Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ini Peran 13 Tersangka Kericuhan May Day di Bandung

Ini Peran 13 Tersangka Kericuhan May Day di Bandung
Jumlah Tersangka Kericuhan saat Mayday di Cikapayang Bandung Jadi 13 Orang. (IDN Times/Debbie Sutrisno).
Intinya Sih
  • Polisi menetapkan 13 tersangka terkait kericuhan aksi May Day 2026 di Bandung, dengan peran mulai dari perencana, pembuat molotov, hingga pembakar fasilitas umum.
  • RR alias Mpe disebut sebagai otak aksi dan pemimpin kelompok anarko ‘Selatan Ayaan’, sementara RN, FN, FA, dan HI berperan aktif dalam pembuatan serta pelemparan molotov.
  • Beberapa pelajar dan mahasiswa turut terlibat dalam aksi ricuh ini, sedangkan satu tersangka lain berinisial S ditetapkan sebagai penjual obat-obatan terlarang yang dikonsumsi sebagian pelaku.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Polisi mengungkap peran 13 tersangka dalam kasus kericuhan aksi May Day 2026 di kawasan Cikapayang, Kota Bandung. Total 13 tersangka yang ditetapkan tersebut berinisial RN alias Kuplay, FN, FA, HI, RS, CA, RR alias Mpe, I alias Pablo, D alias Dilan, HR, RA, MI, dan S.

Dari hasil penyelidikan para tersangka diduga memiliki tugas masing-masing mulai dari perencanaan aksi, pembuatan bom molotov, distribusi logistik, hingga pembakaran fasilitas umum.

Dirreskrimum Polda Jabar, Kombes Ade Sapari mengatakan, sejumlah tersangka juga disebut tergabung dalam grup WhatsApp “Bandung Selatan Ayaan”, “Jumat Bersih”, dan “Kluster Banjaran” yang dipakai untuk mengatur titik kumpul serta koordinasi aksi.

1. RR alias Mpe jadi perencana aksi

WhatsApp Image 2026-05-01 at 18.54.01.jpeg
Sekelompok Pendemo Ricuh di Dago Cikapayang, Bakar Pos Polisi, dok. istimewa

Ade menyebut, Rr alias Mpe berperan sebagai ketua kelompok anarko “Selatan Ayaan” yang bergerak di wilayah Baleendah dan Banjaran. Ia diduga menjadi perencana aksi demo May Day 2026 di Kota Bandung.

Selain itu, Rr disebut memberikan uang untuk pembuatan molotov dan logistik helm proyek. Ia juga diduga mengajarkan cara membuat molotov di kediamannya serta memberikan pemahaman mengenai “security culture” agar peserta aksi tidak terdeteksi aparat.

"Rr memegang akun Instagram “Selatan Ayaan” yang berisi propaganda anarki melawan aparat serta mengumpulkan alat komunikasi peserta aksi sebelum demonstrasi berlangsung," kata Ade dalam konferensi pers di Mapolda Jabar, Selasa (12/5/2026).

2. RN alias Kuplay diduga kumpulkan massa dan lempar molotov

IMG_20260501_212214.jpg
Pembakaran pos polisi oleh massa di Kota Bandung. IDN Times/Istimewa

Selain itu, ada juga RN alias Kuplay yang diduga ikut membuat molotov di rumah Rr alias Mpe. Polisi menyebut ia melempar molotov dua kali ke arah videotron saat aksi berlangsung.

RN disebut mengumpulkan massa dari wilayah Baleendah dan membagikan helm dengan stiker “Jaringan Konspirasi Sel-Sel Api”. Ia juga diduga membeli obat psikotropika di Apotek Depo Medika lalu membagikannya kepada tersangka HI dan FA.

RN mengonsumsi alprazolam sebelum aksi berlangsung dan tergabung dalam grup WhatsApp “Bandung Selatan Ayaan” serta “Jumat Bersih”.

Kemudian ada FN yang berprofesi sebagai barista disebut ikut membuat molotov dengan tugas memasang sumbu. Ia juga diduga melakukan satu kali pelemparan molotov ke arah videotron.

