Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Ketum Bahlil: Jangan Hanya Kampus Umum, Santri Juga Harus Dapat LPDP

Ketum Bahlil: Jangan Hanya Kampus Umum, Santri Juga Harus Dapat LPDP
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (IDN Times/Siti Fatimah)
Intinya Sih
  • Bahlil Lahadalia mendorong agar santri pesantren mendapat akses lebih besar terhadap beasiswa LPDP, bukan hanya lulusan sekolah umum yang selama ini lebih banyak menikmati program tersebut.
  • Ia menilai kualitas santri setara dengan siswa sekolah umum dan menekankan pentingnya kebijakan seleksi yang lebih inklusif agar santri dari ekonomi terbatas tidak terhambat.
  • Partai Golkar berencana membangun asrama putra di Pesantren Az-Zainiyah Sukabumi sebagai bentuk dukungan nyata bagi pendidikan dan kenyamanan belajar para santri.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Kabupaten Sukabumi, IDN Times - Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia mendorong agar santri di pesantren mendapatkan akses yang lebih besar terhadap program beasiswa dari Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Hal itu disampaikannya saat menghadiri safari Ramadan di Pesantren Az-Zainiyah, Kabupaten Sukabumi.

Menurut Bahlil, selama ini beasiswa LPDP lebih banyak dimanfaatkan oleh lulusan sekolah umum. Padahal, santri pesantren juga memiliki potensi dan kualitas yang tidak kalah untuk melanjutkan pendidikan, baik di dalam maupun luar negeri.

“Kami akan meminta lewat Fraksi Golkar agar dana LPDP juga diberikan porsi yang proporsional kepada pesantren. Belum tentu sekolah umum yang hebat-hebat itu kualitasnya lebih hebat daripada santri,” kata Bahlil di Sukabumi, Minggu (8/3/2026) malam.

1. Santri dinilai punya kualitas yang tak kalah

IMG_1707.jpeg
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (IDN Times/Siti Fatimah)

Bahlil menilai kualitas seseorang tidak ditentukan dari tempat ia menempuh pendidikan, melainkan dari usaha dan tekad individu tersebut. Ia mencontohkan perjalanan hidupnya yang berasal dari keluarga sederhana di Papua sebelum merantau ke Jakarta pada 1990-an.

Ia mengaku sejak kecil hidup dalam keterbatasan ekonomi. Ibunya bekerja sebagai pembantu rumah tangga, sementara ayahnya buruh bangunan. Bahkan, sejak SMP ia sudah bekerja menjadi kondektur angkot dan berjualan kue.

“Saya sekolah di kampung, SD Inpres. Tapi bukan berarti orang yang sekolah di kampung atau pesantren kualitasnya kalah dengan yang sekolah di tempat hebat,” ujarnya.

Bahlil mengatakan yang dibutuhkan santri saat ini adalah kesempatan dan dukungan akses pendidikan, termasuk dalam program beasiswa pemerintah. Menurutnya, kebijakan seleksi seperti skor TOEFL yang terlalu tinggi juga perlu menjadi perhatian agar tidak justru menyulitkan santri dari kalangan ekonomi terbatas.

2. Pesantren punya peran besar dalam sejarah bangsa

IMG_1704.jpeg
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (IDN Times/Siti Fatimah)

Dalam kesempatan tersebut, Bahlil juga menekankan bahwa pesantren memiliki peran penting dalam perjalanan sejarah Indonesia. Menurutnya, pesantren sudah menjadi pusat pendidikan dan pembentukan karakter jauh sebelum Indonesia merdeka.

Ia menyebut pesantren tidak hanya mengajarkan ilmu agama, tetapi juga menanamkan nilai moral dan nasionalisme kepada para santri.

“Pesantren itu sudah ada sebelum negara ini berdiri. Dari pesantren lahir ulama, pemimpin masyarakat, dan tokoh-tokoh bangsa,” katanya.

3. Golkar berencana bantu pembangunan asrama santri di Sukabumi

IMG_1701.jpeg
Ketua Umum DPP Partai Golkar Bahlil Lahadalia (IDN Times/Siti Fatimah)

Selain membahas akses pendidikan, Bahlil juga menyampaikan rencana bantuan pembangunan fasilitas pesantren. Ia menyebut Partai Golkar berencana membangun gedung asrama putra di Pesantren Az-Zainiyah setelah Hari Raya Idul Fitri.

“Insyallah habis hari raya kita langsung bangun satu gedung untuk asrama putra agar santri lebih nyaman belajar,” katanya.

Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian safari Ramadan Partai Golkar ke sejumlah pesantren. Selain mempererat silaturahmi, kegiatan itu juga menjadi upaya menyerap aspirasi kalangan pesantren terkait pendidikan dan pembangunan generasi muda.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More