“Pendampingan tersebut dilakukan langsung oleh puluhan ribu AO PNM yang setiap pekan turun ke lapangan menemui nasabah di teras rumah, balai warga, hingga lingkungan perkampungan,” tulis keterangan resmi PNM yang diterima IDN Times, Kamis (14/5/2026).
Pendampingan Usaha Dinilai Jadi Kunci Tumbuhnya UMKM Perempuan

- PNM menghadirkan program pendampingan intensif bagi perempuan prasejahtera melalui ribuan AO yang turun langsung ke lapangan, membantu akses pembiayaan dan pemberdayaan hingga tingkat akar rumput.
- Model pemberdayaan PNM menonjol karena menggabungkan pembiayaan tanpa agunan dengan edukasi usaha, penguatan kelompok perempuan, serta kunjungan rutin untuk memastikan pertumbuhan usaha berkelanjutan.
- Kehadiran AO menjadi ruang belajar dan dukungan emosional bagi nasabah, mendorong kepercayaan diri serta kemandirian perempuan pelaku usaha ultra mikro di berbagai daerah Indonesia.
Bandung, IDN Times - Akses layanan keuangan masih menjadi tantangan bagi banyak perempuan prasejahtera di berbagai daerah Indonesia. Tidak sedikit pelaku usaha ultra mikro yang sebelumnya merasa kesulitan mendapatkan pembiayaan karena keterbatasan akses, informasi, hingga rasa takut memulai usaha.
Kondisi tersebut perlahan berubah seiring hadirnya program pendampingan yang dijalankan PT Permodalan Nasional Madani (PNM). Perusahaan pelat merah itu tidak hanya menyediakan pembiayaan tanpa agunan, tetapi juga membangun sistem pemberdayaan yang menyasar langsung masyarakat akar rumput.
Pendampingan dilakukan secara intensif oleh account officer (AO) yang rutin menemui nasabah di berbagai wilayah, mulai dari teras rumah warga hingga balai pertemuan kampung. Kehadiran mereka disebut menjadi bagian penting dalam membangun keberanian dan kemandirian usaha perempuan prasejahtera.
Melalui pertemuan kelompok rutin, para nasabah juga mendapatkan edukasi sederhana terkait pengelolaan usaha, disiplin keuangan, hingga penguatan rasa percaya diri dalam menjalankan usaha ultra mikro yang menopang kebutuhan keluarga sehari-hari.
1. Pendampingan dilakukan langsung hingga tingkat akar rumput

PNM menilai proses pemberdayaan masyarakat tidak cukup dilakukan hanya melalui penyaluran modal. Karena itu, pendekatan pendampingan lapangan menjadi salah satu fokus utama dalam mendukung pertumbuhan usaha nasabah.
Puluhan ribu AO diterjunkan langsung ke berbagai daerah untuk memastikan proses pembiayaan berjalan aman sekaligus membantu nasabah mengembangkan usaha secara bertahap. Pertemuan rutin juga menjadi ruang belajar bersama bagi para perempuan pengusaha ultra mikro.
Hingga saat ini, PNM tercatat telah memiliki 3.655 kantor layanan yang menjangkau sekitar 22,9 juta pengusaha ultra mikro di hampir seluruh provinsi Indonesia, mulai dari Sabang hingga Merauke.
2. Pendampingan disebut jadi pembeda layanan PNM

Model pemberdayaan yang dijalankan PNM dinilai berbeda dibanding layanan keuangan konvensional lainnya. Selain memberikan akses pembiayaan, perusahaan juga menekankan pentingnya proses pendampingan yang berkelanjutan.
Pendampingan tersebut mencakup edukasi sederhana terkait pengelolaan usaha, penguatan kelompok perempuan, hingga kunjungan rutin untuk memastikan usaha nasabah dapat berkembang secara produktif dan bertanggung jawab.
Model pendampingan tersebut dinilai menjadi salah satu pembeda utama PNM dibanding layanan keuangan konvensional lainnya. Mereka menilai, PNM menilai keberhasilan pemberdayaan masyarakat prasejahtera memerlukan kehadiran langsung di tengah masyarakat. Pendekatan itu diyakini mampu menciptakan dampak sosial yang lebih nyata dan berkelanjutan.
3. Kehadiran AO jadi ruang belajar bagi nasabah

Bagi banyak nasabah, keberadaan AO tidak hanya dipandang sebagai petugas lapangan semata. Mereka juga dianggap sebagai pendamping yang membantu mendengarkan persoalan usaha sekaligus memberikan motivasi di tengah keterbatasan ekonomi.
Melalui pendekatan yang lebih personal, para perempuan pelaku usaha ultra mikro disebut memiliki ruang untuk belajar dan berkembang secara bertahap. Pendekatan ini juga diharapkan mampu memperkuat kepercayaan diri nasabah dalam menjalankan usaha.
“Bagi banyak nasabah, kehadiran AO bukan sekadar petugas lapangan, melainkan sahabat belajar yang hadir mendengar persoalan usaha dan memberikan motivasi di tengah berbagai keterbatasan ekonomi,” tulis PNM dalam keterangan yang sama.


















