Kemenkes: Hantavirus di Kapal Pesiar MV Hondius Belum Masuk Indonesia

- Kemenkes menegaskan Hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius belum masuk ke Indonesia dan belum ditemukan kasus Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS).
- Jenis Hantavirus yang ada di Indonesia adalah HFRS dengan 23 kasus sejak 2023 dan tingkat kematian sekitar 15 persen, jauh lebih rendah dibandingkan HPS.
- Wamenkes Dante menjelaskan penularan HFRS terjadi lewat kencing tikus terutama saat banjir, serta memastikan pemantauan terus dilakukan terhadap perkembangan kasus dari kapal pesiar tersebut.
Bandung, IDN Times - Penyebaran Hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius dipastikan belum masuk ke Indonesia. Kementerian Kesehatan (Kemenkes) sampai saat ini masih belum menemukan adanya sebaran Hantavirus Pulmonary Syndrome (HPS) tersebut.
Menurut Wakil Menteri Kesehatan, Dante Saksono Harbuwono, jenis virus yang ditemukan di Indonesia saat ini yaitu Hantavirus Fever with Renal Syndrome (HFRS). Sementara untuk HPS belum ditemukan.
"Hantavirus yang ditemukan di kapal pesiar itu belum masuk ke Indonesia," ujar Dante di Kota Bandung, Selasa (12/5/2026).
1. Hantavirus secara umum penularannya melalui tikus

Adapun Hantavirus jenis HFRS di Indonesia ini sudah ada sebanyak 23 kasus sejak 2023. Tingkat kematiannya pun tergolong rendah yaitu sekitar 15 persen. Sementara untuk HPS bisa mencapai 60 hingga 80 persen.
Dante mengatakan, penyebaran Hantavirus jenis HFRS ini terjadi melalui perantara tikus yang mana masyarakat bisa tertular dari kencing hewan tersebut, dan biasanya terjadi saat kondisi banjir.
"Hantavirus itu ada reservoir atau perantaranya, yaitu tikus. Jadi rumah yang kotor dan banyak air kencing tikusnya, terutama setelah banjir, bisa menyebabkan hantavirus," kata dia.
2. Hantavirus beda dengan leptospirosis

Gejala yang dialami pasien HFRS, kata Dante tidak jauh berbeda dengan Leptospira penyakit zoonosis yang mana penularannya melalui air kencing tikus. Namun, dia memastikan Hantavirus berbeda karena virus bukan dari bakteri.
"Sekarang setiap kasus yang dicurigai leptospirosis juga diperiksa kemungkinan hantavirus. Bedanya, leptospirosis disebabkan bakteri, sedangkan hantavirus disebabkan virus," ucapnya.
Terkait kemungkinan Hantavirus ini akan menjadi pandemik seperti COVID-19, Dante mengatakan, protensi untuk hal tersebut sangat kecil.
3. Hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius diduga memiliki tingkat kematian tinggi

Meski begitu, Dante memastikan akan terus melakukan pemantauan perkembangan kasus Hantavirus dari klaster kapal pesiar MV Hondius yang diduga berjenis HPS, dengan tingkat fatalitas lebih tinggi mencapai 80 persen.
Selain itu, Hantavirus jenis tersebut juga besar kemungkinannya bisa menyerang paru-paru secara langsung dan menyebabkan gejala batuk. Hanya saja, sampai saat ini hal tersebut pun masih belum terbukti secara pasti.
"Kemungkinan itu ada, terutama pada Hantavirus Pulmonary Syndrome karena menyerang paru-paru dan menyebabkan batuk. Tetapi sampai sekarang belum terbukti. Kasus kematian di kapal pesiar itu masih diselidiki apakah memang ada penularan antar manusia atau tidak," katanya.

















