113 Ribu Ekor Hewan Kurban Masuk Jabar, Ketersediaan Dipastikan Aman

- Sebanyak 113.522 ekor sapi, kambing, kerbau, dan domba telah masuk ke Jawa Barat dalam enam bulan terakhir untuk memenuhi kebutuhan hewan kurban Iduladha 2026.
- Pemerintah Provinsi Jawa Barat membentuk tim pemeriksa kesehatan hewan kurban yang telah memeriksa 13.945 ekor ternak hingga pertengahan Mei 2026.
- Kasus penyakit PMK dan LSD di Jawa Barat tercatat rendah, masing-masing 628 dan 79 kasus, dengan situasi dinilai terkendali berkat vaksinasi serta pengawasan rutin.
Bandung, IDN Times - Stok kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha 2026 di wilayah Provinsi Jawa Barat diklaim dalam kondisi aman. Kondisi ini dikarenakan adanya ketersediaan dari para peternak lokal dan pasokan dari luar wilayah Jawa Barat.
Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Jawa Barat mencatat, total ada 113.522 ekor hewan kurban sapi, kambing, kerbau, dan domba telah masuk wilayah Jabar dalam enam bulan terakhir.
"Ketersediaan hewan kurban tercukupi oleh peternak Jawa Barat dan dari pasokan luar provinsi. Berdasarkan data, sejak 6 bulan terakhir ada 113.522 ekor ternak yang terdiri dari sapi, kerbau, kambing, dan domba yang masuk," kata Kepala DKPP Jawa Barat, Linda Al Amin, Senin (18/5/2026).
1. Pemeriksaan hewan sudah mulai dilakukan

Linda mengungkapkan, Pemprov Jabar sudah membentuk tim seleksi bantuan kemasyhuran dan tim pemeriksa kesehatan hewan kurban sejak pekan lalu. Berdasarkan data per 15 Mei 2026, tim sudah memeriksa 13.945 ekor hewan kurban.
"Tim gabungan ini sudah mulai melakukan pemeriksaan kesehatan hewan kurban sejak dua pekan menjelang Iduladha. Berdasarkan laporan data yang masuk, tim sudah memeriksa sebanyak 13.945 ekor hewan kurban," kata Linda.
Mengenai ancaman penyakit menular seperti Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Penyakit Kulit Berbenjol atau Lumpy Skin Disease (LSD), DKPP Jawa Barat, memastikan situasinya masih sangat terkendali.
2. Penyakit PMK dan LSD masih ditemukan di Jabar

Di lihat berdasarkan data rekam medis sejak Januari hingga pertengahan Mei 2026, tercatat hanya ada 628 kasus aktif PMK di tujuh kabupaten/kota, serta 79 kasus LSD di empat kabupaten/kota. Dinas terkait di kabupaten kota di Jawa Barat pun sudah melaksanakan vaksinasi PMK periode 1 pada Januari sampai Maret 2026.
"PMK dan LSD ini memang masih ada, tapi kasusnya relatif dapat terkendali. Dari 1 Januari sampai 13 Mei 2026, kasus PMK ada di 7 daerah dengan kasus 628 dan LSD tercatat ada 79 kasus di 4 daerah," ujarnya.
3. Penyakit pada hewan kurban masih terkendali

Linda menilai dengan total populasi ternak di Jawa Barat, persentase penularan PMK dan LSD tergolong sangat kecil, sehingga masyarakat tidak perlu merasa panik atau khawatir secara berlebihan.
"Kasus PMK dan LSD ini tergolong kecil daripada jumlah populasi hewan ternak di Jawa Barat. Penyakit itu terkendali dan dapat dicegah," ucapnya.



















