Pelatihan Diri untuk Mitra Pengemudi Perempuan Makin Diperlukan

- Program NGERUMPI 2026 hadir di berbagai kota untuk membekali mitra pengemudi perempuan Grab dengan pelatihan self-defense, keselamatan berkendara, dan keterampilan penunjang kerja lapangan.
- Pelatih Dennis Laoh menekankan pentingnya kesadaran situasional bagi perempuan di jalan, termasuk kemampuan membaca tanda bahaya dan mengambil keputusan aman tanpa harus mengandalkan kekuatan fisik.
- Peserta merasakan manfaat besar dari pelatihan yang meningkatkan rasa percaya diri, memperkuat solidaritas komunitas, serta menyediakan ruang aman untuk berbagi pengalaman sesama mitra perempuan.
Bandung, IDN Times - Bekerja di ruang publik dengan mobilitas tinggi membuat mitra pengemudi perempuan Grab menghadapi tantangan yang tidak sedikit setiap harinya. Selain dituntut sigap dan profesional, mereka juga perlu memiliki rasa aman saat menjalankan aktivitas di jalan.
Kondisi tersebut mendorong hadirnya berbagai pelatihan yang tidak hanya berfokus pada kemampuan kerja, tetapi juga pengembangan diri dan perlindungan personal bagi perempuan yang bekerja di lapangan.
Melalui program NGERUMPI (Ngobrol Seputar Masalah Para Wiramudi) 2026, ratusan mitra pengemudi perempuan di berbagai kota mendapatkan pembekalan mulai dari pelatihan self-defense, edukasi keselamatan berkendara, hingga keterampilan penunjang lainnya.
Kegiatan ini digelar di sejumlah kota seperti Bandung, Bali, Malang, Sukabumi, Pontianak, dan Jakarta sebagai bagian dari upaya menciptakan ruang yang lebih aman dan suportif bagi mitra perempuan.
1. Pelatihan perlindungan diri jadi perhatian utama

Dalam rangkaian NGERUMPI 2026, salah satu sesi yang paling mendapat perhatian adalah pelatihan perlindungan diri bagi perempuan yang bekerja di jalan. Materi ini diberikan langsung oleh Dennis Laoh, Internationally Accredited Urban Self Protection Coach.
Pelatihan tersebut membahas berbagai teknik dasar menghadapi situasi darurat, meningkatkan kewaspadaan terhadap lingkungan sekitar, hingga cara merespons ancaman dengan tenang saat berkendara.
Rivana Mezaya, Director of Digital and Sustainability Grab Indonesia, mengatakan bahwa perempuan memiliki kontribusi penting dalam ekosistem transportasi digital yang terus berkembang di Asia Tenggara. “Melalui NGERUMPI, dukungan tersebut kami lengkapi dengan pelatihan self-defense agar para Mitra Pengemudi perempuan merasa lebih siap, percaya diri, dan didukung saat bekerja di lapangan,” ujar Rivana.
Saat ini, lebih dari 189 ribu mitra pengemudi perempuan telah bergabung dalam ekosistem Grab di Asia Tenggara. Selain pelatihan, perusahaan juga menghadirkan berbagai fitur keamanan seperti layanan bantuan 24 jam, perlindungan perjalanan, hingga fitur Prioritaskan Penumpang Perempuan.
2. Kesadaran situasional dinilai penting bagi perempuan di jalan

Dennis Laoh menjelaskan bahwa kemampuan perlindungan diri tidak selalu berkaitan dengan tindakan fisik, melainkan kemampuan membaca situasi sejak dini dan mengambil keputusan aman.
Menurutnya, perempuan yang bekerja di jalan perlu memahami batasan personal, mengenali tanda-tanda situasi berbahaya, serta mampu menjaga ketenangan saat menghadapi kondisi yang tidak diinginkan.
“Yang paling penting bukan soal melawan, melainkan bagaimana mengenali bahaya sejak dini dan keluar dari situasi itu dengan aman,” kata Dennis.
Ia menambahkan, pelatihan ini juga membantu peserta membangun rasa percaya diri dan kewaspadaan situasional yang dapat diterapkan dalam aktivitas sehari-hari saat berkendara maupun berinteraksi dengan penumpang.
3. Program komunitas disebut bantu bangun rasa percaya diri

Sejumlah peserta mengaku pelatihan tersebut memberikan pengalaman baru yang relevan dengan aktivitas mereka sehari-hari. Selain belajar teknik perlindungan diri, mereka juga mendapatkan ruang untuk berbagi pengalaman dengan sesama mitra perempuan.
Putri Herawati, salah seorang peserta NGERUMPI 2026, menilai pelatihan seperti ini membantu perempuan lebih siap menghadapi situasi tak terduga di jalan.
“Pelatihan ini membuat saya merasa lebih percaya diri dan didukung sebagai perempuan yang bekerja di lapangan,” ujar Putri.
Selain workshop perlindungan diri, program NGERUMPI juga menghadirkan kelas percakapan bahasa asing, penguatan keterampilan personal, dan edukasi keselamatan berkendara. Program ini rutin digelar sebagai wadah pengembangan kapasitas sekaligus ruang aman bagi mitra pengemudi perempuan untuk saling terhubung dan membangun dukungan komunitas.

















