Predator, Sapi Kurban 1,17 Ton Pilihan Prabowo dari Sukabumi

- Presiden Prabowo Subianto memilih sapi Limosin berbobot 1,17 ton bernama Predator sebagai hewan kurban Iduladha di Sukabumi, dipelihara oleh Tisa Dera di Kecamatan Lembursitu.
- Sapi berusia tiga tahun ini diberi nama Predator agar terlihat gagah dan telah lolos seleksi ketat serta pemeriksaan kesehatan rutin dari DKP3 Kota Sukabumi.
- Predator memiliki nafsu makan tinggi hingga 40 kilogram pakan per hari dan akan disembelih pada Hari Raya Iduladha di pondok pesantren kawasan Cigunung, Sukabumi.
Sukabumi, IDN Times - Menjelang Hari Raya Iduladha, Presiden RI Prabowo Subianto kembali menyiapkan hewan kurban terbaiknya. Tahun ini, sebuah sapi berukuran raksasa jenis Limosin sukses mencuri perhatian di Kota Sukabumi. Punya bobot fantastis mencapai 1,17 ton, sapi bertubuh tambun ini diberi nama yang tak kalah garang: "Predator".
Yuk, intip deretan fakta menarik di balik sapi kurban pilihan orang nomor satu di Indonesia ini!
1. Jadi langganan Presiden, pemilik lapak ngaku bersyukur

Sapi raksasa ini dipelihara di lapak milik Tisa Dera yang berlokasi di Kecamatan Lembursitu, Kota Sukabumi. Lapak Tisa memang sudah menjadi langganan penyuplai hewan kurban bagi sang Presiden.
Tisa mengaku sangat bersyukur karena tahun ini kembali mendapat kepercayaan untuk menyediakan bantuan kemasyarakatan (Banmas) berupa hewan kurban dari Presiden Prabowo.
"Alhamdulillah pada tahun ini kami diberikan kesempatan, sapi kami dipilih kembali oleh Bapak Presiden Prabowo untuk menjadi salah satu Banmas-nya di Kota Sukabumi," ungkap Tisa, Selasa (19/5/2026).
2. Berusia 3 tahun, nama 'Predator' dipilih biar makin gagah

Tisa menceritakan bahwa sapi Limosin ini didatangkan langsung dari Jawa dan saat ini sudah berusia lebih dari tiga tahun. Terkait nama "Predator" yang disematkan pada sapi tersebut, Tisa menyebut hal itu sengaja dipilih agar selaras dengan penampilannya yang besar dan kekar.
"Namanya ini Predator. Biar lebih gagah ya namanya, sesuai dengan perawakannya," tutur Tisa.
3. Lolos seleksi ketat dan rutin cek kesehatan

Menjadi pilihan Presiden tentu tidak sembarangan. Faktor kesehatan menjadi indikator utama. Dinas Ketahanan Pangan, Pertanian dan Perikanan (DKP3) Kota Sukabumi secara rutin memeriksa kondisi fisik dan kesehatan si Predator.
Tisa memastikan sapinya memenuhi segala syarat kurban, yakni sehat dan tanpa cacat, serta selalu dipantau perkembangannya oleh dinas terkait.
Proses penetapannya pun harus melalui seleksi ketat. Pemerintah daerah awalnya mengusulkan sapi dengan kriteria bobot di atas satu ton dan sehat, sebelum akhirnya diverifikasi dan dipilih oleh pemerintah pusat.
4. Nafsu makan kuat, habiskan pakan 40 kilogram sehari

Kepala DKP3 Kota Sukabumi, Adrian Hariadi, memastikan bahwa Predator bebas dari penyakit hewan menular. Uniknya, bobot sapi ini diprediksi masih akan terus bertambah hingga hari penyembelihan nanti karena pola makannya yang sangat dijaga.
Bagaimana tidak, dalam satu hari saja, Predator bisa menghabiskan pakan sebanyak 30 sampai 40 kilogram!
"Setiap hari ada penambahan bobot karena memang terus diberikan makanan," katanya.
Rencananya, sapi seberat 1,17 ton ini akan disembelih pada Hari Raya Iduladha di salah satu pondok pesantren yang berada di kawasan Cigunung, Kota Sukabumi.



















