Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Strategi Cari Kerja agar Gak Stres meski Sering Ditolak

ilustrasi mencarikan pekerjaan (freepik.com/pvproductions)
ilustrasi mencarikan pekerjaan (freepik.com/pvproductions)
Intinya sih...
  • Ubah cara pandang terhadap penolakanPenolakan bukan tanda kegagalan, melainkan proses seleksi yang wajar. Melihatnya secara objektif membantu bangkit tanpa menyalahkan diri sendiri.
  • Atur ritme melamar kerja dengan realistisMengatur target harian atau mingguan yang masuk akal, serta sisihkan waktu untuk istirahat dan pengembangan skill.
  • Bangun sistem dukungan dan rutinitas positifBerbagi cerita dengan orang lain dan ciptakan rutinitas harian yang memberi rasa produktif untuk meningkatkan rasa percaya diri.
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times - Proses mencari kerja sering kali terasa melelahkan, terutama ketika lamaran demi lamaran berakhir dengan penolakan. Kondisi ini tak jarang membuat pencari kerja meragukan kemampuan diri sendiri.

Padahal, penolakan adalah bagian yang hampir tak terpisahkan dari perjalanan karier siapa pun. Bahkan profesional berpengalaman sekalipun pernah berada di fase yang sama.

Sayangnya, tekanan sosial dan ekspektasi lingkungan sering membuat pencari kerja merasa harus segera berhasil. Akibatnya, stres menumpuk dan motivasi perlahan menurun.

Agar proses mencari kerja tetap sehat secara mental, ada beberapa strategi yang bisa dilakukan supaya kamu tetap waras meski belum mendapat hasil yang diharapkan. Apa saja? Simak di bawah ini, ya:

 

1. Ubah cara pandang terhadap penolakan

ilustrasi mencari kerja (freepik.com/freepik)
ilustrasi mencari kerja (freepik.com/freepik)

Penolakan sering dianggap sebagai tanda kegagalan, padahal tidak selalu demikian. Banyak faktor di balik keputusan rekrutmen yang berada di luar kendali pelamar.

Mencoba melihat penolakan sebagai proses seleksi yang wajar akan membantu mengurangi tekanan emosional. Ini juga bisa menjadi momentum refleksi untuk mengevaluasi CV atau cara melamar.

Dengan sudut pandang yang lebih objektif, kamu bisa bangkit lebih cepat tanpa menyalahkan diri sendiri secara berlebihan.

2. Atur ritme melamar kerja dengan realistis

Ilustrasi platform pencarian kerja (freepik.com/rawpixel.com)
Ilustrasi platform pencarian kerja (freepik.com/rawpixel.com)

Melamar kerja tanpa jeda justru berisiko membuatmu kelelahan secara mental. Penting untuk mengatur target harian atau mingguan yang masuk akal.

Sisakan waktu untuk beristirahat, mengembangkan skill, atau melakukan aktivitas yang menyenangkan. Ini membantu menjaga energi dan fokus tetap stabil.

Mencari kerja adalah maraton, bukan sprint. Ritme yang seimbang akan membuatmu lebih konsisten dalam jangka panjang.

3. Bangun sistem dukungan dan rutinitas positif

Ilustrasi mencari teman kerja baru (pexels.com/Mikhail Nilov)
Ilustrasi mencari teman kerja baru (pexels.com/Mikhail Nilov)

Berbagi cerita dengan teman, keluarga, atau sesama pencari kerja bisa membantu meredakan stres. Kamu akan sadar bahwa banyak orang berada di posisi yang sama.

Selain itu, ciptakan rutinitas harian yang memberi rasa produktif, seperti belajar skill baru atau memperbaiki portofolio. Hal kecil ini bisa meningkatkan rasa percaya diri.

Dukungan sosial dan kebiasaan positif akan menjadi penyangga mental saat proses pencarian kerja terasa berat.

Mencari kerja memang tidak selalu berjalan mulus, tapi bukan berarti kamu sendirian atau tidak cukup mampu. Setiap orang punya ritme dan waktunya masing-masing.

Selanjutnya, jangan lagi stress ya!

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest Life Jawa Barat

See More

Kesalahan Sepele di CV yang Sering Bikin Lamaran Langsung Gugur

05 Jan 2026, 23:00 WIBLife