Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Pakai Sandal Jepit, Dedi Mulyadi Bongkar Kios Liar di Eyckman Bandung

Pakai Sandal Jepit, Dedi Mulyadi Bongkar Kios Liar di Eyckman Bandung
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi naik mobil beko ikut tertibkan kios liar di Taman Prof. Ecykmen, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi memimpin pembongkaran sekitar 50 kios liar di kawasan Taman Prof. Eyckman Bandung untuk mengembalikan fungsi taman dan trotoar sesuai peruntukannya.
  • Pembongkaran dilakukan bersama Satpol PP dan disaksikan warga, setelah adanya keluhan dari Poltekes Kemenkes yang aksesnya sering tertutup oleh kios pedagang di area tersebut.
  • Dedi menemukan minuman keras di salah satu kios dan memastikan para pedagang mendapat uang bantuan sementara, sambil menunggu solusi relokasi bersama Pemkot Bandung.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Puluhan kios di sekitar Taman Prof. Eyckman, Kota Bandung dibongkar oleh Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, Selasa (12/5/2026) pukul 15:00 WIB. Pembongkaran dilakukan menggunakan mobil beko dengan pengawasan langsung gubernur.

Berdasarkan pengamatan IDN Times di lokasi, para pedagang ini sudah terlebih dahulu mengeluarkan semua perabotan di dalam kios, mobil truk pengangkut material pun diparkiran di area sekitar kios.

Petugas gabungan dari Satpol PP Jawa Barat pun turun dan ikut membongkar menggunakan linggis dan lainnya. Para pedagang dan masyarakat sekitar ikut melihat langsung pembongkaran dan menyambut Dedi Mulyadi.

1. 50 kios ditertibkan

IMG-20260512-WA0034.jpg
Penertiban kios liar di Taman Prof. Ecykmen, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Mengenakan kaus oblong, celana putih serta sandal jepit, Dedi Mulyadi turut datang langsung mengawasi jalannya pembongkaran kios. Dia pun berdiri disamping operator mobil berko guna memastikan bangunan kios benar-benar rata.

"Jadi kita mengembalikan seluruh area sesuai fungsinya. Trotoar sesuai fungsinya, taman sesuai fungsinya yang hampir 35 tahun saya tadi tanya, dibangun tapi tidak difungsikan," kata Dedi.

Selain pengembalian fungsi taman, pembongkaran ini juga berdasarkan keluhan dari pihak Poltekes Kementerian Kesehatan yang merasa kerap kesulitan akses saat hendak masuk pintu gerbang karena area tersebut kerap kali ditutup.

"Termasuk ini keluhan dari Poltekes, mereka tertutup. Bahkan mau keluar mereka gak bisa, keburu digembok oleh yang jualan," ucapnya.

2. Dedi Mulyadi beri uang pedagang yang diklaim cukup untuk dua bulan

IMG-20260512-WA0036.jpg
Penertiban kios liar di Taman Prof. Ecykmen, Kota Bandung, Selasa (12/5/2026). (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Dedi pun merasa kaget saat melakukan penertiban ditemukan ada berdus-dus minuman keras dari salah satu kios. Dia merasa, hal tersebut sangat meresahkan dan tidak etis karena banyak bangunan milik negara di area tersebut.

"Kemudian di sini minuman keras tadi hampir satu boks mobil ditemukan mereka biasa mabok di sini. Total ada sekitar 50 bangunan kios ditertibkan," katanya.

Disinggung mengenai biaya kompensasi dan kemungkinan relokasi para pedagang, Dedi tidak bisa menjelaskan lebih rinci. Dia hanya memastikan Pemprov Jabar turut memberikan uang dan cukup untuk beberapa bulan ke depan.

"Tanya sama mereka saja. Yang jelas mereka selama sebulan cukup buat makan. (Relokasi) nanti kita cari dengan Pemkot Bandung karena kan kalau persoalan penempatan ini kewenangan pemkot. Pemkot asetnya kalau itu (jalan) pemprov," tuturnya.

3. Relokasi akan dikoordinasikan dengan Pemkot Bandung

IMG-20260512-WA0040.jpg
Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi naik mobil beko ikut tertibkan kios liar di Taman Prof. Ecykmen, Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Persoalan relokasi ini, kata Dedi akan dibahas lebih lanjut bersama dengan Pemkot Bandung. Menurut dia, terpenting saat ini para pedagang sudah diberikan uang untuk beberapa bulan ke depan.

"Nanti kita carikan solusi yang penting mereka pulang ke rumah bekel makan sebulan cukup itu dulu. Nanti kita diskusi apa yang dilakukan bagaimana ibu kota provinsi jawa barat ini kelihatan bersih rapih dan indah tapi masyarakat ekonominya berjalan," jelasnya.

Salah satu penjual bakso yang kiosnya dibongkar, Parto (50) turut menerima pembongkaran ini karena, dia merasa memang salah berjualan di lahan milik pemerintah. Hanya saja, dia sempat kaget karena belum ada pemberitahuan sebelumnya.

"Saya jualan sudah bertahun-tahun. Sebelumnya gak ada pemberitahuan, ini saya terima saja soalnya tanah pemerintah," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Martin Tobing
EditorMartin Tobing
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More