Kena Lemparan Saat Nobar Persib, Ladies Viking Majalengka Dirawat di RS

- Seorang Ladies Viking Majalengka terluka di bibir akibat lemparan serpihan paving blok saat nobar Persija vs Persib di GGM, dan langsung dilarikan ke rumah sakit.
- Korban sempat dirujuk ke beberapa rumah sakit karena kendala biaya dan ketiadaan dokter spesialis, hingga akhirnya mendapat perawatan di RSUD Cideres dengan bantuan pemerintah daerah.
- Ketua Viking Alengka menyebut insiden ini jadi pelajaran bersama, dan rencana nobar berikutnya akan dipertimbangkan kembali demi menjaga kondusivitas acara.
Majalengka, IDN Times- Acara nonton bareng (nobar) Persija vs Persib, Minggu (10/5/2026) menyisakan duka. Di balik kemenangan Maung Bandung, seorang Ladies Viking Majalengka asal Kelurahan Tonjong, Kecamatan Majalengka mengalami luka dan harus menjalani perawatan di RSUD Cideres Kabupaten Majalengka.
Korban mengalami luka pada bagian bibir setelah terkena lemparan serpihan paving blok saat nobar di GGM bersama rekan-rekannya.
"Kejadiannya saat babak pertama. Korban langsung dibawa ke RS, karena saat nobar, dua ambulans standby di lokasi," kata ketua Viking Alengka Babam Arthurrohman.
1. Dipicu ada penonton yang usil

Dijelaskan Babam, beberapa saat sebelum kejadian, sempat ada penonton yang usil. Keadaan itu memancing penonton lainnya, hingga terjadi pelemparan serpihan paving blok yang mengenai korban.
"Awalnya kan ada yang rese di sekitar korban teh. Yang rese teh mau diamanin sama anak-anak teh. Mungkin ada yang emosi pisan, lempar bekas semen paving blok. Tujuannya, ngelempar teh ke yang bikin rese. Salah sasaran, kena si teteh itu," jelas dia.
Sebelum kejadian, korban terlihat menikmati jalannya pertandingan sambil duduk. Namun saat situasi sedikit ramai, ia berdiri dan terkena lemparan.
"Awalnya si Teteh itu duduk. Pas ada yang ramai, berdiri. Bukan saling lempar, hanya sekali ada lemparan. Teman-teman gak kenal siapa yang lempar. Karena emang lagi seru nonton," jelas dia.
2. Sempat dibawa pulang dari RS, kembali jalani perawatan di RS

Usai kejadian, korban langsung dievakuasi ke pinggir area nobar untuk dirujuk ke RSUD Majalengka. Namun, setelah tiba di RSUD Majalengka, kembali dirujuk ke RS lainnya.
"Korban langsung dibawa. Karena di lokasi juga ada ambulans, dibawa ke RSUD Majalengka. Tapi dokternya, dokter spesialis lagi berangkat haji. Jadi dirujuk ke RS Mitra Plumbum Prapatan. Informasinya, gak bisa dicover BPJS Kesehatan. Memerlukan biaya yang lumayan gede untuk operasi. Katanya harus dioperasi," jelas dia.
Karena membutuhkan biaya yang lumayan besar, korban akhirnya dibawa pulang. Namun, saat ini korban dirujuk kembali ke RSUD, setelah ada komunikasi dengan pemerintah daerah.
"Mungkin karena biaya yang besar, jadi korban dibawa pulang lagi ke keluarganya. Setelah di rumah, kabar ini sampai ke Pak Bupati jadi dibawa ke RSUD Cideres. Mudah-mudahan bisa lekas sehat. Sekarang menjalani perawatan di RSUD Cideres. Ada perhatian dari pemerintah," ungkap dia.
3. Akan kembali gelar nobar?

Sementara itu disinggung tentang gelaran nobar lainnya, Babam menjelaskan awalnya Viking Alengka bakal mengglelar nobar saat laga terakhir Persib.
"Keinginan bobotoh mah pas laga terakhir lawan Jepara ada nobar. Ada kejadian ini, mungkin ada pertimbangan. Kalau diizinkan lagi, syukur alhamdulillah. Bakal dijaga kondusifitasnya. Permasalahan ini teh jadi pelajaran semua," kata dia.
Dijelaskan Babam, pihaknya beberapa kali menggelar nobar, termasuk saat Persib juara dua musim berturut-turut. Selama menggelar nobar semuanya berjalan lancar.
"Itu kejadian pas babak pertama. Secara keseluruhan mah lancar. Sudah beberapa kali, gak ada apa-apa. Lancar-lancar aja. Di laga panas teh, dikhawatirkan ada provokatornya sih," papar dia.


















