Golkar Jabar Dukung Beasiswa LPDP Kalangan Santri Diperbanyak

- Golkar Jawa Barat mendukung usulan Ketua Umum Bahlil Lahadalia agar beasiswa LPDP memberi porsi lebih besar bagi santri di pesantren.
- MQ Iswara menilai afirmasi beasiswa penting karena Jawa Barat memiliki ribuan pesantren dan ratusan ribu santri yang perlu akses pendidikan setara.
- Bahlil menegaskan santri memiliki kualitas akademik tinggi dan layak mendapat kesempatan LPDP, bukan hanya lulusan sekolah umum.
Bandung, IDN Times - Sekretaris DPD Partai Golkar Jawa Barat, MQ Iswara turut mendukung penuh usulan program beasiswa Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP) memberikan porsi lebih besar bagi kalangan santri di pesantren.
Menurut Iswara, gagasan yang muncul oleh Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia itu sangat relevan, khususnya bagi Jawa Barat yang dikenal sebagai salah satu provinsi dengan jumlah pesantren terbanyak di Indonesia.
"Jawa Barat memiliki ribuan pesantren dengan jumlah santri yang sangat besar. Program afirmasi beasiswa LPDP bagi santri menjadi langkah penting agar mereka memiliki kesempatan yang sama untuk melanjutkan pendidikan hingga ke tingkat global," kata Iswara, kepada wartawan, Rabu (11/3/2026) malam.
1. Santri tidak boleh dipandang sebelah mata

Berdasarkan data Kementerian Agama, Jawa Barat tercatat memiliki lebih dari 12.977 ribu pondok pesantren dengan jumlah santri mencapai sekitar 376.791. Angka tersebut membuat Jawa Barat menjadi salah satu pusat pendidikan pesantren terbesar di Indonesia.
Wakil Ketua DPRD Jabar itu juga menilai, potensi besar tersebut harus diimbangi dengan kebijakan pendidikan yang memberi akses lebih luas bagi para santri, termasuk melalui jalur beasiswa LPDP.
"Santri tidak boleh dipandang sebelah mata. Banyak di antara mereka memiliki kapasitas akademik yang kuat dan mampu bersaing di tingkat internasional jika diberi kesempatan," ujarnya.
2. Sejarah mencatat ulama dan santri di barisan terdepan melawan penjajah

Dia menambahkan, afirmasi beasiswa bagi santri juga menjadi bentuk penghargaan terhadap kontribusi pesantren dalam perjalanan sejarah bangsa.
Menurut Iswara, sejak masa penjajahan, kalangan santri dan pesantren telah menjadi garda terdepan dalam perjuangan mempertahankan kemerdekaan Indonesia.
"Sejarah mencatat para ulama dan santri berada di barisan terdepan melawan penjajah. Spirit keilmuan dan nasionalisme itu masih hidup di pesantren hingga hari ini," katanya.
3. Pesantren harus dapat banyak beasiswa LPDP

Ketua Umum Partai Golkar Bahlil Lahadalia sebelumnya menyampaikan dorongan agar beasiswa LPDP lebih terbuka bagi santri saat menghadiri safari Ramadan di Pesantren Az-Zainiyah, Kecamatan Sukabumi, Kabupaten Sukabumi.
Menurut Bahlil, selama ini beasiswa LPDP lebih banyak dimanfaatkan oleh lulusan sekolah umum, padahal santri juga memiliki kualitas yang tidak kalah untuk melanjutkan pendidikan hingga ke luar negeri.
"Lewat Fraksi Partai Golkar kami akan meminta agar dana LPDP ini juga diberikan secara proporsional kepada pesantren. Karena belum tentu sekolah umum yang hebat-hebat itu kualitasnya lebih hebat daripada santri," kata Bahlil.
















