Dedi Mulyadi: Operasi Jabar Manunggal Fokus di Lima Persoalan

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat membuat Operasi Jabar Manunggal untuk menyelesaikan lima persoalan utama. Operasi ini melibatkan Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), baik dari TNI dan Polri dan beberapa perangkat daerah terkait lainnya.
Lima bidang utama yang menjadi prioritas pembangunan yaitu pemberantasan premanisme, pembangunan pendidikan istimewa, pembangunan kesehatan istimewa, pembangunan infrastruktur istimewa, serta pembangunan daerah sesuai kebutuhan masyarakat guna meningkatkan kesejahteraan secara merata.
1. Pembiayaan dari pemerintah daerah

Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, menegaskan, operasi ini untuk mewujudkan visi Jabar Istimewa, dan bertujuan untuk menangani berbagai permasalahan yang menghambat pembangunan, seperti praktik premanisme yang menghambat investasi, pemungutan liar dalam rekrutmen tenaga kerja, hingga pungutan uang THR yang kerap terjadi setiap menjelang hari raya.
"Kami akan menjalankan Operasi Jabar Manunggal dengan pembiayaan dari Pemda Provinsi Jawa Barat, dan Kabupaten/Kota pun akan mengalokasikan anggaran yang diperlukan. Ini demi menciptakan kenyamanan dan keamanan bersama," kata Dedi, dikutip Rabu (5/3/2025).
2. Wajib militer untuk siswa SMA/SMK/MA

Politisi Geridra ini juga mengungkapkan gagasannya untuk menerapkan kurikulum wajib militer bagi siswa SMA/SMK/MA di Jawa Barat. Program ini dirancang untuk membentuk karakter siswa sekaligus menggali potensi mereka dalam berbagai bidang.
"Saya serius, mulai tahun ajaran baru, Pemda Provinsi Jabar akan memasukkan kurikulum wajib militer di sekolah-sekolah. Setiap sekolah akan memiliki pembina dari TNI dan Polri yang bertugas membentuk karakter siswa serta memetakan bakat mereka, termasuk bagi yang bercita-cita menjadi tentara atau polisi," katanya.
Lebih lanjut, program wajib militer ini juga akan diintegrasikan dengan sektor-sektor strategis yang dibutuhkan oleh daerah, seperti pertanian dan peternakan, guna membangun generasi muda yang tangguh dan berdaya saing tinggi.
3. Seluruh pihak terkait sudah sepakat dalam menjalankan Operasi Jabar Manunggal

Sementara Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman, mengatakan bahwa integrasi pembangunan Jabar Istimewa melalui Operasi Jabar Manunggal dimulai sejak penandatanganan komitmen, yaitu pada Selasa (4/3/2025) di Karawang.
"Lima bidang utama ini menjadi fokus pembangunan. Oleh karena itu, seluruh kepala daerah dan Forkopimda hari ini telah duduk bersama dan menandatangani komitmen untuk bersinergi dalam mewujudkan Jawa Barat yang lebih maju, aman, dan sejahtera," tuturnya.
Dengan adanya komitmen ini, Pemda Provinsi Jawa Barat bersama pemerintah kabupaten/kota serta Forkopimda siap untuk bersinergi dalam mewujudkan Jawa Barat Gemah Ripah Repeh Rapih, yakni provinsi yang nyaman, damai, dan sejahtera bagi seluruh warganya.


