Selain itu, polisi menyebut FN mengonsumsi alprazolam sebelum mengikuti aksi May Day. Ia juga tergabung dalam grup WhatsApp “Bandung Selatan Ayaan”.

3. Ada pelaku bawa molotov dan ikut bakar water barrier

IMG_20260501_212223.jpg
Pembakaran pos polisi oleh massa di Kota Bandung. IDN Times/Istimewa

Untuk tersangka FA dalam aksinya membawa empat molotov di dalam tas biru merek Kanken yang kemudian dibagikan kepada RN dan FN. Ia juga menyediakan sepeda motor Honda Beat untuk operasional kelompok.

Dalam aksi ricuh tersebut, FA diduga ikut membakar water barrier dan menutup jalan di perempatan Cikapayang. Polisi juga menyebut ia melempar molotov satu kali ke arah videotron. Dia diketahui tergabung dalam grup WhatsApp “Bandung Selatan Ayaan”.

Kemudian ada HI yang membeli 20 botol bekas merek Cap Orang Tua seharga Rp10 ribu untuk dijadikan molotov. Ia juga membawa tas carrier merek Eiger milik RR yang berisi 20 botol molotov, terdiri dari 10 botol berisi bensin dan 10 botol kosong.

Molotov tersebut kemudian dibagikan kepada sejumlah tersangka lain, termasuk FA, FN, dan RN. Polisi menyebut sisa molotov dibawa oleh tersangka D. Dalam aksi tersebut, HI juga diduga melempar molotov ke arah videotron, namun mengenai warung dan pos polisi di bawah videotron.

4. Sejumlah pelajar dan mahasiswa ikut terlibat

IMG_20260501_200415.jpg
Kerusuhan di Kota Bandung di mana massa melakukan pembakaran hingga sweaping warga. IDN Times/Debbie Sutrisno

RS yang masih berstatus pelajar disebut menyimpan satu molotov dan melemparkannya ke arah videotron serta pos polisi satu kali. Ia juga diduga merusak tenda di pos lalu lintas Cikapayang.

Sementara CA yang berstatus mahasiswa disebut menyimpan satu molotov dan ikut melakukan pelemparan ke arah videotron serta pos polisi.

Tersangka HR diduga mendorong tenda pos lantas ke arah api hingga terbakar dan melakukan blokade jalan bersama enam orang lainnya.

Ada juga RA yang berstatus pelajar atau mahasiswa disebut tergabung dalam grup WhatsApp “Selatan Ayaan” dan “Jumat Bersih”. Ia diduga ikut membakar tenda pos lantas dan water barrier.

Sementara MI disebut membawa jeriken berisi minyak tanah dan tongkat polisi saat aksi berlangsung. Ia juga diduga menuangkan minyak tanah ke water barrier sebelum membakarnya.

Di sisi lain ada D yang menjadi anggota grup WhatsApp “Jumat Bersih” dan “Kluster Banjaran” untuk mengoordinasikan titik kumpul massa. Ia juga diduga mendorong water barrier yang kemudian dibakar massa serta membeli logistik berupa masker dan sarung tangan proyek.

5. Ungkap adanya penjual obat terlarang

IMG_20260501_200527.jpg
Petugas damkar menjinakkan kebakaran yang terjadi di Pos Polisi sekitar persimpangan jalan Tamansari, Kota Bandung. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dalam pengembangan kasus ini, polisi juga menetapkan seorang tersangka berinisial S yang berasal dari Aceh Utara. Polisi menyebut S berperan sebagai penjual obat-obatan terlarang.

Selain itu, tersangka I alias Pablo disebut menjadi koordinator lapangan kelompok “Bandung Selatan Ayaan”. Ia diduga membuat 20 molotov bersama tersangka lain pada 27 April dan 1 Mei 2026.

Pablo juga disebut menjadi admin grup WhatsApp “Jumat Bersih”, membeli logistik berupa masker dan sarung tangan proyek, serta mengibarkan bendera merah hitam bertuliskan “anti fasis” di depan water barrier yang dibakar massa.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More