32 WNI dari Iran Dievakuasi, 13 di Antaranya Warga Jabar

- Pemerintah mengevakuasi 32 WNI dari Iran akibat konflik Amerika-Israel vs Iran, dengan 13 di antaranya berasal dari Jawa Barat.
- Evakuasi dilakukan dalam dua kloter penerbangan pada 10 dan 11 Maret 2026, melalui jalur darat menuju Azerbaijan sebelum diterbangkan ke Indonesia.
- Disnakertrans Jabar masih menunggu data rinci terkait status para WNI tersebut, apakah mereka pelajar atau pekerja migran serta kepulangan bersifat permanen atau sementara.
Bandung, IDN Times - Konflik Amerika-Israel vs Iran membuat pemerintah Indonesia mengevakuasi 32 Warga Negara Indonesia (WNI). Para WNI dari beberapa daerah di Iran itu ternyata ada sebanyak 13 orang diantaranya warga Jawa Barat (Jabar).
Kabar ini dibenarkan oleh Kepala Bidang Penempatan Perluasan Tenaga Kerja dan Transmigrasi Disnakertrans Jawa Barat, Hendra Kusuma Sumantri. Dia mengatakan, secara keseluruhan terdapat 32 WNI yang akan dipulangkan dalam dua kloter penerbangan.
"Dari total 32 WNI, terdapat 13 orang yang berasal dari Jawa Barat," ujar Hendra, Kamis (12/3/2026).
1. Evakuasi dilakukan secara bertahap dengan dua kloter

Pemulangan ini dilakukan melalui dua kloter penerbangan, pertama dijadwalkan tiba pada 10 Maret pukul 18.00 WIB, sementara kloter kedua tiba pada 11 Maret pukul 18.00 WIB.
"Penerbangan dibagi dua kloter. Kloter pertama sebanyak 22 orang, di dalamnya ada sepuluh orang asal Jawa Barat. Kloter kedua sebanyak sepuluh orang, di antaranya tiga orang dari Jawa Barat," kata Hendra.
Selain itu, terdapat dua orang WNI dari daerah lain yang meminta fasilitasi kepulangan dari pemerintah daerah, masing-masing berasal dari Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat.
Sementara itu, para WNI yang berasal dari Jawa Barat direncanakan akan pulang ke daerahnya masing-masing secara mandiri setelah tiba di Indonesia.
"WNI asal Jawa Barat rencananya semuanya pulang mandiri," ujarnya.
2. Informasi kepulangan WNI masih belum diketahui

Meski demikian, Disnakertrans Jabar mengaku masih menunggu data lebih rinci mengenai para WNI tersebut, apakah kepulangannya permanen atau sementara, latar belakang mereka apakah pekerja migran Indonesia (PMI) atau pelajar, serta daerah asal mereka di Jawa Barat.
"Kami juga masih menunggu detail apakah mereka yang pulang ini permanen atau sementara, kemudian apakah mereka PMI atau pelajar, serta berasal dari daerah mana saja di Jawa Barat," ucapnya.
Disnakertrans Jabar juga masih menunggu informasi lanjutan terkait kemungkinan adanya tambahan WNI yang akan dipulangkan pada tahap berikutnya.
3. Ada 329 WNI tinggal di Qom, Iran

Keputusan untuk melakukan evakuasi terhadap WNI di Iran disampaikan oleh Menteri Luar Negeri (Menlu) Sugiono pada Selasa (3/3/2026). Ketika itu ia menyebut proses evakuasi dilakukan lewat jalur darat dari Iran lantaran jalur udara masih ditutup.
Sementara, proses evakuasi sudah dimulai pada Jumat kemarin dan menempuh perjalanan selama sepuluh jam menuju ke Azerbaijan. Para WNI itu akhirnya bersedia dievakuasi usai situasi di Timur Tengah memanas sejak Sabtu (28/2/2026). Militer Israel dan Amerika Serikat (AS) melakukan serangan ke Tehran.
Pelaksana tugas Direktur Perlindungan WNI Kementerian Luar Negeri, Heni Hamidah mengatakan, sejauh ini di Iran ada 329 WNI. Mayoritas tinggal di Kota Qom dan berstatus pelajar atau mahasiswa. Tetapi, angka itu akan terus diperbarui.
"Terkait dengan WNI di Iran, seperti yang sudah sering disampaikan, ada 329 orang yang sebagian besar berada di Kota Qom. Sebagian besar merupakan pelajar atau mahasiswa yang sedang belajar di sana," ujar Heni ketika memberikan keterangan pers di kantor Kemlu, Jumat (6/3/2026).
Sementara itu, berdasarkan data yang dimiliki oleh Kemlu, sejauh ini ada 519.042 yang tersebar di sejumlah negara di kawasan Timur Tengah. Mayoritas WNI di Iran berstatus pelajar.
"Di Iran mayoritas pelajar, tetapi di negara-negara Timur Tengah lainnya mungkin akan terlihat lebih banyak pekerja migran Indonesia," ujar Heni.
















