909 Ribu Kursi Dipersiapkan Disdik Jabar untuk Gelaran SPMB 2026

- Disdik Jabar menyiapkan 909 ribu kursi untuk SPMB 2026/2027 bagi jenjang SMA, SMK, SLB, dan Sekolah Maung dengan pendaftaran dimulai pertengahan Mei 2026.
- Jumlah lulusan SMP dan MTs di Jabar mencapai sekitar 826 ribu siswa, sementara daya tampung sekolah mencapai lebih dari 909 ribu kursi sehingga dinilai mencukupi.
- Disdik Jabar membentuk TMO di tiap kabupaten/kota guna memastikan kelancaran input data digital siswa serta kolaborasi lintas instansi dalam pelaksanaan SPMB.
Bandung, IDN Times - Dinas Pendidikan (Disdik) Jawa Barat (Jabar) mulai mempersiapkan gelaran Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) tahun ajaran baru 2026/2027, untuk jenjang, SMA, SMK, SLB dan Sekolah Manusia Unggul (Maung). Waktu pendaftarannya akan digelar pada pertengahan bulan ini.
Kepala Disdik Jabar, Purwanto mengatakan, para lulusan SMP dan MTs di seluruh Jawa Barat bisa mengikuti SPMB dengan mendaftarkan terlebih dahulu ke laman online yang sudah disediakan.
Khusus pendaftaran Sekolah Maung akan digelar terpisah, karena di dalamnya ada tes non-akademik. Sehingga, akan berbeda dengan pendaftaran sekolah reguler lainnya.
"Target kita, penginputan perminatan yang akan berlangsung dari tanggal 25 Mei untuk Sekolah Maung dan 29 Mei untuk sekolah reguler itu semuanya sudah bisa di-input oleh anak-anak kita di tiap kabupaten/kota," ujar Purwanto, Rabu (13/5/2026).
1. Pastikan tidak ada masalah untuk daya tampung

Dia menjelaskan, Gubernur Jabar Dedi Mulyadi meminta agar seluruh lulusan SMP dan MTs di Jabar didata, berapa jumlah yang akan melanjutkan pendidikan ke SMA, SMK, maupun MA, baik negeri maupun swasta pada tahun ajaran baru ini.
Menurutnya, jumlah lulusan SMP dan MTs di Jabar mencapai 826.996 siswa, sedangkan daya tampung SMA, SMK, dan MA mencapai 909.183 siswa. Oleh karena itu, secara umum daya tampung dinilai mencukupi.
"Dari sisi daya tampung sebenarnya tidak ada masalah. Kalau semuanya masuk ke SMA, SMK, dan MA, itu akan tertampung," katanya.
2. Sebanyak 826 ribu lulusan SMP dan sederajat harus sudah punya akun pendaftaran SPMB masing-masing

Namun, Purwanto menilai, tantangan utama dalam pelaksanaan SPMB bukan hanya soal daya tampung, melainkan pemetaan minat siswa, distribusi peserta didik, jarak, hingga keberlanjutan pendidikan siswa.
Oleh karena itu, Disdik Jabar menyiapkan tahapan pemetaan sebagai bagian penting dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Seluruh lulusan SMP dan MTs nantinya melakukan input peminatan dan pilihan sekolah tujuan melalui akun digital masing-masing. Distribusi akun digital akan dilakukan pada 18–22 Mei 2026.
"Semua 826 ribu lulusan di Jawa Barat ini harus mempunyai akun masing-masing," katanya.
3. Bentuk tim pengawasan di kabupaten dan kota

Purwanto juga meminta seluruh kepala dinas pendidikan kabupaten/kota, kepala cabang dinas, kepala sekolah, pengawas, hingga Kementerian Agama dapat berkolaborasi aktif membantu proses penginputan data siswa.
Untuk memperkuat koordinasi tersebut, Disdik Jabar akan membentuk team management office (TMO) di setiap kabupaten/kota yang melibatkan unsur dinas pendidikan, cabang dinas, Kementerian Agama wilayah, MKKS SMP, serta Kelompok Kerja Madrasah (KKM).
"TMO ini untuk memastikan bahwa tim efektif kita bekerja dengan baik di tingkat kabupaten/kota," ucapnya.
Selain memastikan kelancaran SPMB, Kadisdik juga menegaskan pentingnya pendataan siswa yang tidak melanjutkan pendidikan. Menurutnya, hal tersebut menjadi bagian dari tanggung jawab bersama dalam pelayanan pendidikan di Jabar.


















