Totalitas Bobotoh! Warga Majalengka Namai Anak El Persib dan Biru Bandung

- Ujang Mas Gunawan, warga Majalengka, menunjukkan kecintaannya pada Persib Bandung dengan menamai dua anaknya Muhammad Fadli Zuhdan el Persib dan Ahsanu Biru Bandung.
- Nama el Persib terinspirasi dari momen ulang tahun Viking Jihad 2011, sementara nama Biru Bandung muncul saat perjalanan pulang dari rumah sakit pada kelahiran anak kedua tahun 2018.
- Sebagai bobotoh sejati, Ujang rutin menonton laga kandang bersama keluarga dan rela menghabiskan biaya setara harga motor demi mendukung klub kebanggaannya.
Majalengka, IDN Times – Bagi sebagian orang, mendukung klub sepak bola cukup dilakukan dengan membeli jersey, datang ke stadion, atau menonton pertandingan di televisi. Namun bagi Ujang Mas Gunawan, bobotoh asal Desa Jatitujuh, Kabupaten Majalengka, kecintaan kepada Persib Bandung sudah menjadi bagian dari hidupnya.
Bahkan, rasa cintanya terhadap Maung Bandung itu ia abadikan lewat nama kedua anaknya.
Anak pertama Ujang diberi nama “Muhammad Fadli Zuhdan el Persib”, sedangkan anak keduanya bernama “Ahsanu Biru Bandung”. Dua nama yang langsung membuat orang paham: keluarga ini benar-benar hidup bersama Persib.
1. Nama El Persib lahir saat ulang tahun Viking

Cerita pemberian nama unik itu bermula pada 2011. Saat itu, istri Ujang sedang menjalani persalinan di rumah sakit bertepatan dengan acara ulang tahun Viking Jihad yang ketiga.
Alih-alih menemani penuh di rumah sakit, Ujang justru sempat berada di acara komunitas bobotoh tersebut karena menjadi panitia.
“Waktu itu ada Atep, Eka Ramdani, Airlangga Sucipto, Pak Dada Rosada sampai Mang Yana Bool juga hadir,” ujar Ujang sambil tertawa.
Sejak awal, ia memang sudah berniat menyisipkan nama Persib untuk anak pertamanya. Namun sebelum pemberian nama, seorang kyai memberikan nama “Muhammad Fadli Zuhdan” yang memiliki makna laki-laki yang bersungguh-sungguh berjihad.
Meski menghormati pemberian sang kyai, Ujang tetap bersikeras harus ada unsur Persib dalam nama anaknya.
“Saya bilang, punten, kalau gak ada kata Persib mah ditolak,” katanya sambil tertawa.
Akhirnya, nama “el Persib” ditambahkan di belakang. Bagi Ujang, nama itu memiliki arti “berjuang di jalan Persib”.
2. Nama Muhammad Fadli Zuhdan saran dari seorang Kyai

Kecintaan Ujang terhadap Persib ternyata belum berhenti di anak pertama. Saat anak keduanya lahir pada 2018, ia kembali mencari nama yang masih berhubungan dengan klub kebanggaan Jawa Barat itu.
Nama “Ahsanu Biru Bandung” pun dipilih dengan cerita yang tak kalah unik.
Saat perjalanan pulang dari rumah sakit menggunakan angkutan elf, Ujang melihat tulisan jurusan “Cirebon-Bandung” di kaca kendaraan. Dari situlah kata “Bandung” muncul di kepalanya.
“Nah, Bandung teh bagus buat nama. Ditambah biru, jadi Biru Bandung,” ujarnya.
Ia kemudian mencari nama islami yang cocok dan menemukan kata “Ahsanu” yang berarti terbaik.
“Jadi artinya Biru Bandung yang terbaik,” katanya.
Menurut Ujang, warna biru Bandung sudah identik dengan Persib. “Kalau biru timur kan Arema. Kalau Biru Bandung, orang pasti tahu Persib,” ucap dia.
3. Rela habiskan uang setara motor demi Persib

Sebagai bobotoh lama, Ujang mengaku sudah mengikuti Persib sejak era Stadion Siliwangi. Ia mengenang masa-masa pemain seperti Nandang Kurnaedi, Yusuf Bachtiar hingga Sutiyono masih membela Maung Bandung.
Kini, tradisi mendukung Persib itu diteruskan kepada anak-anaknya. Hampir setiap laga kandang, Ujang selalu datang ke stadion bersama keluarga, termasuk Persib kecil dan Biru Bandung.
Ada cerita lucu yang pernah dialami anak pertamanya. Saat masih SD, Persib kecil sempat menangis ketika Persib Bandung kalah.
“Karena diledekin temannya. ‘Persib keok, Persib keok’. Dia kira yang diejek dirinya,” kata Ujang.
Kini anak sulungnya sudah mondok di pesantren dan malah punya panggilan baru.
“Sekarang dipanggil ustaz Persib,” ujarnya.
Soal pengeluaran untuk mendukung Persib, Ujang mengaku tak pernah menghitung terlalu detail. Namun jika ditotal selama satu musim, nilainya cukup fantastis.
“Semusim buat nonton kandang aja bisa buat beli NMAX satu,” katanya sambil tertawa.
Untuk satu pertandingan kandang, ia bisa menghabiskan lebih dari Rp2 juta demi membeli empat tiket tribun VIP Barat Utara untuk keluarganya.
“Yang penting mah Persib,” tutupnya.



















