Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Wasiat Pendaki Sukabumi yang Tewas di Rinjani: Dimakamkan Dekat Ortu

Wasiat Pendaki Sukabumi yang Tewas di Rinjani: Dimakamkan Dekat Ortu
Proses evakuasi pendaki asal Sukabumi di Rinjani (dok Polres Lombok Utara)
Intinya Sih
  • Endang Subarna, pendaki asal Sukabumi, meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani setelah terjatuh di kawasan Bukit Penyesalan dan sempat tak sadarkan diri.
  • Korban diketahui memiliki riwayat gangguan pernapasan namun tetap melanjutkan pendakian hingga akhirnya mengalami kondisi kritis dan dievakuasi oleh tim SAR.
  • Jenazah Endang dipulangkan ke Sukabumi dan dimakamkan di TPU Cisarua, Cibodas, Nagrak, tepat di samping makam kedua orang tuanya sesuai pesan terakhirnya.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Sukabumi, IDN Times - Kepergian Endang Subarna meninggalkan duka mendalam bagi keluarga dan warga Sukabumi. Pendaki asal Kampung Cagar Alam, RT 01/RW 03, Desa Sekarwangi, Kecamatan Cibadak itu meninggal dunia saat mendaki Gunung Rinjani, Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB).

Korban dilaporkan terjatuh dan tak sadarkan diri ketika melintasi kawasan Bukit Penyesalan di jalur pendakian via Sembalun pada Kamis (14/5/2026).

Ketua RW 03 Desa Sekarwangi, Rahmat Nugraha mengatakan informasi tersebut diperoleh dari laporan resmi yang diterimanya setelah kejadian.

1. Miliki riwayat gangguan pernafasan

IMG_4374.jpeg
Proses evakuasi pendaki asal Sukabumi di Rinjani (dok Polres Lombok Timur)

Rahmat menjelaskan, Endang diketahui memiliki riwayat gangguan pernapasan atau sesak napas. Namun korban diduga tetap memaksakan diri melanjutkan perjalanan pendakian hingga akhirnya mengalami kondisi kritis di jalur antara Pos 2 menuju Pos 3.

“Adapun emang pada dasarnya mempunyai riwayat sesak napas gitu. Mungkin dikarenakan dia memaksakan diri untuk mendaki, akhirnya terjadilah musibah hilangnya nyawa,” ujar Rahmat, Minggu (17/5/2026).

Setelah dinyatakan meninggal dunia, tim SAR langsung melakukan proses evakuasi dari kawasan Gunung Rinjani menuju Lombok.

2. Jenazah dipulangkan ke Sukabumi

Pengangkatan jenazah korban dari dasar jurang Gunung Rinjani, Minggu (4/5/2025). (dok. SAR Mataram)
Pengangkatan jenazah korban dari dasar jurang Gunung Rinjani, Minggu (4/5/2025). (dok. SAR Mataram)

Usai berhasil dievakuasi, jenazah Endang diterbangkan menuju Jawa Barat. Pesawat yang membawa jasad korban tiba pada Jumat (15/5/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Pihak keluarga kemudian membawa jenazah menggunakan ambulans sekitar pukul 13.15 WIB. Namun, jenazah tidak dibawa ke rumah korban di Desa Sekarwangi, melainkan langsung menuju kawasan Cisarua, Cibodas, Kecamatan Nagrak.

Menurut Rahmat, pemindahan lokasi tersebut dilakukan untuk memenuhi permintaan terakhir almarhum kepada keluarganya.

3. Dimakamkan di samping makam orang tua

ilustrasi pemakaman muslim (commons.wikimedia.org/Zhilal Darma)
ilustrasi pemakaman muslim (commons.wikimedia.org/Zhilal Darma)

Sebelum berangkat mendaki, Endang disebut sempat berpesan kepada istrinya agar dimakamkan di dekat makam kedua orang tuanya jika meninggal dunia.

“Kalau misalkan pendek usia, untuk ke depannya pengen dimakamkan di dekat pemakaman ibu bapaknya yang berada di TPU Cisarua, Cibodas, Nagrak,” tutur Rahmat.

Rombongan ambulans tiba di kampung halaman sekitar pukul 15.30 WIB. Prosesi pemakaman sempat tertunda lantaran hujan deras mengguyur wilayah tersebut.

Setelah cuaca membaik, sekitar pukul 16.30 WIB, Endang akhirnya dimakamkan di TPU Cisarua, Cibodas, Nagrak. Ia dimakamkan tepat di samping makam kedua orang tuanya sesuai pesan terakhir yang pernah disampaikan kepada keluarga.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More