Rupiah Melemah Pemicu Harga Daging Sapi di Jabar Meningkat

- Disperindag Jabar menyebut pelemahan rupiah terhadap dolar AS jadi pemicu utama kenaikan harga daging sapi, membuat sejumlah pedagang di beberapa pasar mogok berjualan.
- Harga daging sapi kini menembus Rp150–Rp160 ribu per kilogram, melampaui HAP Rp140 ribu. Kenaikan terjadi dari tingkat importir hingga rumah potong hewan karena ketergantungan impor.
- Meski harga naik dan sebagian pedagang mogok, Disperindag memastikan stok daging di Jawa Barat masih surplus 6.815 ton, sehingga masyarakat diminta tidak panik menunggu solusi pemerintah pusat.
Bandung, IDN Times - Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Provinsi Jawa Barat mengungkap penyebab kenaikan harga daging sapi yang membuat sejumlah pedagang di pasar Kota Bandung mogok. Salah satu penyebabnya yaitu naiknya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Sejumlah pedagang daging sapi di beberapa pasar-pasar wilayah Jawa Barat mogok berjualan karena naiknya harga komoditas tersebut. Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Jabar pun memastikan sudah mendapatkan banyak aduan mengenai kenaikan harga daging sapi ini.
Kadisperindag Jabar Nining Yulistiani mengatakan, saat ini ada beberapa pedagang di pasar yang masih berjualan daging sapi dengan harga yang sudah disesuaikan dan ada juga yang mogok karena harganya sudah melebihi HAP.
"Daging sapi termasuk yang kenaikannya melampaui HAP (harga acuan pembelian/penjualan)," katanya di Bandung, Selasa (19/5/2026).
1. Mayoritas penggemukan bibit sapi dari luar negeri

Adapun HAP daging sapi per kilogram mencapai Rp140.000, sementara sejak dua pekan lalu angkanya merangkak dari Rp141.142. Kenaikan harga daging sapi ini, kata Nining, terjadi mulai dari tingkat importir hingga rumah potong hewan.
"Kita juga mayoritas penggemukan sapi bibit sapinya masih impor dari Australia, India, dan Selandia Baru," ujarnya.
Menurut Nining, kenaikan harga BBM Non Subsidi turut memberikan dampak terhadap kenaikan harga Bapok di Jawa Barat. Namun, hal itu tidak signifikan karena sebagian armada distribusi logistik, kendaraan angkut komoditas pangan, hingga operasional pelaku usaha perdagangan masih menggunakan BBM Non Subsidi.
2. Keluhan pedagang sudah dilaporkan ke pemerintah pusat

Nining menegaskan, Disperindag Jabar sudah menyampaikan masalah tersebut pada Kementerian Perdagangan. Pemprov Jabar berharap kementerian segera memberikan solusi agar para pedagang mendapatkan kepastian.
"Kami belum tahu solusi dari kementeriannya apa, tapi ini sudah kami laporkan," jelasnya.
Lebih lanjut, Nining memastikan ketersediaan daging sapi atau kerbau di Jawa Barat lebih dari cukup. Sehingga, masyarakat diminta tidak perlu panik sembari menunggu keputusan pemerintah pusat.
"Berdasarkan Neraca Pangan per Kabupaten/ Kota di Jawa Barat, stok daging mencapai 21.604 ton dengan kebutuhan 14.789 ton. Artinya Jawa Barat masih surplus sebanyak 6.815 ton," kata dia.
3. Banyak pedagang sapi di Jabar mogok berjualan

Berdasarkan data rekapan pemantauan perdagangan daging sapi di 11 pasar yang ada di Jawa Barat, per Selasa (19/5/2026). Ada tiga pasar yang melakukan mogok berjualan, yaitu:
Pasar Cicalengka (Kabupaten Bandung)
Sebagian besar pedagang mulai tidak berjualan. Dari total 10 pedagang, hanya dua pedagang yang masih bertahan untuk menghabiskan stok daging yang tersisa. Harga daging berkisar Rp150 ribu hingga Rp160 ribu per kilogram dengan pasokan berasal dari RPH Tasikmalaya.
Pasar Kosambi (Kota Bandung)
Mayoritas pedagang sudah mogok dagang. Hanya satu pedagang yang masih berjualan dengan harga mencapai Rp160 ribu per kilogram. Pasokan bergantung pada pengiriman, sementara pedagang lain disebut berencana ikut aksi demo.
Pasar Kordon (Kota Bandung)
Seluruh pedagang masih berjualan, tetapi stok daging sangat minim. Harga menyentuh Rp160 ribu per kilogram dengan pasokan dari RPH Ciwastra. Pedagang disebut berencana mogok jika kondisi stok semakin terbatas.
Sementara pasar yang masih berjualan normal yakni:
- Pasar Baleendah (Kabupaten Bandung)
Pedagang masih berjualan normal dengan harga sekitar Rp140 ribu per kilogram. Pasokan berasal dari RPH MBC dan Pajagalan Pameungpeuk. Pedagang berencana libur Senin-Selasa, namun tetap akan berjualan jika stok masih tersedia.
- Pasar RTC Rancaekek (Kabupaten Bandung)
Aktivitas perdagangan masih berjalan normal dengan harga Rp150 ribu per kilogram. Pasokan berasal dari RPH Ciroyom dan Tasikmalaya. Seluruh pedagang disebut merencanakan libur dagang pada Senin dan Selasa.
- Pasar Batujajar (Kabupaten Bandung Barat)
Tidak ada rencana mogok dagang dan pedagang masih berjualan normal. Harga daging sekitar Rp140 ribu per kilogram dengan pasokan dari RPH Caringin. Ketersediaan stok disebut masih aman setiap hari.
- Pasar Cipanas (Kabupaten Cianjur)
Pedagang masih berjualan dengan harga Rp145 ribu per kilogram. Pasokan berasal dari RPH Cibadak Cianjur dan Mapat. Namun pedagang mulai khawatir daya beli masyarakat akan menurun menjelang Idul Adha.
- Pasar Atas Cimahi (Kota Cimahi)
Aktivitas perdagangan masih berjalan dengan harga sekitar Rp140 ribu per kilogram. Pasokan berasal dari RPH Cimareme dan Cikamuning. Meski begitu, ada kemungkinan pedagang ikut libur dagang mengikuti instruksi asosiasi.
Pasar dengan rencana libur bersama:
- Pasar Sehat Soreang (Kabupaten Bandung)
Libur dagang bersama sudah direncanakan sebelumnya. Sedikitnya 25 pedagang telah menandatangani kesepakatan untuk libur selama dua hari pada 18-19 Mei. Harga daging berada di kisaran Rp150 ribu per kilogram.
- Pasar Tagog Padalarang (Kabupaten Bandung Barat)
Pedagang masih berjualan normal, tetapi mengeluhkan kenaikan harga serta penurunan omzet. Harga daging berada di kisaran Rp145 ribu hingga Rp150 ribu per kilogram. Pedagang juga merencanakan libur dagang Senin-Selasa.
Pasar dengan kondisi perdagangan terbatas:
- Pasar Rancamanyar (Kabupaten Bandung)
Perdagangan daging sapi masih sangat terbatas dan didominasi warung sayur skala kecil. Pasokan diperoleh melalui toko daging kecil dari pasar di Kota Bandung. Belum ada pedagang daging sapi tetap pascarevitalisasi pasar sehingga tidak ada rencana libur bersama.



















