Unik! Pedagang Sapi Kurban di Sukabumi Pakai Bantuan AI

- Pedagang sapi kurban di Sukabumi memanfaatkan teknologi AI dan barcode digital untuk mencatat data sapi, menampilkan informasi detail, serta memudahkan transaksi bagi calon pembeli.
- Penggunaan AI mempercepat pembuatan sistem barcode hanya dalam dua hari, berisi data lengkap seperti jenis sapi, bobot, harga, foto, hingga riwayat pengobatan yang bisa dibagikan lewat WhatsApp.
- Harga sapi kurban naik sekitar 15 persen akibat dampak PMK, namun penjualan tetap ramai dengan sebagian besar dari 50 ekor sapi sudah terjual menjelang Iduladha.
Sukabumi, IDN Times - Lapak penjualan hewan kurban di Sukabumi menghadirkan cara unik dalam memasarkan sapi jelang Iduladha 2026. Para pedagang memanfaatkan teknologi berbasis Artificial Intelligence (AI) dan barcode digital untuk memudahkan pencatatan hingga memberikan informasi detail kepada calon pembeli.
Pengelola Sukabumi Qurban, Muhammad Akmalulginan mengatakan ide penggunaan barcode digital bermula dari latar belakang dirinya di bidang software engineering yang kemudian dikombinasikan dengan usaha jual beli sapi milik keluarganya.
“Sebetulnya ide awalnya berlatar belakang dari pengalaman saya di software engineering. Nah keluarga jualan sapi, jadi saya mencoba mengkombinasikan teknologi dengan sapi tersebut,” kata Akmalulginan kepada IDN Times, Jumat (15/5/2026).
Menurutnya, teknologi itu dibuat untuk mempermudah pendataan sapi, mulai dari harga, pencatatan penjualan hingga identitas hewan kurban.
“Tujuannya sebetulnya untuk memudahkan kami sendiri untuk data sapi, harga sapi, penjualan, pencatatan,” ujarnya.
1. Berkat AI bikin sistem hanya butuh dua hari

Akmalulginan mengaku penggunaan AI membuat proses pembuatan sistem barcode menjadi jauh lebih cepat dibanding sebelumnya. Jika dulu seorang software engineer harus melakukan coding manual, kini prosesnya lebih praktis berkat bantuan AI.
“Kalau dulu software engineer harus codding manual, kalau sekarang sudah ada AI jadi sangat-sangat terbantu. Bisa dikatakan sehari atau dua hari jadi,” ungkapnya.
Di dalam barcode tersebut, lanjut dia, terdapat sejumlah data penting terkait sapi kurban. Mulai dari jenis sapi, estimasi bobot, harga, foto hingga riwayat pengobatan hewan.
“Ketika konsumen scan barcode, bisa lihat data jenis sapi, estimasi bobot, harga, foto, sampai obat. Jadi seperti etalase digital,” katanya.
Tak hanya itu, data tersebut juga bisa dibagikan langsung ke calon pembeli melalui aplikasi WhatsApp setelah barcode dipindai. “Kalau di-scan nanti bisa diekspor jadi image JPG lalu di-share ke WA,” tambahnya.
2. Harga sapi kurban naik hingga 15 persen

Sementara itu, pemilik lapak Sukabumi Qurban, Muhammad Ilham mengatakan tahun ini harga sapi kurban mengalami kenaikan hingga sekitar 15 persen dibanding tahun lalu. Salah satu penyebabnya yakni dampak penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) di sejumlah daerah pemasok sapi.
“Harga jual tinggi sekarang, hampir 15 persen dari tahun kemarin,” kata Ilham.
Ia mencontohkan, sapi dengan bobot sekitar 500 kilogram yang sebelumnya dijual di kisaran Rp37 juta hingga Rp40 juta, kini naik menjadi sekitar Rp50 juta per ekor.
3. Harga naik tapi penjualan tetap ramai

Meski harga naik, Ilham mengaku penjualan tetap berjalan baik. Dari sekitar 50 ekor sapi yang disiapkan, sebagian besar sudah terjual.
“Alhamdulillah penjualannya ada aja yang beli. Ada juga yang beli langsung nggak nawar,” ujarnya.
Menurutnya, mayoritas pembeli berasal dari wilayah Sukabumi. Ia memperkirakan puncak penjualan hewan kurban biasanya terjadi sekitar H-5 Iduladha.
![[QUIZ] Bayar Pajak Kendaraan Kini Bisa Lewat WhatsApp. Kamu Tim Setuju atau Ribet?](https://image.idntimes.com/post/20250401/whatsapp-image-2025-04-01-at-114016-acf4e7c647ce84dceac623e1ba7b3cfe.jpeg)


![[QUIZ] Setujukah Kamu, Sekolah Maung Jabar Terima Siswa Berprestasi?](https://image.idntimes.com/post/20230908/pexels-emily-ranquist-1205651-511d65780e8dbe0c76295579fde633ca-648b8335988d43a11a46690c62906f75.jpg)





![[QUIZ] Setujukah Kamu, Bangunan di Jabar Gak Boleh Lebih Tinggi dari Gedung Negara?](https://image.idntimes.com/post/20230402/idn-cwg-3-min-c1a262077cafb8468b51e35731704659-22e8d73e0ab4e7c8fcd68d23fdbfd9b7.jpg)








