Tol Cipali Dilintasi 1,5 Juta Kendaraan Selama Libur Nataru

- Lonjakan terjadi sebelum Hari Natal
- Puncak arus dan liburan yang diperpanjang
- Dampak ekonomi dan kesiapan infrastruktur
Cirebon, IDN Times - Sebanyak 1,5 juta lebih kendaraan tercatat melintasi Ruas Tol Cikopo–Palimanan (Cipali) selama periode Senin (15/12/2025) hingga Senin (5/1/2026). Kondisi tersebut menegaskan peran tol sepanjang 116 kilometer tersebut sebagai jalur utama penghubung Jawa Barat dan Jawa Tengah pada libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026.
Data pengelola tol mencatat, total kendaraan yang melintas mencapai 1.546.905 unit. Angka ini jauh melampaui rata-rata lalu lintas harian normal dan mencerminkan tingginya aktivitas perjalanan domestik, baik untuk liburan, silaturahmi keluarga, maupun perjalanan lintas wilayah.
1. Lonjakan terjadi sebelum Hari Natal

Kenaikan volume lalu lintas tidak hanya terjadi pada puncak libur, tetapi sudah terlihat sejak sepekan sebelum Natal. Pada H–7 atau 18 Desember 2025, jumlah kendaraan yang melintas mencapai 66.138 unit, atau meningkat sekitar 18 persen dibandingkan kondisi normal.
Lonjakan semakin nyata pada H–5 (20 Desember) dengan 87.264 kendaraan, naik sekitar 34 persen.
Pola ini menunjukkan kecenderungan masyarakat melakukan perjalanan lebih awal untuk menghindari kepadatan pada hari-hari utama libur. Fenomena “curi start” perjalanan ini menjadi tren berulang dalam beberapa tahun terakhir, seiring meningkatnya fleksibilitas waktu libur dan pola kerja.
2. Puncak arus dan liburan yang diperpanjang

Volume lalu lintas tertinggi tercatat bertepatan dengan Hari Natal dan beberapa hari setelahnya. Pada 25 Desember 2025, sebanyak 109.350 kendaraan melintas di Tol Cipali. Namun, puncak sesungguhnya terjadi pada H+3 atau 28 Desember 2025, ketika jumlah kendaraan mencapai 111.541 unit.
Kondisi tersebut mengindikasikan bahwa sebagian masyarakat tidak langsung kembali setelah Natal, melainkan memperpanjang masa liburan hingga mendekati pergantian tahun. Memasuki awal 2026, arus kendaraan tetap padat.
Pada 1 Januari 2026 tercatat 78.515 kendaraan, atau hampir 40 persen lebih tinggi dari lalu lintas normal. Arus tinggi kembali terlihat hingga H+10, menandai arus balik yang berlangsung bertahap.
3. Dampak ekonomi dan kesiapan infrastruktur

Head of Corporate Communications Astra Infra, Deddy Pradityo Opficon, menyampaikan secara akumulatif volume lalu lintas selama Nataru berada di atas rata-rata harian. Menurutnya, kondisi ini mencerminkan tingginya mobilitas masyarakat dan tetap terjaganya daya beli untuk perjalanan domestik.
“Tingginya pergerakan kendaraan biasanya sejalan dengan meningkatnya aktivitas di rest area, sektor pariwisata, kuliner, dan UMKM di sekitar koridor Tol Cipali,” ujarnya, Rabu (7/1/2026).
Dari sisi pengelolaan, Astra Infra memastikan operasional tol tetap berjalan optimal di tengah lonjakan trafik. Pengaturan lalu lintas, kesiapan transaksi di gerbang tol, serta layanan rest area dioptimalkan untuk menjaga kelancaran. Meski kepadatan sempat terjadi pada waktu-waktu puncak, arus lalu lintas secara umum masih dapat dikendalikan.
Secara lebih luas, tingginya volume kendaraan di Tol Cipali selama Nataru 2025/2026 menjadi indikator penting bagi dinamika ekonomi regional. Koridor ini bukan hanya jalur mudik dan wisata, tetapi juga tulang punggung distribusi barang antarprovinsi.
"Lonjakan mobilitas akhir tahun memberi sinyal bahwa pergerakan kelas menengah dan aktivitas perjalanan domestik masih menjadi penopang utama ekonomi nasional di tengah berbagai tantangan global," tutupnya.
















