Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Jelang SPMB, Kecurangan hingga 'Titip' Siswa Jadi Sorotan di Sukabumi

Jelang SPMB, Kecurangan hingga 'Titip' Siswa Jadi Sorotan di Sukabumi
ilustrasi siswa SMP (unsplash.com/Ed Us)
Intinya Sih
  • Pemerintah Kota Sukabumi memperketat pelaksanaan SPMB 2026 untuk mencegah kecurangan seperti siswa titipan dan manipulasi data zonasi.
  • Dinas Pendidikan menyiapkan konsolidasi internal, audiensi dengan DPRD, serta sosialisasi kepada pemangku kepentingan guna memastikan kesiapan pelaksanaan SPMB jenjang TK hingga SMP.
  • Sistem digital berbasis aplikasi dengan empat jalur seleksi—domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi—diharapkan mampu menekan praktik kecurangan dalam penerimaan murid baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sukabumi, IDN Times - Pemerintah Kota Sukabumi mulai memperketat pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun 2026. Langkah ini dilakukan menyusul sorotan terhadap berbagai dugaan kecurangan yang kerap muncul saat proses penerimaan siswa, mulai dari praktik siswa titipan hingga manipulasi kartu keluarga demi lolos jalur zonasi.

Wali Kota Ayep Zaki memastikan pelaksanaan SPMB tingkat SD dan SMP tahun ini akan lebih transparan dengan mengandalkan sistem digital berbasis aplikasi.

“SPMB beberapa kali terjadi kecurangan. Insyaallah untuk penerimaan siswa baru SD dan SMP nggak ada lagi. Pencegahannya transparansi yang kita laksanakan dan saya sudah arahkan kepala dinas,” kata Ayep kepada wartawan, Senin (18/5/2026).

1. Disdik siapkan konsolidasi dan sosialisasi

ilustrasi siswa (pexels.com/Nasirun Khan)
ilustrasi siswa (pexels.com/Nasirun Khan)

Kepala Dinas Pendidikan Kota Sukabumi Novian Restiadi mengatakan pihaknya kini tengah mematangkan persiapan pelaksanaan SPMB untuk jenjang TK, SD, dan SMP sederajat.

Menurut Novian, tahapan persiapan dimulai dari konsolidasi internal, audiensi bersama DPRD, hingga sosialisasi kepada para pemangku kepentingan.

“Untuk SPMB jenjang TK, SD, SMP sederajat, kita akan mencoba melakukan konsolidasi terlebih dahulu terkait kesiapan. Diawali dengan audiensi DPRD, audiensi para pemangku kepentingan lainnya, dan setelah itu kita coba lakukan proses sosialisasi yang sama seperti pemerintah provinsi,” ujarnya.

2. Empat jalur penerimaan disiapkan

ilustrasi siswa SMP (pexels.com/Max Fischer)
ilustrasi siswa SMP (pexels.com/Max Fischer)

Novian menjelaskan, seluruh proses penerimaan murid baru nantinya dilakukan melalui aplikasi digital. Dalam sistem tersebut, terdapat empat jalur seleksi yang disiapkan, yakni domisili, prestasi, afirmasi, dan mutasi.

“Jadi ada empat proses seleksi yang akan kita lakukan di sistem penerimaan murid baru nanti,” katanya.

3. Pemkot klaim sistem digital bisa tekan siswa 'titipan'

Ilustrasi siswa SMP (pexels.com/Kobe -)
Ilustrasi siswa SMP (pexels.com/Kobe -)

Terkait potensi siswa titipan maupun bentuk kecurangan lainnya, Novian menyebut sistem berbasis aplikasi menjadi salah satu solusi untuk memperkecil peluang intervensi selama proses seleksi berlangsung.

“Antisipasi siswa titipan, ya tentunya apa yang akan kita lakukan di SPMB berbasis aplikasi melalui empat seleksi tadi,” pungkasnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More