Viral, Lurah di Bandung Marah-marahi Petugas Puskesmas

- Sebuah video lurah di Bandung marah di Puskesmas Cibolerang viral, memicu perhatian Pemerintah Kota Bandung dan publik.
- BKPSDM Kota Bandung akan memanggil lurah serta meminta keterangan pihak puskesmas untuk mengklarifikasi kronologi kejadian secara menyeluruh.
- Evi Hendarin menegaskan ASN wajib menjaga etika dan kredibilitas saat bertugas, sambil memastikan penelusuran kasus dilakukan sebelum langkah lanjutan.
Bandung, IDN Times – Sebuah video yang memperlihatkan seorang lurah di Kota Bandung diduga marah-marah di lingkungan puskesmas viral di media sosial dan WhastApp.
Berdasarkan informasi yang beredar, peristiwa itu terjadi di Puskesmas Cibolerang, Kelurahan Babakan Ciparay pada awal Mei 2026. Dalam video berdurasi 3 menit 6 detik itu, lurah yang belum diketahui identitasnya terlihat menunjuk wajah sejumlah orang saat berada di area puskesmas.
Belum diketahui secara pasti penyebab keributan tersebut. Namun insiden itu sudah menjadi perhatian Pemerintah Kota Bandung.
1. BKPSDM Kota Bandung bakal panggil lurah viral

Kepala BKPSDM Kota Bandung, Evi Hendarin mengaku, telah menerima video yang beredar dan akan memanggil dan meminta klarifikasi dari lurah yang bersangkutan.
Menurut Evi, hingga kini pihaknya belum menerima laporan resmi terkait kronologi kejadian tersebut.
"Kalau tentang video yang beredar itu, saya juga belum mendapatkan laporan secara pasti. Tapi saya baru mendapatkan videonya dan kami tentunya akan mengklarifikasi kepada yang bersangkutan," kata Evi di Balaikota Bandung, Selasa (2/6/2026).
2. Pihak puskesmas juga akan dimintai keterangan

Selain memanggil lurah yang terekam dalam video, BKPSDM juga berencana meminta keterangan dari pihak puskesmas.
Langkah itu dilakukan untuk memperoleh informasi yang utuh dan berimbang sebelum mengambil kesimpulan terkait insiden tersebut.
"Kami lakukan dua arah kalau memang ada dua pihak yang dinarasikan terjadi di lokasi tersebut. Kita enggak bisa menarik kesimpulan sebelum mendapatkan informasi secara utuh," ujarnya.
3. ASN diminta menjaga etika saat bertugas

Terlepas dari penyebab kejadian, Evi menegaskan seluruh aparatur sipil negara (ASN), terutama pejabat publik, harus mampu menjaga etika dan kredibilitas saat menjalankan tugas.
Menurut dia, banyaknya persoalan di kewilayahan tidak boleh menjadi alasan untuk menunjukkan sikap yang dinilai negatif oleh masyarakat.
"Kita tahu kalau di kewilayahan masalahnya banyak, tapi bukan berarti kemudian harus diejawantahkan dengan pembawaan yang kemudian dinilai oleh masyarakat tidak baik," katanya.
Evi memastikan BKPSDM akan menelusuri kejadian tersebut lebih lanjut sebelum menentukan langkah berikutnya.

















