Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Anggaran Proyek Penataan Plaza Depan Gedung Sate Capai Rp15,8 Miliar

Anggaran Proyek Penataan Plaza Depan Gedung Sate Capai Rp15,8 Miliar
Halal bihalal pegawai Pemprov Jabar di Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemprov Jabar menyiapkan anggaran Rp15,82 miliar dari APBD 2026 untuk proyek penataan Plaza Gedung Sate yang akan menghubungkan area tersebut dengan Lapangan Gasibu.
  • Sekda Jabar Herman Suryatman menyebut desain dan detail proyek masih dalam tahap pengecekan internal, namun menegaskan seluruh proses akan dilakukan secara transparan sesuai arahan Gubernur Dedi Mulyadi.
  • Gubernur Dedi Mulyadi berencana memindahkan upacara Hari Kemerdekaan ke depan Gedung Sate serta memperkuat identitas budaya Sunda melalui renovasi gerbang candi bentar senilai Rp3,9 miliar.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Anggaran untuk penataan Plaza Gedung Sate kini sudah muncul di laman Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SiRUP). Dalam laman tersebut tercantum anggaran proyek ini mencapai Rp15,82 miliar berasal dari APBD 2026 di bawah Biro Umum Pemprov Jabar.

Adapun rincian proyek penataan yang akan dilakukan di depan Gedung Sate ini meliputi pekerjaan fisik (e-purchasing) sebesar Rp15,037 miliar, jasa konsultasi perencanaan Rp321,3 juta, dan jasa konsultasi pengawasan Rp464,3 juta. Total keseluruhan mencapai Rp15,82 miliar.

Proyek ini rencananya akan menyambungkan Gedung Sate dengan lapangan Gasibu yang berada di Jalan Diponegoro. Meski begitu, Sekretaris Daerah Jawa Barat, Herman Suryatman memastikan masih belum mengetahui gambaran proyek ini akan seperti apa.

1. Sekda belum mengetahui gambaran proyek ini akan seperti apa

IMG-20251029-WA0020.jpg
Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Herman mengatakan, gambaran jelas proyek tersebut masih dalam tahap pengecekan internal sehingga belum jelas apakah nantinya Jalan Diponegoro yang menjadi pemisah dengan Lapangan Gasibu akan ditutup atau seperti apa.

"Nanti kami akan informasikan, saya akan cek-cek dulu desain dan sebagainya. Yang jelas ini adalah arahan Pak Gubernur ya dan tentu berdasarkan kajian teknokratis. Untuk apa? Ya untuk memberikan manfaat yang jauh lebih besar," ujar Herman, Sabtu (11/4/2206).

Sekda Jabar memastikan, proyek ini akan dikerjakan secara transparan baik dari lelang dan juga pengerjaan nantinya. Dia mengatakan, hal tersebut merupakan arahan dari Gubernur Dedi Mulyadi secara langsung.

"Nanti saya cek-ricek dulu detailnya. Nanti kami informasikan, kapan waktunya, seperti apa bentuknya dan sebagainya. Dan Pak Gubernur meminta kami transparan," ucapnya.

2. Dedi Mulyadi sebut Pemprov Jabar kurang tempat untuk lapangan upacara

Halaman Gedung Sate Bandung
Halaman Gedung Sate Bandung (Vecteezy.com/Jhon Paul)

Sebelumnya, Gubernur Dedi Mulyadi memiliki keinginan untuk menggeser pusat upacara Hari Kemerdekaan dari Lapangan Gasibu ke halaman depan Gedung Sate. Hal ini disampaikan seusai upacara HUT ke-80 RI, 17 Agustus 2025 lalu.

"Oh iya dan kemudian juga ke depan saya punya rencana, dan berharap ke depan itu upacara kemerdekaan pengen di sini (depan Gedung Sate)," ujar Dedi.

Menurut Dedi, selama ini Lapangan Gasibu dan Gedung Sate seperti terpisah, dan latar belakang kegiatan di Gasibu justru didominasi bangunan komersial di sekitarnya.

"Saya lihat hari ini kok terpisah banget antara Gasibu dan Gedung Satenya misah. Tapi Gedung Satenya tidak menjadi sentral dari upacara. Bahkan begitu bendera di atas berkibar, di samping benderanya Hotel Pullman, itu kan isu penting," katanya.

3. Pemprov Jabar sebelumnya sudah buat gapura candi di Gedung Sate

IMG_20251126_104644.jpg
Gapura Candi, Gedung Sate (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Sementara Dedi Mulyadi juga sudah mengganti wajah Gedung Sate, dengan memasang pintu gerbang candi bentar hingga ornamen di dalamnya yang kini kental dengan budaya. Pergantian ini diklaim untuk menonjolkan ke khasan dari Jawa Barat itu sendiri.

Meski begitu, hal tersebut turut menjadi perhatian masyarakat secara umum, berdasarkan pantauan IDN Times di lapangan, tidak hanya pintu gerbang yang diubah, melainkan area lantai parkir yang dahulu berlapis aspal, kini diganti menjadi paving blok yang lebih rapi dan teratur.

Alasan renovasi dengan konsep seperti itu turut dijelaskan oleh Kadiskominfo Jabar, Adi Komar. Ia mengatakan, Gedung Sate bukan hanya pusat Pemerintahan, tapi juga ikon dan destinasi wisata kebanggaan Jawa Barat. Perbaikan dilakukan agar lebih semakin menarik dan nyaman bagi pengunjung.

Menurutnya, konsep perbaikan gerbang Gedung Sate ini memang mengusung kebudayaan Sunda untuk memperkuat identitas lokal Jawa Barat. Oleh karena itu, gerbang berbentuk candi bentar, dan juga ada ornamen yang menonjolkan budaya Jabar.

Adi menuturkan, saat ini proses pembangunan masih berjalan dan belum selesai, namun wujudnya mang sudah nampak secara estetik untuk gapura yang ada di beberapa gerbang pintu masuk kantor Gubernur Jawa Barat ini.

Adapun anggarannya sudah dialokasikan dalam APBD Perubahan 2025. Adi mengungkapkan jika dana yang dihabiskan untuk revitalisasi pagar dan gapura itu mencapai Rp3,9 miliar.

"Pembangunan ini sudah direncanakan di APBD Perubahan dan sudah dianggarkan kurang lebih Rp3,9 miliar untuk renovasi infrastruktur khususnya gapura," kata Adi, beberapa waktu lalu.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More