- 75–80 persen untuk gaya hidup lebih sederhana
- 90–100 persen untuk mempertahankan gaya hidup saat ini
- 120–125 persen untuk gaya hidup lebih aktif
63 Persen Pekerja Belum Siap Pensiun, Waspada Ancaman Finansial Hari Tua

- Survei menunjukkan 63 persen pekerja Indonesia belum memiliki dana pensiun, menandakan rendahnya kesadaran perencanaan keuangan jangka panjang dan potensi ketergantungan ekonomi di usia lanjut.
- Kenaikan biaya hidup, inflasi, serta meningkatnya harapan hidup membuat kebutuhan dana pensiun semakin besar dan memperpanjang risiko kehabisan dana di masa tua.
- Ahli keuangan menyarankan perhitungan kebutuhan pensiun berdasarkan gaya hidup dan usia target, serta mendorong generasi muda mulai menabung sejak dini agar hasil investasi lebih optimal.
Bandung, IDN Times – Kesiapan dana pensiun di Indonesia masih menjadi tantangan besar. Survei menunjukkan sekitar 63 persen pekerja belum memiliki dana hari tua, mencerminkan rendahnya perencanaan keuangan jangka panjang.
Banyak pekerja masih fokus pada kebutuhan saat ini, sehingga alokasi untuk masa depan kerap terabaikan. Padahal, kondisi ini berpotensi meningkatkan risiko ketergantungan ekonomi di usia lanjut.
1. Tekanan biaya hidup dan harapan hidup jadi tantangan

Dari sisi ekonomi, tantangan perencanaan pensiun semakin kompleks. Biaya hidup yang terus meningkat dan inflasi membuat kebutuhan dana di masa depan ikut membesar.
Selain itu, meningkatnya harapan hidup juga memperpanjang periode pensiun. Artinya, individu membutuhkan dana lebih besar untuk menopang kehidupan setelah tidak lagi produktif.
Tanpa strategi yang tepat, risiko kehabisan dana di usia tua menjadi semakin nyata, terutama dengan adanya potensi lonjakan biaya kesehatan.
2. Cara sederhana hitung kebutuhan dana pensiun

Certified Financial Planner Prudential Indonesia, Priskilla Fachruddin, menyarankan perhitungan kebutuhan pensiun dimulai dari dua hal, yakni target usia pensiun dan gaya hidup yang diinginkan.
Sebagai acuan awal, kebutuhan dana dapat dihitung dari persentase pengeluaran saat ini:
Metode ini memberikan gambaran awal yang bisa dikembangkan lebih lanjut sesuai kondisi finansial masing-masing individu.
3. Mulai lebih dini, hasil lebih optimal

Waktu menjadi faktor krusial dalam perencanaan dana pensiun. Semakin dini seseorang memulai, semakin besar peluang akumulasi dana melalui konsistensi investasi maupun proteksi keuangan dalam jangka panjang.
Sebagai ilustrasi, jika nasabah membayar premi menggunakan Asuransi Jiwa PRUMapan sebesar Rp700 ribu per bulan hingga usia 55 tahun, ia akan memperoleh manfaat dana mapan sebesar Rp485.100.000 atau sekitar Rp23,1 juta per tahun selama 21 tahun hingga usia 75 tahun saat polis berakhir.
Namun, jika ia memulai lima tahun lebih awal pada usia 25 tahun dengan premi yang sama, manfaat yang diterima meningkat menjadi Rp662.970.000 atau sekitar Rp31,57 juta per tahun untuk periode yang sama. Dengan alokasi tersebut, nasabah sejatinya telah membangun fondasi keuangan masa depan secara bertahap bahkan dengan nominal yang kerap lebih kecil dibandingkan pengeluaran rutin pekerja muda di kota besar untuk hiburan, langganan digital, atau gaya hidup sehari-hari.
Melalui konsistensi, alokasi yang relatif kecil ini dapat berkembang menjadi sumber dana yang membantu menjaga stabilitas finansial saat pensiun. Tak hanya itu, dana tersebut juga membuka peluang untuk mewujudkan rencana jangka panjang, seperti memulai usaha atau mengejar passion yang sempat tertunda. Karena itu, memulai lebih awal dengan nominal terjangkau menjadi langkah penting dalam membangun kesiapan finansial jangka panjang.
Chief Customer & Marketing Officer Prudential Indonesia, Karin Zulkarnaen, menekankan pentingnya membangun rasa aman finansial sejak dini. Ia menyebutkan, perencanaan yang fleksibel dan terjangkau memungkinkan generasi muda tetap produktif saat ini tanpa harus mengorbankan kebutuhan di masa depan.
Dengan disiplin dan strategi yang tepat, kesiapan dana pensiun dapat terus ditingkatkan, sehingga risiko finansial di usia non-produktif dapat diminimalkan.



















