Kota Bandung Didorong Jadi Percontohan Penanganan Anak Zero Dose

- Kemenkes mendorong Bandung jadi contoh nasional dalam penanganan anak zero dose, mengingat masih ada jutaan anak Indonesia belum mendapat imunisasi dasar seperti campak, polio, dan DPT.
- Wamenkes Dante memuji capaian Jawa Barat yang berhasil menurunkan jumlah anak zero dose hampir 40 ribu dalam setahun, serta menilai kesehatan anak sebagai investasi masa depan bangsa.
- Wali Kota Bandung Farhan menyoroti tantangan penolakan vaksin dan disinformasi, menyerukan kolaborasi lintas sektor agar semua anak memperoleh hak imunisasi dasar secara merata.
Bandung, IDN Times - Kementerian Kesehatan mendorong Pemkot Bandung bisa menjadi contoh wilayah tanpa anak mendapatkan vaksin (zero dose). Sebab, anak yang tidak mendapatkan vaksin termasuk imunisasi menjadi ancaman serius dalam kesehatan mereka di masa depan.
Wakil Menteri Kesehatan RI, Dante Saksono Harbuwono menyebut bahwa Indonesia masih menghadapi ancaman serius akibat tingginya jumlah anak yang belum tersentuh imunisasi.
Ia menyebut pada tahun 2025 terdapat sekitar 2,3 juta anak di Indonesia yang masuk kategori zero dose. Anak-anak tersebut belum mendapatkan imunisasi campak, polio, DPT, maupun imunisasi dasar lainnya.
“Cakupan imunisasi nasional memang sudah sekitar 80 persen, tetapi untuk menciptakan kekebalan komunal dibutuhkan minimal 90 persen,” jelas Dante di Bandung, Selasa (12/5/2026).
1. Kesehatan anak jadi investasi

Ia menilai munculnya kasus campak dan sejumlah penyakit menular lain, menunjukkan masih adanya celah perlindungan imunisasi di masyarakat.
Dante pun mengapresiasi capaian Provinsi Jawa Barat yang berhasil menurunkan jumlah anak zero dose dari sekitar 102 ribu anak menjadi 67 ribu anak hanya dalam waktu satu tahun.
“Penurunannya hampir 40 ribu anak. Ini capaian yang luar biasa,” katanya.
Menurut Dante, Bandung memiliki peluang besar menjadi contoh nasional dalam penanganan anak zero dose melalui inovasi pelayanan kesehatan, penguatan Posyandu, serta kolaborasi lintas sektor.
Dante menegaskan menjaga kesehatan anak-anak merupakan investasi penting untuk masa depan bangsa. Ia berharap kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dapat memastikan seluruh anak mendapatkan hak dasar kesehatan secara merata.
2. Masih ada kelompok yang menolak vaksin

Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan mengungkap berbagai tantangan kesehatan yang dihadapi Kota Bandung. Salah satunya yaitu Zero Dose yaitu anak yang belum pernah menerima satu pun dosis vaksin imunisasi dasar rutin, khususnya vaksin DPT-1 (difteri, pertusis, tetanus) pada tahun pertama kehidupannya.
“Fenomena anak zero dose bukan sekadar angka statistik. Di balik istilah itu ada masa depan anak-anak yang harus kita jaga bersama,” ungkap Farhan.
Farhan juga menyinggung tantangan besar berupa penolakan vaksin dan disinformasi yang berkembang di masyarakat. Ia mengakui masih adanya kelompok masyarakat yang menolak imunisasi karena perbedaan pandangan maupun pengaruh informasi yang tidak tepat.
3. Anak-anak harus dapat hak imunisasi

Menurutnya, persoalan tersebut tidak bisa diselesaikan hanya oleh pemerintah atau tenaga kesehatan. Dibutuhkan keterlibatan tokoh masyarakat, tokoh agama, Posyandu, akademisi, media, hingga pengurus kewilayahan seperti RW untuk membangun kesadaran bersama.
“Kerja sama 360 derajat menjadi sangat penting agar anak-anak kita tidak kehilangan hak mendapatkan imunisasi dasar,” ujarnya.


















