Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disdik Jabar Lakukan Pemetaan Minat Sebelum Gelaran SPMB Jabar 2026

Disdik Jabar Lakukan Pemetaan Minat Sebelum Gelaran SPMB Jabar 2026
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Disdik Jabar akan melakukan pemetaan minat bagi lulusan SMP dan MTs pada 29 Mei–8 Juni 2026 sebelum pelaksanaan SPMB Jabar untuk SMA, SMK, dan SLB dimulai.
  • Pemetaan dilakukan melalui akun khusus bagi setiap siswa dengan dukungan guru, kepala sekolah, dan orang tua agar pilihan pendidikan sesuai minat serta kemampuan masing-masing.
  • SPMB tahap pertama dibuka 15 Juni dan tahap kedua 30 Juni 2026, dengan daya tampung sekolah di Jawa Barat mencapai 109,93 persen dari total lulusan.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Seleksi Penerimaan Murid Baru (SPMB) untuk SMA, SMK, dan SLB di Jawa Barat resmi dibuka pada Mei 2026. Namun, sebelum gelaran ini, Dinas Pendidikan (Disdik) Jabar akan melakukan pemetaan minat bagi seluruh lulusan SMP dan MTs.

Adapun tahapan tersebut akan berlangsung pada 29 Mei hingga 8 Juni 2026. Melalui proses tersebut, siswa diminta mulai menentukan pilihan pendidikan lanjutan, baik ke SMA, SMK, negeri maupun swasta.

Kepala Disdik Jawa Barat, Purwanto mengatakan, pemetaan dilakukan setelah tahapan penerimaan Sekolah Manusia Unggul (Maung) selesai digelar.

"Untuk peminatan kita juga setelah sekolah maung ini dibuka nanti ada pemetaan untuk siswa siswa SMP Mts di Provinsi Jawa Barat agar mereka bisa memilih peminatannya mau ke sekolah mana negeri atau swasta, mau ke SMA SMK?," kata Purwanto, Senin (18/5/2026).

1. Akun pendaftaran SPMB akan segera diberikan kepada lulusan SMP dan Mts

IMG-20250807-WA0049.jpg
Kepala Dinas Pendidikan (Kadisdik) Jawa Barat, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto mengatakan, seluruh lulusan SMP dan MTs nantinya akan mendapatkan akun khusus untuk mengikuti proses pemetaan tersebut. Karena itu, Disdik Jabar meminta keterlibatan aktif guru, kepala sekolah, hingga orang tua siswa.

"Nanti kita akan bagikan akun kepada semua lulusan SMP dan MTS yang ini memerlukan kerja keras kita semuanya nanti para siswa, orang tua, para guru kepala sekolah di tingkat SMP untuk bisa mensosialisasikan ini kepada anak-anak kita," ujarnya.

Dia menegaskan, pemetaan minat menjadi langkah penting agar seluruh siswa kelas 9 di Jawa Barat tetap melanjutkan pendidikan ke jenjang berikutnya sesuai dengan minat dan kemampuan yang dimiliki.

"Pemetaan minat sekolah ini akan berlangsung pada tanggal 29 Mei sampai tanggal 8 Juni 2026. Dan kita berharap semua siswa kelas 9 ini bisa daftar semuanya ke SMA, SMK maupun MA," katanya.

2. Bagi siswa tidak lolos Sekolah Maung bisa ikut sekolah reguler

IMG-20250708-WA0009.jpg
Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Setelah tahapan pemetaan selesai, Disdik Jabar baru akan membuka SPMB tahap pertama pada 15 Juni 2026 dan tahap kedua pada 30 Juni 2026. Nantinya menurut Purwanto, siswa yang tidak lolos dalam seleksi Sekolah Maung bisa mengikuti SPMB.

"Kemudian untuk siswa yang tidak lolos di Sekolah Maung atau tidak terakomodir pada pemetaan peminatan nanti bisa mengikuti tahap satu SPMB yang akan dibuka pada tanggal 15 Juni dan tahap duanya pada tanggal 30 Juni," ucap Purwanto.

Dia menegaskan, pelaksanaan SPMB tahun ini ditargetkan berjalan lebih akuntabel dan berintegritas dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan pendidikan.

"Dinas Pendidikan juga menginginkan semua pihak stakeholder untuk bisa bersama sama untuk mensukseskan SPMB tahun 2026 melalui komitmen bersama bahwa kita ingin menyelenggarakan SPMB ini secara akuntabel, adil tanpa diskriminasi dan penuh dengan integritas," tegasnya.

3. Daya tampung dipastikan aman

IMG-20250708-WA0008.jpg
Kepala Disdik Jabar, Purwanto (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Disdik Jabar juga memastikan daya tampung sekolah tingkat SMA dan SMK di Jawa Barat sebenarnya mencukupi untuk menampung seluruh lulusan SMP sederajat tahun ini.

"Sesungguhnya daya tampung kita itu cukup karena mencapai 109,93 persen. Jadi daya tampung untuk SMA SMK negeri dan swasta di Jawa barat ini sesungguhnya cukup," kata Purwanto.

Menurut data Disdik Jabar, jumlah lulusan SMP dan MTs tahun ini mencapai 826.996 siswa. Sementara total daya tampung SMA, SMK, dan Madrasah Aliyah baik negeri maupun swasta mencapai 909.183 kursi.

"Maka 826.996 lulusan SMP sesungguhnya kalau mau melanjutkan itu insyaallah tertampung baik di negeri maupun di swasta," ujarnya.

Total daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat mencapai 363.067 siswa. Jumlah itu terdiri dari 195.344 kursi SMA Negeri, 124.217 kursi SMK Negeri, 21.000 kursi Sekolah Maung, dan 21.888 kursi Madrasah Aliyah Negeri. Sementara sekolah swasta justru memiliki kapasitas yang lebih besar dengan total 546.116 kursi.

"Kemudian perlu juga saya sampaikan bahwa jumlah daya tampung kita itu ada 909.183, negerinya ada 363.067 terdiri dari 195.344 orang untuk SMA negeri, SMK negerinya 124.217 orang," katanya.

"Kemudian SMA Negeri dan smk Sekolah Maung itu ada 21.000 daya tampungnya, madrasah aliyah ada 21.888 dan swasta ini daya tampungnya lebih besar dari sekolah negeri sebesar 546.116 terdiri dari SMA swasta, SMK, swasta dan madrasah aliyah swasta," lanjutnya.

Purwanto menyebut, komposisi daya tampung sekolah negeri di Jawa Barat saat ini hanya sekitar 43 persen. Karena itu, sekolah swasta akan dilibatkan penuh dalam pelaksanaan SPMB tahun ini. Dia memastikan Pemprov Jabar juga akan membantu siswa dari keluarga kurang mampu yang bersekolah di swasta.

"Kita juga membuat sekolah swasta kerja sama dengan sekolah-sekolah swasta dan menjamin semua anak-anak miskin di Provinsi Jawa Barat akan ditanggung oleh pemerintah yang bersekolah di negeri maupun di swasta," kata Purwanto.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More