Perjuangan Mak Netty dan Fitri Menata Hidup dari Nol

- Mak Netty, pengemudi GrabBike berusia 50-an, tetap bekerja keras demi keluarga dan biaya pengobatan suami, memanfaatkan GrabModal by OVO Finansial untuk kebutuhan harian serta perbaikan alat kerja.
- Fitri Farhatani bangkit dari kehilangan tabungan akibat penipuan digital dengan modal kecil Rp200 ribu, membangun usaha pecel ayam yang kini jadi sumber penghasilan utama keluarganya.
- Kisah Mak Netty dan Fitri menunjukkan bagaimana akses pendanaan GrabModal by OVO Finansial membantu perempuan menjadi lebih mandiri, percaya diri, dan mampu menghadapi tekanan ekonomi.
Bandung, IDN Times - Perjalanan hidup perempuan pekerja di sektor informal sering kali dipenuhi tantangan yang tidak sederhana. Di tengah tekanan ekonomi dan tuntutan keluarga, banyak perempuan harus mencari cara agar tetap bisa bertahan sekaligus menjaga harapan untuk masa depan yang lebih baik.
Situasi itulah yang juga dialami Mak Netty dan Fitri Farhatani. Keduanya menjadi bagian dari ratusan ribu mitra di ekosistem Grab yang memanfaatkan layanan pendanaan GrabModal by OVO Finansial untuk membantu menjaga keberlangsungan hidup dan usaha mereka.
Sejak diluncurkan, GrabModal by OVO Finansial tercatat telah menyalurkan pendanaan lebih dari Rp6 triliun kepada lebih dari 445 ribu Mitra UMKM dan Mitra Pengemudi di berbagai daerah di Indonesia. Layanan ini hadir dengan skema pinjaman yang disesuaikan dengan pola pendapatan harian para mitra.
Di balik angka tersebut, terdapat cerita tentang perempuan-perempuan yang berusaha bangkit dari situasi sulit, mulai dari menjadi tulang punggung keluarga hingga membangun kembali usaha dari nol.
1. Mak Netty tetap bekerja demi keluarga

Mak Netty menjadi salah satu sosok yang mencuri perhatian lewat perjuangannya sebagai Mitra Pengemudi GrabBike. Bergabung sejak 2018, perempuan berusia lebih dari 50 tahun itu tetap memilih bekerja demi membantu kebutuhan keluarga dan biaya pengobatan suaminya.
Sebelum menjadi pengemudi ojek online, Mak Netty sempat bekerja sebagai pengajar. Namun, ia memutuskan berhenti untuk merawat orang tuanya yang sakit. Ketika suaminya jatuh sakit dan membutuhkan biaya pengobatan rutin, ia kembali mencari penghasilan dengan menjadi Mitra Pengemudi Grab.
“Namun, ketika kondisi kesehatan suami semakin menurun, saya harus bekerja lebih keras lagi dan lebih aktif untuk membantu biaya pengobatannya, sekaligus untuk kebutuhan keluarga,” tutur Mak Netty.
Di tengah kondisi ekonomi yang terbatas, Mak Netty memanfaatkan GrabModal by OVO Finansial untuk membantu kebutuhan sehari-hari, termasuk biaya berobat suami dan memperbaiki telepon genggam yang menjadi alat utamanya bekerja.
2. Fitri bangkit dari keterpurukan finansial

Cerita lain datang dari Fitri Farhatani, pemilik usaha Pecel Ayam Sambal Rampai Harjatani. Perempuan asal Serang itu pernah berada di titik sulit setelah tabungan keluarganya senilai Rp120 juta hilang akibat penipuan digital berkedok tautan palsu.
Peristiwa tersebut membuat kondisi ekonomi keluarganya terguncang. Fitri kemudian mencoba bangkit dengan modal Rp200 ribu dari sang ibu untuk mulai berjualan makanan dari rumah pada 2024.
“Awalnya saya berharap bisa dapat Rp50 ribu sampai Rp100 ribu sehari, itu saja sudah Alhamdulillah. Tapi ternyata usaha ini bisa jadi harapan baru untuk keluarga kami,” ujar Fitri.
Usahanya perlahan berkembang hingga menjadi sumber penghasilan utama keluarga. Untuk mendukung pengembangan bisnis, Fitri juga memanfaatkan GrabModal by OVO Finansial guna membeli perlengkapan usaha dan memperlancar operasional harian.
3. Pendanaan disebut bantu perempuan lebih mandiri

Kisah Mak Netty dan Fitri menjadi gambaran tentang bagaimana akses pendanaan dapat membantu perempuan menghadapi tekanan ekonomi sekaligus membangun kembali rasa percaya diri dalam menjalani hidup.
Bagi Mak Netty, bekerja sebagai pengemudi ojek online bukan sesuatu yang perlu disembunyikan. Ia justru merasa pekerjaan tersebut menjadi cara untuk tetap mandiri dan tidak bergantung kepada orang lain.
“Selama pekerjaannya baik dan tidak melanggar aturan, kenapa harus malu? Yang penting kita semua bisa membantu kehidupan keluarga,” ujar Mak Netty.
Sementara bagi Fitri, keberhasilan membangun usaha dari dapur rumah kontrakan menjadi bukti bahwa perempuan juga mampu bangkit dari keterpurukan. “Jangan pernah takut untuk memulai. Perempuan juga harus berdaya dan percaya pada diri sendiri,” kata Fitri.


















