Kinerja Keselamatan Pelayaran Indonesia Kembali Diganjar Pengakuan

- Indonesia dan BKI kembali meraih predikat 'High Performance' dari Tokyo MoU 2025, menandakan konsistensi dalam menjaga standar keselamatan pelayaran nasional di kawasan Asia-Pasifik.
- Kolaborasi antara Kementerian Perhubungan, operator kapal, dan BKI dinilai berperan besar dalam menekan angka detensi kapal serta memperkuat daya saing armada Indonesia secara global.
- Status 'High Performance' diharapkan mendukung kelancaran operasional kapal berbendera Indonesia di pelabuhan internasional sekaligus meningkatkan kepercayaan mitra global terhadap kualitas armada nasional.
Bandung, IDN Times - PT Biro Klasifikasi Indonesia (BKI) kembali mempertahankan kategori “High Performance” dalam daftar kinerja Recognized Organization (RO) berdasarkan laporan tahunan Tokyo MoU 2025. Pada periode yang sama, bendera Indonesia juga berhasil mempertahankan predikat serupa dalam daftar kinerja negara bendera atau flag state.
Capaian tersebut menjadi indikator konsistensi Indonesia dalam menjaga standar keselamatan pelayaran nasional di tengah meningkatnya aktivitas maritim internasional. Penilaian Tokyo MoU sendiri menjadi salah satu acuan penting dalam pengawasan kapal di kawasan Asia-Pasifik.
Tokyo Memorandum of Understanding on Port State Control in the Asia-Pacific Region (Tokyo MoU) merupakan kerja sama regional antarnegara dalam bidang pengawasan kapal asing di pelabuhan negara anggota. Fokus utamanya meliputi keselamatan pelayaran, perlindungan lingkungan laut, hingga kondisi kerja awak kapal.
Penilaian tahun 2025 dilakukan berdasarkan akumulasi data inspeksi dan detensi kapal selama periode 2022 hingga 2025. Dalam kurun waktu tersebut, jumlah pemeriksaan terhadap kapal berbendera Indonesia tercatat relatif stabil, sementara angka detensi menunjukkan tren penurunan sejak 2023.
1. Penilaian Tokyo MoU jadi acuan keselamatan pelayaran

Predikat “High Performance” yang kembali diraih Indonesia dan BKI dinilai mencerminkan peningkatan kualitas pengawasan armada nasional. Hasil tersebut juga memperlihatkan adanya konsistensi dalam memenuhi standar internasional keselamatan pelayaran.
Tokyo MoU selama ini menjadi forum penting bagi negara-negara Asia-Pasifik dalam melakukan pengawasan terhadap kapal asing yang masuk ke pelabuhan. Sistem ini bertujuan memastikan kapal memenuhi regulasi internasional terkait keselamatan dan perlindungan lingkungan.
“Capaian ini menunjukkan konsistensi berbagai pihak dalam mendukung peningkatan keselamatan pelayaran nasional dan penguatan kualitas armada Indonesia di tingkat internasional,” tulis keterangan resmi BKI.
Selain menjadi pengakuan internasional, status “High Performance” juga berpengaruh terhadap tingkat kepercayaan global terhadap armada berbendera Indonesia yang beroperasi di berbagai jalur pelayaran dunia.
2. Kolaborasi pemangku kepentingan dinilai berperan penting

Keberhasilan mempertahankan predikat tersebut disebut tidak terlepas dari kolaborasi sejumlah pihak di sektor maritim. Mulai dari regulator, operator kapal, hingga lembaga klasifikasi disebut memiliki kontribusi terhadap peningkatan standar keselamatan.
Kementerian Perhubungan RI sebagai regulator bersama pemilik dan operator kapal dinilai terus mendorong peningkatan kepatuhan terhadap standar pelayaran internasional. Sementara itu, BKI berperan sebagai Recognized Organization yang melakukan klasifikasi dan sertifikasi kapal.
“Kontribusi Kementerian Perhubungan RI sebagai regulator, pemilik dan operator kapal, mitra industri, serta BKI sebagai Recognized Organization menjadi bagian penting dalam pencapaian ini,” tulis BKI, dalam keterangan resminya.
Kolaborasi tersebut dinilai menjadi faktor penting dalam menekan angka detensi kapal Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, sekaligus memperkuat daya saing armada nasional di tingkat global.
3. Predikat high performance diharapkan dukung operasional armada

Predikat “High Performance” diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional kapal berbendera Indonesia di pelabuhan internasional. Status tersebut juga berpotensi meningkatkan kepercayaan mitra global terhadap kualitas armada nasional.
BKI menyebut capaian ini menjadi momentum untuk terus memperkuat standar keselamatan pelayaran secara berkelanjutan. Upaya peningkatan kualitas armada juga diharapkan dapat mendukung sektor maritim nasional yang semakin kompetitif.
“Capaian ‘High Performance’ bagi negara bendera Indonesia dan BKI sebagai Recognized Organization diharapkan dapat mendukung kelancaran operasional armada berbendera Indonesia di tingkat internasional,” tulis keterangan BKI.



















