Survei Litbang Kompas: Warga Bandung 65,9 Persen Puas Kinerja Wali Kota

- Sebanyak 65,9 persen warga Bandung puas dengan kinerja Wali Kota Farhan, sementara 81,4 persen merasa optimistis terhadap arah pembangunan kota yang dinilai semakin positif.
- Layanan publik seperti kesehatan, administrasi kependudukan, dan pendidikan mendapat apresiasi tinggi di atas 80 persen, meski sektor ekonomi masih tertinggal dengan tingkat kepuasan hanya 53,5 persen.
- Warga menilai perbaikan signifikan pada infrastruktur dan toleransi sosial, namun kondisi ekonomi justru melemah sehingga menjadi fokus utama Pemkot Bandung untuk memperkuat kesejahteraan masyarakat.
Bandung, IDN Times - Kota Bandung mendapat rapor kinerja yang cenderung positif dari warganya dalam satu tahun terakhir. Survei Teropong Daerah yang dilakukan Litbang Kompas menunjukkan mayoritas masyarakat tidak hanya merasa puas terhadap kinerja pemerintah kota, tetapi juga memiliki optimisme tinggi terhadap arah pembangunan ke depan.
Survei yang melibatkan 400 responden pada 23 Februari hingga 3 Maret 2026 melalui wawancara tatap muka dengan memotret berbagai aspek, mulai dari kepemimpinan, pelayanan publik, hingga kondisi sosial-ekonomi. Hasilnya, meski sejumlah sektor seperti ekonomi masih menjadi pekerjaan rumah, publik tetap memberikan apresiasi terhadap upaya perbaikan yang dinilai mulai terasa, terutama di bidang layanan dasar dan infrastruktur kota.
1. Jadi modal kuat pemerintahan

Sebanyak 65,9 persen responden menyatakan puas terhadap kinerja Wali Kota Bandung, dengan rincian 7,3 persen sangat puas dan 58,6 persen puas. Sementara itu, sekitar 28,8 persen menyatakan tidak puas dan sebagian kecil lainnya menyebut sangat tidak puas atau tidak menjawab. Angka ini menunjukkan mayoritas warga merasakan kinerja pemerintah berjalan ke arah positif meski belum sepenuhnya merata.
Tidak hanya itu, tingkat optimisme masyarakat bahkan lebih tinggi. Sebanyak 81,4 persen warga menyatakan optimistis terhadap kepemimpinan wali kota dalam membawa Bandung menjadi kota yang lebih utama. Dari jumlah tersebut, 12,9 persen menyatakan sangat optimistis dan 68,5 persen optimistis. Di sisi lain, masih ada 14,5 persen yang merasa tidak optimistis, serta sebagian kecil yang sangat tidak optimistis.
Peneliti Litbang Kompas, Christian MM, menilai tingginya optimisme ini mencerminkan adanya kepercayaan publik terhadap arah pembangunan yang sedang dibangun.
"Meski demikian, ia menegaskan masih terdapat catatan pada sektor ekonomi dan tata kelola pemerintahan yang perlu diperkuat agar kepercayaan ini tetap terjaga," kata dia melalui siaran pers diterima IDN Times, Jumat (17/4/2026).
2. Layanan publik dapat apresiasi

Kinerja pelayanan publik Pemkot Bandung mendapat apresiasi luas dari masyarakat. Sektor kesehatan menjadi yang tertinggi dengan tingkat kepuasan mencapai 85,9 persen, diikuti administrasi kependudukan sebesar 84,3 persen, serta pendidikan sebesar 83,8 persen. Angka ini menunjukkan layanan dasar yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan masyarakat dinilai berjalan sangat baik.
Selain itu, sektor infrastruktur juga memperoleh tingkat kepuasan tinggi sebesar 80,8 persen. Hal ini sejalan dengan persepsi warga yang menilai pembangunan fisik kota semakin terasa manfaatnya. Sementara sektor transportasi mencatat kepuasan 77,9 persen, mengindikasikan perbaikan layanan mobilitas meski masih menyisakan tantangan.
Namun, sektor ekonomi menjadi satu-satunya yang tertinggal cukup jauh dengan tingkat kepuasan hanya 53,5 persen. Data ini memperlihatkan adanya kesenjangan antara keberhasilan pelayanan publik dengan kondisi ekonomi masyarakat yang belum sepenuhnya pulih. Kondisi ini menjadi sinyal kuat bagi pemerintah untuk mendorong penciptaan lapangan kerja, menjaga stabilitas harga, serta memperkuat peran UMKM.
3. Pertumbuhan ekonomi jadi sorotan

Dalam persepsi kondisi kota selama satu tahun terakhir, mayoritas warga menilai Bandung mengalami perbaikan, terutama pada aspek inklusivitas sosial dan pembangunan infrastruktur. Sebanyak 82,8 persen responden menilai kondisi toleransi semakin baik (10,7 persen sangat baik dan 72,1 persen baik), dengan hanya sebagian kecil yang menilai buruk.
Penilaian serupa juga terlihat pada sektor infrastruktur, di mana sekitar 69,5 persen responden menilai kondisi semakin baik. Ketertiban umum dan keamanan juga mendapatkan persepsi positif, masing-masing dengan lebih dari separuh responden menilai adanya perbaikan, meski masih ada sekitar 14–15 persen yang merasa kondisi tersebut memburuk.
Di sisi lain, sektor ekonomi justru menjadi satu-satunya yang dinilai mengalami penurunan. Hanya 24,7 persen responden yang menilai ekonomi membaik, sementara 44,3 persen menilai tidak ada perubahan dan sekitar 29,7 persen menilai kondisi ekonomi semakin buruk. Data ini mempertegas bahwa isu ekonomi menjadi tantangan utama yang harus segera direspon pemerintah.
Menanggapi hasil tersebut, Wali Kota Bandung Muhammad Farhan menyebut tingginya optimisme masyarakat sebagai mandat untuk terus menghadirkan kebijakan yang berdampak langsung. Ia menegaskan, ke depan Pemkot akan fokus pada penguatan ekonomi, peningkatan kesejahteraan, serta pembangunan yang lebih merata agar manfaatnya dirasakan seluruh lapisan masyarakat.
"Pemerintah Kota Bandung menegaskan akan terus memperkuat berbagai program pembangunan secara berkelanjutan, dengan fokus pada peningkatan kualitas pelayanan publik, penguatan ekonomi masyarakat, serta tata kelola pemerintahan yang semakin transparan dan akuntabel," kata dia.

















