Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Cerita Ibu Jurnalis yang Ditangkap Israel: Odi Bertekad Tembus ke Gaza

Cerita Ibu Jurnalis yang Ditangkap Israel: Odi Bertekad Tembus ke Gaza
Cerita Ibu Jurnalis Republika yang Ditangkap Tentara Israel: Odi Bertekad untuk Tembus ke Gaza. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Jurnalis foto Republika, Thoudy Badai atau Odi, ditangkap militer Israel saat ikut misi kemanusiaan Global Sumud Flotilla menuju Gaza bersama sejumlah WNI lainnya.
  • Ibu Odi, Hani Hanifa, terus mencari informasi valid tentang kondisi anaknya melalui Republika dan relawan resmi di tengah banyaknya kabar simpang siur di media sosial.
  • Hani berharap pemerintah Indonesia segera melakukan langkah diplomasi agar Odi dan para relawan dapat dipulangkan dengan selamat ke tanah air.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Jurnalis foto Republika, Thoudy Badai atau Odi, dan beberapa warga negara Indonesia (WNI) lainnya ditahan militer Israel di perairan Mediterania. Insiden ini terjadi saat mereka sedang berlayar bersama misi kemanusiaan internasional Global Sumud Flotilla untuk menembus blokade Gaza.

Informasi ini pun sudah didapat keluarga Odi di Bandung. Ibu Odi, Hani Hanifa Humanisa tak bisa menahan kekhawatiran untuk segera mendapat kabar baik dari anaknya. Dia pun berharap bantuan dari berbagai lembaga termasuk pemerintah Indonesia agar anaknya dan WNI lain bisa segera dilepaskan pasukan Israel.

Ditemui di rumahnya, di kawasan Cicalengka, Kabupaten Bandung, Hanifa bercerita dia masih mengingat jelas percakapan terakhirnya dengan sang anak yang bersikerat untuk ikut dalam misi kemanusiaan menuju Gaza. Sebagai ibu, ia sebenarnya diliputi rasa takut sejak awal. Namun di balik kekhawatiran itu, Hani melihat tekad besar dalam diri Odi.

Menurutnya, keinginan Odi untuk pergi ke Gaza sebenarnya sudah muncul sejak mengikuti pelatihan di Tunisia. Saat itu, ia belum mengizinkan anaknya melanjutkan perjalanan.

“Yang pertama itu waktu ke Tunisia. Di sana dia ikut pelatihan untuk selanjutnya kalau diizinkan orang tuanya lanjut ke Gaza. Tapi waktu di Tunisia saya enggak kasih izin,” ujar Hani, Selasa (19/5/2026).

Sebagai ibu, ia mengaku sangat takut melihat situasi perang dan konflik di Gaza. Namun, pada kesempatan kedua, saat Odi kembali meminta izin ketika berada di Turki, Hani mulai melihat kesungguhan anaknya. Ia merasa Odi bukan hanya ingin menjalankan tugas sebagai jurnalis, tetapi juga memiliki panggilan pribadi dan jiwa petualang yang kuat.

“Saya berpikir anak-anak saya jangan hidup hanya untuk orang tuanya. Jangan hidup hanya untuk keluarganya. Dia harus hidup buat dirinya sendiri,” katanya.

Jika dirinya melarang, lanjut Hani, Odi pasti akan menuruti. Namun, ia memilih mendukung keputusan sang anak setelah melihat keyakinan besar yang dimiliki.

“Ketika saya tanya berapa persen keyakinannya, dia bilang 80 persen. Sebagai orang tua ya akhirnya mengizinkan sambil support dengan doa,” ucapnya.

1. Kontak terakhir pada 18 Mei

WhatsApp Image 2026-05-19 at 18.04.05.jpeg
Cerita Ibu Jurnalis Republika yang Ditangkap Tentara Israel: Odi Bertekad untuk Tembus ke Gaza. IDN Times/Debbie Sutrisno

Sejak keberangkatan kapal dari Marmaris pada 14 Mei lalu, komunikasi antara Odi dan keluarga masih berjalan. Meski tidak terlalu sering, Odi rutin memberikan kabar tentang kondisi di kapal. Kontak terakhir terjadi pada Senin dini hari sekitar pukul 02.19 WIB. Saat itu Odi mengabarkan dirinya sudah berada di perairan internasional.

“Dia bilang Alhamdulillah aman. Jadi kita berpikir harusnya sudah aman karena sudah di wilayah internasional,” ujar Hani.

