Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Kronologi Siswa SMAN 1 Purwakarta Ejek Guru Hingga Viral di Medsos

Kronologi Siswa SMAN 1 Purwakarta Ejek Guru Hingga Viral di Medsos
Ilustrasi murid sedang membaca (pexels.com/George Dolgikh @ Giftpundits.com)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Sembilan siswa SMAN 1 Purwakarta terekam mengejek guru PKN dengan acungan jari tengah setelah pelajaran, dan video tersebut viral di media sosial.
  • Pihak sekolah memanggil siswa serta orang tua untuk klarifikasi; para siswa mengakui kesalahan dan menyesal, sementara sekolah melakukan pembinaan lanjutan.
  • Gubernur Dedi Mulyadi menyarankan hukuman sosial seperti membersihkan lingkungan sekolah agar memberi efek edukatif, bukan hanya skorsing 19 hari.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Kepala Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat, Purwanto angkat bicara mengenai video yang memperlihatkan sejumlah pelajar SMAN 1 Purwakarta melakukan aksi tidak terpuji terhadap gurunya dengan mengacungkan jari tengah setelah proses belajar mengajar.

Purwanto mengatakan, peristiwa ini terjadi setelah guru pendidikan kewarganegaraan bernama Atum selesai mengajar kelas IX IPS. Setelah itu, ada sebanyak sembilan orang murid dari kelas tersebut langsung melakukan tindakan tidak terpuji tersebut.

"Kronologinya mereka telah selesai pelajaran kebhinekaan, soal aneka makanan yang diolah oleh mereka berdasarkan penuturan kepala sekolah Kemudian setelah itu terjadi aksi yang tidak terpuji dari anak-anak itu," kata Purwanto saat dikonfirmasi, Sabtu (18/4/2026).

1. Sekolah sudah memanggil wali murid secara langsung

ilustrasi murid tidak kosentrasi saat belajar (pexels.com/olly)
ilustrasi murid tidak kosentrasi saat belajar (pexels.com/olly)

Kemudian, pihak sekolah sadar karena peristiwa ini sudah diketahui banyak orang, para pelajar tersebut turut dipanggil dan mengakui perbuatan tidak terpuji itu. Mereka juga telah memanggil para orangtua pelajar ini.

"Dan kemudian setelah itu anak-anak dipanggil, orangtua dipanggil, semua menyadari telah melakukan kesalahan, orangtuanya juag menyayangkan, anaknya menyesal ya kemudian sekolah melakukan langkah untuk pembinaan," ujarnya.

Mengenai motif dari perbuatan ini, Purwanto belum bisa berkomentar banyak karena hal itu masih dilakukan pendalaman, begitu pun oleh pihak sekolah.

"Kita belum dalami sampai ke situ, seperti apa alasannya kita belum. Itu lagi dialami sekolah, dan ini baru pertama kali divideokan," ucap dia.

2. Disdik Jabar minta orangtua dan sekolah waspadai pergaulan murid

smkn-1-gantar-BEmotv-m8uM-unsplash.jpg
ilustrasi murid salim dengan guru (pexels.com/smkn 1 gantar)

Purwanto mengakui, para pelajar saat ini memiliki sikap yang berbeda jika dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dia meminta orangtua dan guru harus mewaspadai hal tersebut dan melakukan pendekatan yang baik dalam memberikan edukasi.

"Karena anak sekarang tumbuh tidak hanya di ruang sekolah, di ruang kelas, tapi juga di ruang digital, di lingkungan rumahnya bagaimana perhatian orang tua, bagaimana proses pembelajaran di sekolah," kata dia.

"Ini menjadi bahan refleksi bukan hanya untuk SMAN 1 tapi untuk semua sekolah dan orang tua, termasuk kita di tingkat pengambil kebijakan," kata dia.

3. Dedi Mulyadi minta murid tersebut diberikan hukuman

contoh praktik feodalisme yang sering tidak disadari
ilustrasi murid (pexels.com/Muhaimin Abdul Aziz)

Dengan viralnya video tidak terpuji tersebut, Gubernur Dedi Mulyadi turut meminta agar para murid ini tidak hanya diberikan sanksi berupa skorsing selama 19 hari. Melainkan, diberikan hukuman sosial di sekolah agar hukuman ini benar-benar memberikan manfaat.

"Tapi saya memberikan saran, anak itu tidak skorsing selana 19 hari, ini saran mudah-mudahan bisa digunakan. Tapi, diberikan hukuman membersihkan halaman sekolah, menyapu setiap hari dan membersihkan toilet," kata dia.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More