Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Disdik Jabar Targetkan 24 Unit Sekolah Baru Bisa Beroperasi Tahun Ini

Disdik Jabar Targetkan 24 Unit Sekolah Baru Bisa Beroperasi Tahun Ini
SMAN 3 Kota Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)
Intinya Sih
Timeline
5W1H
Gini Kak
Sisi Positif
  • Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan pembangunan dan pengoperasian 24 unit sekolah baru tingkat SMA, SMK, dan SLB negeri pada tahun ini.
  • Sebagian sekolah baru berasal dari pengalihan status sekolah swasta menjadi negeri, sementara lainnya dibangun di lahan milik pemerintah provinsi seperti di Arcamanik, Kota Bandung.
  • Proses pembangunan masih menghadapi kendala hibah lahan di beberapa daerah seperti Cianjur dan Bekasi, dengan wilayah Kabupaten Bogor menjadi lokasi terbanyak rencana pendirian sekolah baru.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?
Share Article

Bandung, IDN Times - Pemerintah Provinsi Jawa Barat menargetkan ada 24 unit sekolah baru untuk SMA, SMK dan SLB negeri dibangun tahun ini. Dinas Pendidikan (Disdik) Provinsi Jawa Barat memastikan, sekolah baru ini tidak semuanya gedung baru, beberapa di antaranya ada yang mengambil alih dari sekolah swasta.

Meski begitu, Kepala Disdik Provinsi Jawa Barat, Purwanto mengatakan, ada juga sekolah yang saat ini dibangun baru dengan memanfaatkan tanah milik pemerintah provinsi, seperti di wilayah Arcamanik, Kota Bandung.

Dia pun memastikan, untuk bangunan yang di Arcamanik tersebut diperuntukkan bagi SMA negeri pada umumnya bukan Sekolah Manusia Unggul (Maung).

"Di Arcamanik ini nantinya dibangun untuk SMA biasa, sekolah negeri gitu. SMA 28 atau 29, SMA baru. Jadi SMA negeri biasa bukan Sekolah Maung," ujar Purwanto, Rabu (3/6/2026).

1. Sebanyak 24 sekolah baru ini terdiri dari SMA hingga SLB

IMG_20250610_104413.jpg
SPMB di SMAN 3 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Disdik Provinsi Jawa Barat saat ini masih terus berkoordinasi dengan berbagai pihak untuk mencapai target 24 unit sekolah baru tersebut. Koordinasi juga dilakukan dengan yayasan pemilik sekolah swasta, karena ada beberapa yang nantinya diambil alih oleh Pemprov Jabar.

"Ada 24 sekolah termasuk SLB tapi ada yang pengalihan status, ada pengalihan dari sekolah swasta jadi negeri gitu. Terus ada yang juga di unit gedung baru, ada yang benar-benar unit sekolah baru," kata dia.

Berdasarkan data yang diterima, Purwanto, proses pembangunan unit sekolah baru mengalami beberapa kendala di antaranya soal status hibah lahan. Dia memastikan bahwa tidak semua proses dari rencana tersebut berjalan mulus.

"Hibah lahannya belum clear and clean. Jadi 24 sekolah baru itu ada hibah lahan yang belum clear and clean kayak di Cidaun, Cianjur. Di Bekasi ada yang belum clear and clean ada masih berproses," ucapnya.

2. Sekolah Maung masih menumpang di sekolah favorit

IMG_20250916_095703.jpg
SMAN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Lebih lanjut, Purwanto mengatakan, 24 unit sekolah baru ini nantinya tersebar di kabupaten dan kota wilayah Jawa Barat, dan yang paling banyak nantinya ada di wilayah Kabupaten Bogor.

"Daerah-daerah tertentu, paling banyak di Bogor karena kan penduduknya banyak dan sekolahnya masih sedikit. Terus tersedia lahan di sana, ada hibah dari pemerintah Kabupaten Bogor," kata dia.

Mengenai unit sekolah baru untuk Sekolah Maung, Purwanto menyampaikan, belum ada rencana pembangunan dan masih mengandalkan sekolah-sekolah favorit kecuali di Purwakarta.

"Tahun ini kalau dari nol enggak ada karena kayak Purwakarta kan itu sudah ada bangunannya," ujarnya.

3. Optimistis bisa beroperasi tahun ini

IMG_20250730_115222.jpg
SMAN 1 Bandung (IDN Times/Azzis Zulkhairil)

Purwanto menegaskan, rencana 24 unit sekolah baru ini dilakukan berdasarkan peraturan yang ada, di mana salah satu syaratnya yaitu kelurahan atau kecamatan di kabupaten kota, harus benar-benar belum terdapat sekolah negeri maupun swasta, sementara muridnya banyak.

"Target kami kayak gitu. Target kami 2026 ini ada 24 sekolah yang akan dikerjakan, begitu. Mudah-mudahan proses kayak misalnya hibah di Bekasi itu tinggal tanda tangan Pak Bupati misalnya gitu," kata dia.

Share Article
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana

Latest News Jawa Barat

See More