Sudah 10 Hari, Banjir Rancabolang Belum Surut Ratusan KK Terdampak

- Banjir di Kelurahan Rancabolang, Gedebage, Bandung sudah berlangsung 10 hari dan belum surut, merendam 362 rumah serta mengganggu aktivitas ratusan kepala keluarga.
- Warga bersama BPBD berupaya menyedot air menggunakan pompa dan memanfaatkan perahu bantuan untuk akses lansia serta warga sakit, namun kebutuhan logistik masih dirasa kurang.
- Pemerintah Kota Bandung melalui BPBD dan Dinsos menyalurkan bantuan sembako, mendirikan dapur umum, serta mengkaji penyebab banjir berulang di wilayah dekat Stasiun KCIC Tegalluar.
Bandung, IDN Times - Bencana alam banjir yang menerjang wilayah Kelurahan Rancabolang, Kecamatan Gedebage, Kota Bandung, sejak Jumat (10/4/2026) masih belum surut. Dari peristiwa ini ada ratusan Kepala Keluarga (KK) terdampak, dan aktivitasnya terganggu.
Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Bandung, total ada 362 rumah di RW 03 yang terdampak dengan rincian di RT 03 ada 78 rumah, RT 04 tercatat 70 rumah, dan di RT 05 sebanyak 125 rumah yang terendam banjir tersebut.
Berdasarkan pantauan IDN Times di lokasi pada Sabtu (18/4/2026) pukul 11:11 WIB di wilayah RT 05 debit air masih setinggi lutut orang dewasa. Akses jalan, rumah dan masjid di wilayah tersebut lumpuh digenangi air.
Sebagian masyarakat juga memanfaatkan bantuan perahu karena dari BPBD untuk akses lansia dan warga yang tengah dalam kondisi sakit.
"Banjir terjadi sudah sepuluh hari dari awal sampai sekarang itu pas awal ketinggian debit air sampai pusar orang dewasa sekarang samapi lutut orang dewasa," ujar ketua RT 02, Rijal Rudiatna saat ditemui IDN Times di lokasi.
1. Masyarakat terganggu dalam beraktivitas termasuk bekerja

Masyarakat di lokasi pun bahu membahu untuk mengeluarkan genangan air dengan peralatan pompa agar air bisa surut dan aktivitas warga kembali berjalan normal. Rijal mengatakan, masyarakat saat ini membutuhkan banyak logistik, karena bantuan masih belum cukup untuk masyarakat terdampak.
"Masyarakat dan jajaran ke RW-an menyedot menggunakan pompa air keluar hingga banjir bisa surut. Mudah-mudahan ada perhatian lebih dari pemerintah pusat dan pemerintah daerah," ucapnya.
Pemerintah Kota Bandung, kata Rijal memang sudah memberikan bantuan, namun dengan kondisi saat ini dirasakannya masih kurang. Apalagi, sebagian masyarakat sudah ada yang merasakan dampak gatal-gatal.
"Pemerintah ada bantuan, hampir 600 KK lebih udah mulai gatal-gatal terdampak ada bantuan logistik, alhamdulillah. Cuma ini masyarakat terganggu pekerjaan ada buruh bangunan dan lainnya terganggu," kata dia.
2. Sebagian warga sudah merasa gatal-gatal

Sejak awal banjir terjadi di wilayah Rancabolang, Rijal menyampaikan, untuk di RT 02 memang ada sejumlah warga yang hendak mengungsi. Namun, akhirnya memilih untuk tetap tinggal di rumah meski dalam kondisi banjir saat ini.
"Waktu itu ada mau mengungsi tapi enggak mau akhirnya dapat bantuan prahu dari BPBD semoga banjir ini tidak terjadi lagi di daerah kita," ucapnya.
Sementara itu Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Bandung, Amires Pahala membenarkan, banjir di wilayah Rancabolang ini masih belum surut. Pemerintah saat ini tengah mengkaji penyebab pasti dari banjir di wilayah dekat dengan Stasiun KCIC Tegalluar itu.
"Saat ini Pemerintah Kota Bandung mengkaji terhadap kejadian banjir yang berulang. Petugas sudah melakukan pengecekan ke lokasi dan berkoordinasi dengan RT/RW dan kelurahan setempat," ujar Amires.
Amires mengimbau kepada warga sekitar agar tetap berhati-hati dan meningkatkan kewaspadaan pada potensi bahaya dan juga potensi meningkatnya ketinggian air yang nantinya bisa masuk ke dalam rumah.
"Menindaklanjuti kejadian tersebut, telah dilaksanakan kegiatan pendirian dapur umum berdasarkan permintaan dari pihak kewilayahan. Kegiatan ini bertujuan untuk memenuhi kebutuhan logistik bagi masyarakat terdampak banjir," kata Amires.
3. Pemkot Bandung klaim sudah berikan bantuan logistik

Terpisah, Kepala Dinas Sosial (Dinsos) Kota Bandung, Yorisa Sativa mengatakan, bantuan untuk warga yang terdampak banjir terus disalurkan secara terkoordinasi.
"Ada bantuan sembako dan dapur umum untuk warga terdampak, koordinasi dengan lurah dan camat berjalan baik serta melibatkan partisipasi warga sehingga semua potensi di wilayah bisa dimaksimalkan," ucap Yorisa.
Selain itu, kata dia, dukungan juga datang dari lembaga kesejahteraan sosial dan sejumlah perusahaan, sehingga ketersediaan bahan pokok bagi warga tetap terjaga.
"Tadi ada bantuan dari lembaga kesejahteraan sosial dan juga dari perusahaan-perusahaan besar, sehingga alhamdulillah tidak khawatir untuk kekurangan bahan pokok," katanya.


















