Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Klasterisasi Pala Didorong untuk Perkuat Ekonomi Perempuan

Klasterisasi Pala Didorong untuk Perkuat Ekonomi Perempuan
Klasterisasi Pala Didorong untuk Perkuat Ekonomi Perempuan (Dok. PNM)
Intinya Sih
  • PNM bersama KPPPA mendorong klasterisasi pala di Kabupaten Ngada untuk memperkuat ekonomi perempuan prasejahtera melalui pengembangan usaha berbasis potensi lokal.
  • Program ini mencakup pendampingan bagi pelaku usaha perempuan, mulai dari pengolahan hingga pemasaran produk pala agar memiliki nilai tambah dan akses pasar lebih luas.
  • Inisiatif tersebut sejalan dengan konsep One Village One Product (OVOP) guna mengoptimalkan kekayaan lokal serta meningkatkan kemandirian dan kesejahteraan ekonomi masyarakat desa.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kabupaten Ngada, Nusa Tenggara Timur, menjadi salah satu wilayah yang memiliki potensi besar dari komoditas pala. Selama ini, pala menjadi sumber penghidupan masyarakat desa, meski sebagian besar hasil panen masih dijual dalam bentuk mentah dengan nilai ekonomi yang terbatas.

Melihat potensi tersebut, PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mendorong pengembangan klasterisasi usaha berbasis potensi lokal untuk memperkuat pemberdayaan ekonomi perempuan prasejahtera. Program ini dijalankan melalui kolaborasi bersama Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (KPPPA).

Pendekatan klasterisasi dilakukan dengan membangun ekosistem usaha yang lebih menyeluruh, mulai dari budidaya, pengolahan, hingga pemasaran produk pala. Langkah ini diharapkan mampu meningkatkan nilai tambah komoditas lokal sekaligus membuka peluang usaha yang lebih berkelanjutan bagi masyarakat desa.

Selain memperkuat ekonomi lokal, program tersebut juga diarahkan untuk mendukung pemberdayaan perempuan di wilayah pedesaan agar memiliki akses yang lebih luas terhadap pengembangan usaha dan pasar.

1. Pala dinilai punya potensi ekonomi lebih besar

ilustrasi pengelolaan keuangan (pexels.com/Ahsanjaya)
ilustrasi pengelolaan keuangan (pexels.com/Ahsanjaya)

PNM menilai pala di Kabupaten Ngada memiliki peluang besar untuk dikembangkan menjadi produk bernilai tambah. Selama ini, hasil panen masyarakat masih banyak dipasarkan dalam bentuk bahan mentah sehingga keuntungan yang diperoleh belum optimal.

Melalui program klasterisasi, perempuan pelaku usaha ultra mikro didorong untuk mengembangkan produk olahan pala dengan kualitas yang lebih baik dan daya saing yang lebih tinggi.

Direktur Utama PNM, Kindaris, mengatakan perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga maupun komunitas di daerah.

“Perempuan memiliki peran penting dalam menggerakkan ekonomi keluarga dan komunitas. Kami ingin mendorong perempuan di daerah memiliki kesempatan lebih luas untuk berkembang dengan memanfaatkan potensi lokal yang dimiliki, termasuk komoditas pala di Ngada,” ujarnya.

2. Pendampingan usaha dilakukan hingga akses pasar

Klasterisasi Pala Didorong untuk Perkuat Ekonomi Perempuan (Dok. PNM)
Klasterisasi Pala Didorong untuk Perkuat Ekonomi Perempuan (Dok. PNM)

Program ini juga melibatkan pendampingan bagi nasabah PNM Mekaar, khususnya perempuan pengusaha ultra mikro di wilayah Ngada. Pendampingan dilakukan mulai dari penguatan kapasitas usaha, proses pengolahan pala, hingga strategi pengemasan produk.

Selain itu, peserta juga mendapatkan dukungan untuk memperluas akses pasar agar produk olahan pala memiliki peluang penjualan yang lebih besar dan berkelanjutan.

Kindaris menilai pengembangan klaster usaha berbasis komoditas lokal dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru bagi masyarakat desa.

“Melalui berbagai program pendampingan dan pengembangan klaster usaha, kami berharap potensi lokal di berbagai daerah dapat menjadi sumber pertumbuhan ekonomi baru yang berdampak langsung pada kesejahteraan masyarakat,” katanya.

3. Program diarahkan dukung konsep OVOP

ilustrasi mahasiswa dan warga desa (freepik.com/wirestock)
ilustrasi mahasiswa dan warga desa (freepik.com/wirestock)

Pengembangan klasterisasi pala di Ngada juga diharapkan dapat mendukung konsep One Village One Product (OVOP), yakni pengembangan ekonomi desa berbasis produk unggulan lokal yang memiliki nilai tambah dan daya saing.

Melalui konsep tersebut, setiap daerah didorong untuk mengoptimalkan kekayaan alam dan kearifan lokal menjadi produk unggulan yang mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.

Kolaborasi antara PNM dan KPPPA ini sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat kemandirian ekonomi perempuan di daerah dengan memanfaatkan potensi sumber daya alam setempat. Program ini juga melanjutkan inisiatif pemberdayaan sebelumnya yang dijalankan PNM untuk memperluas dampak pendampingan bagi pelaku UMKM perempuan di Indonesia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More