Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih Kawal Mahkota Binokasih di Bandung

Dedi Mulyadi Tunggangi Kuda Putih Kawal Mahkota Binokasih di Bandung
Gubernur Jabar, Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih saat Kirab Budaya Tatar Sunda di Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda digelar meriah di Bandung, menempuh rute dari Kiara Artha Park hingga Gedung Sate dan dihadiri ribuan warga dari berbagai daerah.
  • Gubernur Jawa Barat Dedi Mulyadi menunggangi kuda putih mengawal Mahkota Binokasih asli dalam kirab yang juga diikuti para pejabat daerah serta tokoh budaya.
  • Ratusan petugas gabungan dan personel DLH Kota Bandung dikerahkan menjaga keamanan serta kebersihan selama acara berlangsung untuk memastikan jalannya kirab tetap tertib dan bersih.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Ribuan warga dari berbagai daerah tumpah ruah menyaksikan langsung Kirab Budaya Milangkala Tatar Sunda yang digelar dari titik awal Taman Kiara Artha Park, berakhir di Gedung Sate, Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026). Masyarakat turut berantusias menyaksikan langsung sejumlah tampilan kebudayaan asal Jawa Barat.

Dalam gelaran ini, Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi turut mengikuti rangkaian acara dengan menunggangi kuda putih untuk mengawal Mahkota Binokasih sampai di Gedung Sate. Dia tak lupa menyapa warga Kota Bandung sepanjang kirab berlangsung, 3,5 kilometer dari titik awal hingga Gedung Sate.

Selain itu, terlihat juga Raja Karaton Sumedang Larang, Paduka Yang Mulia Sri Radya HRI Lukman Soemadisoeria; bersama beberapa kepala daerah seperti Wali Kota Bandung, Muhammad Farhan; Bupati Sumedang, Dony Ahmad Munir; Bupati Cianjur, Mohammad Wahyu Ferdian; serta beberapa pejabat daerah lainnya.

1. Penonton tumpah ruah di Gedung Sate

IMG-20260514-WA0064.jpg
(Humas/Pemprov Jabar)

Salah seorang warga asal Kabupaten Bandung Barat, Yanti Kurniasari (41 tahun) mengatakan dirinya sengaja datang ke Kota Bandung untuk bisa menyaksikan langsung gelaran budaya ini. Dia datang bersama keluarga dan menunggu kedatangan kirab di Gedung Sate.

"Sengaja datang ke sini (Gedung Sate), sekalian liburan ikut nonton kirab. Pengen ketemu gubernur (Dedi Mulyadi)," kata Yanti, saat ditemui.

Kirab Milangkala Tatar Sunda ini merupakan rangkaian yang digelar sejak digelar sejak 3 Mei 2026 dari Kabupaten Sumedang dan berakhir di Kota Bandung. Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) Jabar yang sekaligus Ketua Panitia Milangkala Tatar Sunda Dedi Supandi mengatakan, kirab mulai pukul 19.30 WIB hingga 22.00 WIB.

Seniman dari 27 kabupaten dan kota di Jabar akan menampilkan berbagai kesenian yang dijamin menarik untuk ditonton.

"Bukan hanya itu, beberapa perwakilan dari luar Jabar juga akan hadir, seperti dari Aceh, DKI Jakarta, Surakarta, Jogjakarta, Ponorogo, hingga Tegal dan Brebes," ujar Dedi.

2. Mahkota Binokasih yang dibawa kirab asli bukan replika

IMG-20260514-WA0065.jpg
(Humas/Pemprov Jabar)

Selain kesenian, Mahkota Binokasih Sanghyang Pake juga diarak dalam rangkaian kirab. Dedi memastikan, Mahkota Binokasih yang diarak selama kirab adalah mahkota asli, buka replika.

"Itu asli, bukan replika. Meskipun di Sumedang ada replikanya, tetapi yang ini 100 persen asli. Dan inilah sebenarnya yang ingin kita sampaikan bahwa Sunda atau Jawa Barat memiliki budaya yang cukup kaya sejak zaman dulu," ungkapnya.

Puncak acara Milangkala Tatar Sunda berlanjut pada Minggu (17/5/2026) malam dengan menampilkan panggung Peuting Munggaran Milangkala Tatar Sunda di Parkir Barat Gedung Sate. Dedi mengatakan, pada Milangkala Tatar Sunda tahun selanjutnya, acara akan digelar di daerah yang belum disinggahi pada tahun ini.

3. Petugas kebersihan disiagakan untuk mengangkut sampah setelah acara

Diskominfo Kota Bandung
Petugas kebersihan dari DLH Pemkot Bandung. Dok Diskominfo Bandung

Sebelumnya, 600 petugas gabungan yang terdiri dari polisi, Dishub Jabar dan Dishub Kota Bandung diterjunkan untuk menjaga kelancaran kegiatan. Satpol PP juga diturunkan untuk mengatur ketertiban penonton kirab.

Sementara, Dinas Lingkungan Hidup (DLH) Kota Bandung menyiagakan 345 orang personel untuk menjaga kebersihan selama rangkaian kirab. Petugas akan berjaga di beberapa titik yaitu dari Kiara Artha Park, Jalan Banten menuju Gedung Sate, Jalan Diponegoro.

Kepala DLH Kota Bandung, Darto mengatakan, ratusan personel tersebut disiagakan sejak Jumat hingga Senin guna mengantisipasi peningkatan aktivitas masyarakat selama agenda budaya berlangsung.

"Jadi sudah menjadi kelaziman bahwa setiap hari Sabtu dan Minggu, DLH selalu berjaga untuk mengantisipasi semua acara yang ada di Bandung, termasuk kegiatan sekarang ini," ujar Darto di Balai Kota Bandung, Sabtu (16/5/2026).

Selain personel, DLH juga menyiapkan sejumlah armada pendukung berupa satu truk, dua kendaraan pikap, satu mobil penyemprot, serta satu unit road sweeper. Adapun jumlah personel dan armada tersebut dapat ditambah menyesuaikan kondisi di lapangan.

Menurut Darto, fokus pengamanan kebersihan berada di sepanjang jalur Kirab Mahkota Binokasih yang menjadi bagian utama dalam rangkaian Milangkala Tatar Sunda.

"Fokusnya terutama mengawal jalur Mahkota Binokasih," katanya.

Darto menyebut, penggunaan kereta kencana dan elemen budaya yang bersifat permanen membuat potensi sampah besar relatif lebih kecil. Namun demikian, lonjakan jumlah pengunjung tetap menjadi perhatian utama.

"Tetapi karena diperkirakan jumlah pengunjung membludak, tentu tetap akan menimbulkan sampah juga. Namun tidak separah acara-acara sebelumnya yang menghasilkan banyak sampah besar," ujarnya.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More