Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Tiga Bocah SD Nekat Joged di Tengah Tol Japek KM 56, Ini Kata Polisi

Tiga Bocah SD Nekat Joged di Tengah Tol Japek KM 56, Ini Kata Polisi
(Tangkap layar/IDN Times)

Bandung, IDN Times - Aksi nekat tiga orang bocah berseragam pramuka berjoget di tengah jalan Tol Jakarta-Cikampek (Japek) Kilometer 56 terekam dalam video dan viral di media sosial. Aksi ini terjadi pada Sabtu (19/8/2023).

Melalui video unggahan Instagram @zonakrw, tiga bocah berseragam pramuka ini mulanya masuk melalui pembatas Tol Japek dari Jembatan Penyeberangan Orang (JPO). Ketiganya kemudian menunggu jalan kosong dan langsung berjoget-joget di tengah jalan.

1. Ketiga bocah ini masuk tol lewat tembok pembatas

(Tangkap layar/IDN Times)
(Tangkap layar/IDN Times)

Dalam video ini terlihat juga beberapa bocah lainnya duduk berjejer melihat aksi tiga orang itu. Suara dalam video yang merekam aksi menantang maut tiga orang ini juga masih bocah. Dia mengatakan akan mem-viral-kan aksi tersebut.

"Viralin-viralin, ada bocah hayang modar (mau meninggal)," ucapnya.

2. Polisi minta pembatas ditinggikan

(Tangkap layar/IDN Times)
(Tangkap layar/IDN Times)

Kapolsek Klari, Kompol Hidayat mengatakan, kejadian ini terjadi karena tembok pembatas jalan tol masih sangat pendek dan bisa dipanjat oleh orang dewasa dan bocah. Apalagi pembatas ini dekat dengan JPO dan mudah untuk dilalui.

"Kami meminta agar pembatas jalan tol dengan jalan umum atau jalan desa yang bersinggungan dengan masyarakat agar pembatasnya lebih ditinggikan, karena anak-anak kemarin masuk dengan cara memanjat dinding pembatas jalan tol," ujar Hidayat, beberapa hari kemarin.

3. Orangtua dan pihak sekolah sudah dipanggil kepolisian

(Tangkap layar/IDN Times)
(Tangkap layar/IDN Times)

Hidayat menambahkan, dari peristiwa ini orangtua dari tiga bocah yang berjoget di tengah jalan tol ini telah dipanggil bersama dengan pihak sekolah untuk memberikan keteragan mengenai aksi tersebut. Adapun aksi ini dilakukan oleh siswa SD kelas IV, kelas V, dan kelas VI.

Kepolisian juga langsung koordinasi dengan berbagai pihak, seperti Jasa Marga dan pemerintah desa setempat soal pembatas jalan yang dianggap kurang aman.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Azzis Zulkhairil
EditorAzzis Zulkhairil
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Penghayat STJ Diminta Tandatangani Surat, Sebut Kebakaran Itu Musibah

07 Apr 2026, 22:06 WIBNews