Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Cerita Saut Sinaga, Dagang Cilok di Sekitar Dago Sambil Melapak Buku

Cerita Saut Sinaga, Dagang Cilok di Sekitar Dago Sambil Melapak Buku
Cerita Raja Saut Sinaga, Pedagang Cilok di Bandung yang Jualan Sambil Melapak Buku
Intinya Sih
  • Saut Sinaga, pedagang cilok asal Majalengka, membuka lapak buku gratis di kawasan Dago setiap malam sebagai bentuk kecintaannya pada membaca dan ajakan agar siapa pun bisa menikmati literasi.
  • Kegiatan melapak buku ini menarik perhatian publik lewat media sosial hingga banyak pengunjung datang serta beberapa orang menawarkan sumbangan buku meski tidak semua diterima oleh Saut.
  • Pengunjung mengapresiasi lapak baca milik Saut karena menjadi ruang publik yang ramah literasi dan berharap inisiatif serupa makin banyak hadir di berbagai sudut kota.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Belasan buku terhampar di trotoar jalan depan Taman Dago Cikapayang. Buku-buku fiksi, sejarah, hingga novel berada tepat di samping gerobak cilok yang dijual Raja Saut Martua Sinaga.

Lapakan buku tersebut sejatinya memang disediakan oleh Sinaga. Pemuda asli Majalengka sudah sekitar dua bulan berdagang cilok sambil melapak buku.

"Saya dasarnya memang cukup suka membaca. Karena buku bacaan di kamar juga ada ya sudah saya bawa sambil berjualan terus digelar aja di sini kalau orang mau baca," kata Sinaga saat berbincang, Kamis (9/4/2026) malam.

Melapak buku sambil berdagang awalnya tidak dipersiapkan secara khusus. Dulu dia sempat membaca buku ketika berjualan cilok, kemudian ada pembeli yang bertanya apakah dia berjualan sambil kuliah atau baru lulus kuliah.

Pertanyaan itu sontak membuat hati Sinaga gusar. Menurutnya, untuk membaca tidak selalu mereka yang berpendidikan tinggi saja. Sebagai lulusan SMK permesinan di Majalengka, Sinaga ingin memperlihatkan bahwa mereka yang tidak berkuliah pun sudah sepatutnya gemar membaca.

"Jangan kaya buku itu untuk golongan tertentu saja. Emangnya tidak boleh kalau tukang cilok baca buku?," ujarnya.

1. Melapak setiap malam, kecuali hari Sabtu

WhatsApp Image 2026-04-10 at 7.42.23 AM (1).jpeg
Cerita Raja Saut Sinaga, Pedagang Cilok di Bandung yang Jualan Sambil Melapak Buku

Sejak dua bulan lalu dia sudah melapak di kawasan Dago ini setiap malam dari pukul 19.00 hingga 12.00 WIB. Hanya pada Sabtu malam saja dia tidak melapak karena biasanya ada komunitas dari Perpustakaan Jalanan yang juga melapak dan jumlah bukunya lebih banyak.

Menurutnya, selama melapak ini banyak orang yang kemudian datang setelah melihat kegiatannya dari media sosial. Mereka ada yang datang bersama teman ada juga yang sendirian. Biasanya yang datang ke sini mulai dari siswa SMA hingga mahasiswa.

"Ya sejak viral ada saja yang datang. Banyaknya yang datang itu mereka yang sudah pernah ke sini, terus datang lagi," ungkap Sinaga.

2. Dapat sumbangan dari orang lain

WhatsApp Image 2026-04-10 at 7.42.23 AM (2).jpeg
Cerita Raja Saut Sinaga, Pedagang Cilok di Bandung yang Jualan Sambil Melapak Buku

Karena ramai diperbincangkan di media sosial, tidak sedikit orang yang menghubungi dan ingin memberikan buku untuk bisa dibaca saat Sinaga melapak. Namun, tidak tidak menerima semua buku karena takut suatu hari tidak melapak dan itu menjadi tanggung jawab moril baginya.

"Ada saja yang mau sumbang buku, tapi ga semua diterima. Saya takut misal ga ngelapak kan itu jadi beban saya karena udah dikasih buku," kata dia.

Menurutnya, ada juga yang memang ingin memberi buku kepada Sinaga untuk dibaca secara pribadi dan tidak harus dijakakan ketika berjualan. Buku seperti ini lah yang kemudian dia terima.

3. Lapak buku seperti ini harus diperbanyak

WhatsApp Image 2026-04-10 at 7.42.24 AM.jpeg
Cerita Raja Saut Sinaga, Pedagang Cilok di Bandung yang Jualan Sambil Melapak Buku. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sementara itu, salah satu pembaca buku di lapak Sinaga, Abdul Hakim, mengaku senang dengan adanya tempat ini, Menurutnya, tidak banyak tempat baca gratis lapakan seperti ini yang ada setiap hari.

Datang untuk kedua kalinya, Hakim kerap membawa buku sendiri untuk dibaca maupun membaca di lapak buku milik Sinaga. Dia berharap lapak ini bisa terus ada sehingga masyarakat yang butuh tempat untuk membaca atau sekedar berkumpul dan membicarakan mengenai literasi bisa ada di Dago.

"Tahu awal tempat ini dari Instagram karena FYP (For You Page/viral). Seru aja ini kan bisa baca gratis di pinggir jalan, di Dago lagi. Harapannya semoga bisa meluas dan tetap mudah diakses peminat membaca sehingga mereka terus mau membaca buku," papar Hakim.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More