Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Seleksi Sekolah Maung Jabar Dibuka 25 Mei, 21 Ribu Kursi Disiapkan

Seleksi Sekolah Maung Jabar Dibuka 25 Mei, 21 Ribu Kursi Disiapkan
SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Penerimaan Murid Baru Sekolah Maung Jabar 2026 dibuka 25–29 Mei dengan total 21 ribu kursi di 41 SMA dan SMK Negeri se-Jawa Barat.
  • Program ini menggantikan sistem zonasi, seluruh seleksi dilakukan melalui jalur prestasi akademik maupun non-akademik sesuai ketentuan Disdik Jabar.
  • Disdik Jabar menegaskan Sekolah Maung disiapkan sebagai pusat pendidikan unggulan berbasis prestasi agar masyarakat memahami pola penerimaan baru tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Penerimaan Murid Baru (SPMB) 2026 untuk program Sekolah Manusia Unggul (Maung) yang ada di 41 SMA dan SMK Negeri di Jawa Barat akan dimulai pada 25 Mei 2026. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jabar telah menyiapkan sebanyak 21 ribu kursi untuk siswa baru.

Kepala Disdik Jabar, Purwanto mengatakan, PPDB ini dimulai dengan tahapan sosialisasi yang kini dilakukan. Setelah itu nantinya mulai tahap seleksi yang dilakukan untuk Sekolah Maung.

"Tanggal 18 ini kita memulai dibukanya sosialisasi secara resmi tentang SPMB yang dilaksanakan di Provinsi Jawa Barat yang kita mulai dari nanti pada tanggal 25 sampai 29 mei kita akan membuka SPMB sekolah maung," kata Purwanto, Senin (18/5/2026).

1. Dipastikan tidak menggunakan jalur zonasi

IMG_20250610_104413.jpg
SPMB di SMAN 3 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dia menjelaskan, total ada 41 sekolah negeri yang masuk program Sekolah Maung. Rinciannya terdiri dari 28 SMA Negeri dan 13 SMK Negeri yang tersebar di berbagai daerah di Jawa Barat.

"Sekolah yang telah ditetapkan oleh Pak Gubernur sebanyak 28 SMA Negeri di Jawa Barat kemudian ada 13 SMK negeri di Jawa barat," ujarnya.

Purwanto menegaskan, sistem zonasi tidak lagi dipakai dalam proses penerimaan siswa di Sekolah Maung. Seluruh proses seleksi hanya mengandalkan jalur prestasi akademik maupun non-akademik.

"Ini nanti tidak menggunakan lagi sistem zonasi. Sekolah Maung ini adalah sekolah yang hanya menggunakan jalur prestasi baik itu prestasi akademik maupun non akademik. Jadi mohon maaf nanti yang zonasi itu di Sekolah Maung ini tidak ada lagi sistem zonasi,” tegasnya.

2. Seleksi bisa menggunakan jalur sertifikat non-akademik

IMG-20250807-WA0049.jpg
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Jalur akademik, kata Purwanto nantinya akan mempertimbangkan potensi akademik, kemampuan akademik, hingga kategori cerdas bakat istimewa. Sementara untuk jalur non-akademik, siswa bisa mendaftar menggunakan sertifikat prestasi dari berbagai bidang.

"Sekolah maung ini khusus menggunakan jalur prestasi baik akademik maupun non akademik, yang akademiknya nanti bisa menggunakan jalur potensi akademik dan kemampuan akademik dan cerdas bakat istimewa," katanya.

"Yang non akademiknya bisa menggunakan sertifikat-sertifikat kejuaraan baik dalam bidang seni olahraga maupun keagamaan dan kepemimpinan," lanjut Purwanto.

3. SPMB di Jawa Barat saat ini masih tahap sosialisasi

IMG-20250807-WA0046.jpg
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Disdik Jabar berharap pola penerimaan baru ini nantinya dapat dipahami masyarakat karena Sekolah Maung disiapkan menjadi pusat pendidikan unggulan berbasis prestasi. Sehingga, seleksinya menggunakan jalur prestasi bukan dari zonasi seperti sebelumnya.

"Mudah-mudahan ini nanti bisa disosialisasikan semuanya ke masyarakat kita, ada 41 totalnya (Sekolah Maung), SMA dan SMK," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More