena kondisinya yang dinilai darurat, panitia terpaksa menyembelih hewan kurban tersebut langsung di tepi sungai tempat ia bersembunyi.

1. Meloncat dari truk dan hilang semalaman

IMG-20250606-WA0056.jpg
Ilustrasi sapi kurban (dok.istimewa)

Peristiwa ini bermula ketika sapi kurban yang dikirim dari daerah Depok tiba di Desa Mekarjaya pada sore hari sebelum Lebaran. Namun, baru saja pintu truk dibuka dan hendak diturunkan di depan masjid, sapi tersebut mendadak stres, mengamuk, dan langsung melompat kabur.

Kepala Desa Mekarjaya, Soleh Komarudin, menceritakan bahwa warga dan panitia kurban sempat melakukan pengejaran hingga larut malam. Namun, karena kondisi medan yang gelap gulita, pencarian terpaksa dihentikan sementara.

"Kemarin sekitar jam 5 sore, pas dikirim dari Depok gitu. He-eh, pas mau diturunin, langsung loncat, lepas gitu. Terus ke kebun, ke hutan-hutan eh apa? Ke semak-semak. Nah, dikejar-kejar sampai jam 9 malam. Nggak sempat ketemu, itu karena gelap," ungkap Soleh Komarudin saat dikonfirmasi, Rabu (27/5/2026).

2. Ketemu di sungai batas desa

ilustrasi sapi (pexels.com/pripicart)
ilustrasi sapi (pexels.com/pripicart)

Pencarian pun dilanjutkan keesokan harinya, tepatnya setelah warga melaksanakan salat Iduladha. Menariknya, proses pencarian ini terbantu oleh kekuatan media sosial. Sang Kades berinisiatif mengunggah kabar lepasnya sapi tersebut ke Facebook, yang langsung direspons cepat oleh warga net yang melihat jejak sang sapi.

Berbekal laporan dari warga tersebut, tim gabungan langsung bergerak menyusuri area perbatasan desa. Sekitar pukul 09.00 WIB, sapi tersebut akhirnya berhasil diendus keberadaannya di dekat Sungai Cikari.

"Iya dari warga yang... Saya kan share di FB juga. Kemungkinan cenah di sini melihat jejaknya gini-gini makanya disusul gitu. Ditemukannya di sekitaran Sungai Cikari, eh tidak jauh. Jadi perbatasan antara Desa Mekarjaya dan Kubangbandung," jelas Soleh.

3. Kondisi darurat, akhirnya sapi disembelih di tepi sungai

IMG_4794.jpeg
Penyembelihan darurat sapi kurban yang ngamuk dan kabur ke hutan (dok warga)

Sapi kurban yang diketahui merupakan sumbangan dari seorang 'Hamba Allah' asal Jakarta untuk Yayasan Al-Kamilah ini diduga kuat mengamuk karena kaget dengan lingkungan baru dan merupakan ras sapi yang agresif.

Mengingat kondisi sapi yang masih liar dan lokasinya yang berada di dalam area sungai, panitia kurban dan warga sepakat untuk tidak mengambil risiko membawanya kembali ke masjid. Demi keamanan, proses penyembelihan pun dilakukan secara darurat di lokasi penemuan.

"Memang sapinya sapi ini, kayaknya ras-ras lain gitu (makanya ngamuk). Sudah ketemu dan disembelih di tempat begitu karena darurat. Oh, enggak, enggak ada kendala alhamdulillah, bersama-sama gitu alhamdulillah. Aman saja," pungkasnya.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More