Percakapan mereka sehari-hari pun sederhana. Sebagai ibu, Hani lebih sering menanyakan soal makan, kesehatan, hingga kondisi keamanan di lapangan. Odi pun mengabarkan bahwa kondisi dia baik dan ada teman yang memasak untuk menyediakan makanan sehari-hari.

Hani menyebut putranya memang selalu berusaha membuat keluarga tetap tenang meski berada dalam situasi berbahaya.

Ketika tidak ada kabar terbaru dari Odi, Hani sebenarnya sudah mempersiapkan diri karena tahu kejadian penculikan atau penangkapan bisa saja terjadi pada anaknya dan WNI lain.

"Maka ketika ada itu pun ya tinggal menunggu waktu saja sebenarnya info itu. Tapi tetap aja kaget sih kalau dengar kabar, walaupun sudah kita ancang-ancang tetap gitu ya ketika dapat kabar itu mah sedih weh (sedih saja), kaget.

2. Mencari berbagai sumber untuk kejelasan kondisi anaknya

WhatsApp Image 2026-05-19 at 18.03.28 (1).jpeg
Cerita Ibu Jurnalis Republika yang Ditangkap Tentara Israel: Odi Bertekad untuk Tembus ke Gaza. IDN Times/Debbie Sutrisno

Di tengah kepanikan itu, keluarga berusaha tetap tenang dan mencari informasi yang benar mengenai kondisi Odi. Hani mengatakan, sejak awal Odi sebenarnya sudah mengantisipasi kemungkinan terburuk itu terjadi.

Karena itu, pihak Republika disebut telah memegang kontak keluarga dan menyiapkan jalur komunikasi jika sewaktu-waktu terjadi kondisi darurat.

“Jadi dari tempat kerjanya juga sudah memikirkan kemungkinan-kemungkinan seperti itu. Kontak saya ada, jadi mereka kasih informasi terus,” katanya.

Hani mengaku arus informasi di media sosial justru sempat membuat keluarga makin cemas. Banyak kabar simpang siur beredar soal kondisi kapal dan relawan yang berada di dalamnya. Ia memilih hanya mempercayai informasi resmi dari Republika dan pihak relawan yang berkomunikasi langsung dengan keluarga.

“Kalau ikut berita yang berseliweran pasti panik. Untungnya kami pegang informasi dari Republika tempat Odi bekerja dan dari relawan yang valid,” ujarnya.

Kini hampir setiap waktu keluarga terus menunggu kabar terbaru. Telepon genggam menjadi benda yang nyaris tak lepas dari tangan Hani dan anggota keluarga lain. Mereka berharap ada informasi yang memastikan kondisi Odi dalam keadaan baik.

Meski diliputi rasa cemas, Hani berusaha tetap mengendalikan emosinya. Ia tidak ingin kepanikan justru membuat keluarga semakin terpukul.

“Kita mencoba enggak panik, tetap tenang sambil rasional,” katanya.

3. Berharap gerak cepat dari pemerintah

IMG-20260519-WA0035.jpg
Aksi damai aktivitas kemanusiaan dan jurnalis Kota Bandar Lampung menggelar aksi damai pembebasan 9 WNI ditahan militer Israel di Tugu Adipura. (IDN Times/Tama Yudha Wiguna).

Hani berharap pemerintah Indonesia segera mengambil langkah diplomasi setelah kabar penahanan Odi dan para relawan lain dalam perjalanan menuju Gaza. Sebagai orang tua, ia mengaku hanya ingin anaknya dan seluruh relawan bisa kembali ke Indonesia dengan selamat.

Menurut Hani, keluarga saat ini masih terus menunggu perkembangan informasi sambil berharap ada upaya nyata dari pemerintah, khususnya Presiden dan Menteri Luar Negeri, untuk membantu proses pemulangan. Ia menilai situasi tersebut membutuhkan campur tangan negara karena menyangkut keselamatan warga negara Indonesia di luar negeri.

“Kami berharap pemerintah bisa mengupayakan jalur diplomasi untuk segera memulangkan mereka semuanya dengan selamat tanpa cacat sedikit pun,” ujar Hani.

Ia mengatakan harapan tersebut juga disampaikan oleh para relawan dan aktivis kemanusiaan yang sejak awal mengikuti perjalanan menuju Gaza. Bagi Hani, kepastian kondisi dan keselamatan para relawan kini menjadi hal paling penting yang terus dinantikan keluarga di rumah.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More