Harga Pupuk Subsidi di Jabar Stabil Meski Nilai Tukar Dolar AS Naik

- Harga pupuk subsidi di Jawa Barat tetap stabil meski dolar AS naik, berkat kebijakan pemerintah yang memberi diskon 20 persen dan penyederhanaan aturan distribusi.
- Stok pupuk di Gudang Nagreg Bandung aman dengan kapasitas penuh 5.000 ton, sementara penyaluran pupuk subsidi di Jabar sudah mencapai sekitar 40 persen dari target tahunan.
- Program diskon pupuk mendorong peningkatan minat bertani, terlihat dari serapan pupuk Mei 2026 yang melampaui prediksi serta pembaruan data penerima agar penyaluran lebih tepat sasaran.
Bandung, IDN Times – Kenaikan kurs dolar AS dipastikan belum berdampak signifikan terhadap harga pupuk subsidi di Jawa Barat. PT Pupuk Indonesia (Persero) memastikan distribusi dan stok pupuk untuk petani tetap aman, khususnya di tengah puncak musim tanam.
General Manager Regional 2 PT Pupuk Indonesia (Persero) Muhammad Ihwan F mengatakan, pemerintah telah memberikan berbagai kemudahan untuk menjaga keterjangkauan pupuk bagi petani. Salah satunya lewat diskon harga hingga penyederhanaan regulasi distribusi.
“Sejauh ini kami di wilayah belum ada dampak signifikan terkait dengan kenaikan kurs dolar,” kata Ihwan saat meninjau Gudang Nagreg, Kabupaten Bandung, Selasa (19/5/2026)
Berdasarka data pertanian.go.id harga pupuk urea: Rp 1.800 per kg, NPK: Rp 1.840 per kg, NPK Formula Khusus (Kakao): Rp 2.640 per kg, ZA (Khusus Tebu): Rp 1.360 per kg, dan pupuk Organik: Rp 640 per kg
1. Pemerintah telah berikan subsidi

Ihwan menjelaskan, pemerintah sudah lebih dulu mengantisipasi kondisi ekonomi global dengan memberikan diskon pupuk sebesar 20 persen sejak awal tahun. Selain itu, aturan distribusi pupuk juga dipangkas agar penyalurannya lebih cepat dan mudah.
Menurut dia, langkah tersebut membuat petani tetap bisa mendapatkan pupuk dengan harga terjangkau meski kondisi nilai tukar dolar mengalami kenaikan.
“Pemerintah sudah memberikan diskon 20 persen di awal tahun, memangkas 145 peraturan menjadi hanya 2 sampai 3 peraturan saja,” ujarnya.
Ia menilai pemerintah saat ini serius menjaga sektor pertanian karena petani menjadi penopang kebutuhan pangan nasional. Karena itu, distribusi pupuk dipastikan tetap berjalan normal tanpa gangguan.
2. Stok pupuk di gudang mencukupi

Dia memastikan stok pupuk di Gudang Nagreg, Kabupaten Bandung, berada dalam kondisi aman. Gudang berkapasitas 5.000 ton tersebut saat ini disebut terisi penuh untuk melayani kebutuhan petani di wilayah Bandung dan sekitarnya.
“Artinya kita akan menjamin dan menggaransi pupuk ini bisa digunakan petani sampai satu, dua bahkan tiga minggu ke depan,” katanya.
Saat ini aktivitas distribusi pupuk juga terus berjalan. Sejumlah kendaraan pengangkut pupuk terlihat antre untuk mendistribusikan pupuk ke berbagai daerah di Jawa Barat.
PT Pupuk Indonesia sendiri mendapat penugasan menyalurkan 1.070.000 ton pupuk subsidi di Jawa Barat sepanjang 2026. Hingga saat ini, realisasi penyaluran disebut sudah mencapai sekitar 40 persen.
“Kami optimistis kebutuhan petani di Jawa Barat sampai akhir tahun bisa terpenuhi,” ucapnya.
3. Diskon pupuk bikin minat bertani meningkat

Ihwan menambahkan, program penurunan harga pupuk subsidi justru mendorong peningkatan minat masyarakat untuk kembali bertani. Kondisi itu terlihat dari tingginya serapan pupuk selama Mei 2026 yang melampaui prediksi.
Menurut dia, peningkatan serapan dipicu oleh bertambahnya luas tanam dan semakin banyak petani yang masuk dalam sistem penerima pupuk bersubsidi atau RDKK.
“Yang tadinya tidak mau bertani, sekarang bertani. Ini kemajuan dari pemerintah memotivasi petani untuk dapat bertani,” katanya.
Selain itu, PT Pupuk Indonesia juga berkoordinasi dengan dinas pertanian dan Kementerian Pertanian untuk memperbarui data penerima pupuk subsidi. Petani yang sebelumnya tidak aktif digantikan dengan petani baru agar penyaluran pupuk lebih tepat sasaran.



















