Kebutuhan Hewan Kurban di Cimahi Ditargetkan Mencapai 4.246 Ekor

- Dinas Pangan dan Pertanian Kota Cimahi menargetkan kebutuhan hewan kurban Idul Adha 1447 H sebanyak 4.240 ekor, terdiri dari sapi, kambing, dan domba tanpa peningkatan signifikan dari tahun lalu.
- Pemeriksaan kesehatan dan legalitas hewan dilakukan masif oleh Dispangtan Cimahi karena sebagian besar pasokan berasal dari luar daerah seperti Bandung Barat, Sumedang, hingga Madura.
- DKPP Jawa Barat memproyeksikan kenaikan permintaan sapi 21 persen dan domba 19 persen pada 2026, dengan sekitar 70 persen pasokan masih bergantung dari luar provinsi.
Cimahi, IDN Times - Kebutuhan hewan kurban untuk Kota Cimahi tidak mengalami peningkatan yang signifikan dibandingkan tahun sebelumnya. Dinas Pangan dan Pertanian (Dispangtan) Kota Cimahi menargetkan Kebutuhan hewan untuk Idul Adha 1447 H/2026 Masehi ini sebanyak 4.240 ekor.
"Targetnya tidak jauh berbeda (4.240) untuk rincian hewan kurbannya seperti biasa, sapi, kambing, domba," ujar Kepala Dispangtan Kota Cimahi, Tita Mariam, Senin (11/5/2026).
Dari target tersebut, petugas dari Dispangtan Kota Cimahi akan melakukan penyisiran tempat-tempat penjualan hewan kurban dan pemeriksaan mulai pekan ini.
"Kami siapkan 3.600 ekor untuk hewan kurban yang dijual di Kota Cimahi. Kita mulai pekan ini pemeriksaan," ucapnya.
1. Mayoritas hewan kurban di Cimahi berasal dari luar Jabar

Lebih lanjut, Tita mengatakan, hewan-hewan kurban yang dijual di Kota Cimahi mayoritas berasal dari luar daerah, bahkan luar provinsi. Sehingga, pemeriksaan harus dilakukan secara masif untuk memastikan legalitas maupun kesehatan hewan.
"Dipasok biasanya dari Kabupaten Bandung Barat, Sumedang, Purwakarta, Ciamis, Madura, Bondowoso hingga Gunung Kidul. Tentu yang masuk harus disertai surat keterangan kesehatan hewan (SKKH)," ujarnya.
Petugas akan melakukan penyisiran dan pemeriksaan hingga sehari sebelum idul adha. Berkaca dari tahun-tahun yang telah lalu, terdapat hewan-hewan kurban yang masuk dan dijual di Kota Cimahi sehari sebelum hari raya.
"Ada hewan kurban yang datangnya saat H-1 yang belinya bukan dari penjual di Kota Cimahi, akan disisir sebelum di potong oleh petugas di DKM," kata dia.
2. Kebutuhan hewan kurban di Jabar justru naik

Sementara, Dinas Ketahanan Pangan dan Peternakan (DKPP) Provinsi Jawa Barat memastikan kebutuhan hewan kurban untuk Idul Adha tahun ini diprediksi mengalami kenaikan dibandingkan tahun sebelumnya.
Kepala Bidang Kesehatan Hewan (Keswan) dan Kesehatan Masyarakat Veteriner (Kesmavet) DKPP Jabar, Suprijanto, mengatakan peningkatan kebutuhan hewan kurban di Jabar telah mengalami peningkatan sejak 2017.
"Proyeksi kita, ada kenaikan untuk sapi itu 21 persen. Tahun lalu sekitar 100 ribuan, proyeksinya 2026 ini 120 ribuan," kata Suprijanto saat dihubungi, Kamis (30/4/2026).
Selain sapi, permintaan untuk domba juga berpotensi akan mengalami peningkatan di tahun ini. DKPP Jabar melihat peluang kenaikannya berada di kisaran 19 persen atau sekitar 223.800 hewan pada tahun ini.
"Kambing diproyeksikan turun. Sekitar lima persen. Dari sebelumnya 63 ribuan, sekarang 60 ribuan," kata dia.
3. Diupayakan 20 sampai 30 persen hewan kurban berasal dari dalam provinsi

Meski begitu, Suprijanto menyampaikan, Jabar belum mampu memenuhi kebutuhan hewan kurban secara mandiri, dan membutuhkan beberapa dari luar provinsi lainnya.
"70 persen masih dipasok dari luar Jabar. Antaranya dari Jawa Timur, Nusa Tenggara Timur dan Nusa Tenggara Barat. Sapi dari 120 ribu, proyeksi kita estimasinya itu sekitar 20-30 persen dari dalam Jawa Barat. Nah yang 70 persen memang dipasok dari luar. Itu sudah berlangsung sejak tiga bulan lalu," tuturnya.
Suprijanto menuturkan, dari sekitar 450 ribuan hewan yang akan didistribusi untuk kurban Idul Adha tahun ini, mayoritas menuju Kota Bandung, dibandingkan beberapa daerah lainnya yang ada di Jawa Barat.
Sementara, mengenai kasus penyakit mulut dan kuku (PMK) pada hewan kurban, dia mengatakan, pada tahun ini tidak masif seperti sebelumnya, karena adanya perubahan strategi yang dilakukan dalam dua tahun terakhir.
"Strateginya itu namanya bulan vaksinasi. Ada dua kali setahun. Januari-Maret sama Juli-September. Itu ternyata, Alhamdulillah cukup berhasil," ucapnya.
Dengan begitu, dari proyeksi sebanyak 450 ribuan ekor hewan kurban yang masuk Jabar dari Januari hingga 17 April 2026, hanya ada sekitar 500 kasus aktif untuk kasus PMK.

















![[QUIZ] Setujukah Kamu, Sampah Harus Diselesaikan dari Rumah?](https://image.idntimes.com/post/20260309/upload_d6b6fdb20b7c692e43e3fa69111e2b69_2ed91938-e5e8-4843-974e-2f2224045f1f.jpeg)