Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Guru Besar Fakulitas Keperawatan Unpad Diduga Lakukan Pelecehan Seksual

Guru Besar Fakulitas Keperawatan Unpad Diduga Lakukan Pelecehan Seksual
Ilustrasi pelecehan seksual (Dok. savesmanfourkotser)
Intinya Sih
  • Seorang guru besar Fakultas Keperawatan Unpad berinisial IY diduga melakukan pelecehan verbal terhadap mahasiswi exchange, dan kasusnya kini tengah ditangani Satgas PPKS bersama pihak kampus.
  • BEM Kema Unpad menegaskan penolakan terhadap segala bentuk kekerasan seksual, menyatakan dukungan penuh bagi korban, serta menyerukan pentingnya menjaga ruang aman di lingkungan akademik.
  • Pihak Unpad melalui Kepala Kantor Komunikasi Publik menyebut masih membahas kasus ini dengan pimpinan dan akan segera mengeluarkan pernyataan resmi terkait dugaan pelecehan tersebut.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Is this "Intinya Sih" helpful?

Bandung, IDN Times - Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Kemahasiswaan (Kema) Universitas Padjajaran (Unpad) buka suara mengenai dugaan pelecehan seksual yang dilakukan seorang guru besar Fakultas Keperawatan berinisial IY.

Dosen bergelar profesor itu diduga melakukan tindakan pelecehan verbal terhadap mahasiswi exchange. Tangkapan layar percakapan 'tak senonoh' antara terduga pelaku dan korban itu pun viral di media sosial.

BEM Kema Unpad dan Fakultas Keperawatan telah menyatakan bahwa sudah berkoordinasi dengan Satuan Tugas Pencegahan dan Penanganan Kekerasan Seksual (PPKS) Unpad.

"Kami telah mengetahui adanya laporan yang beredar di media sosial X (Twitter) terkait dugaan kekerasan seksual yang melibatkan (dosen berinisial) IY. Saat ini, BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad telah dan akan terus berkoordinasi dengan Satgas PPKS Unpad, Dekanat Fakultas Keperawatan Universitas Padjajaran, dan Rektorat Universitas Padjajaran," tulis isi pernyataan Instagram BEM Kema Unpad, dikutip IDN Times, Rabu (15/4/2026).

1. Kekerasan seksual dalam bentuk apapun tidak dibenarkan

WhatsApp Image 2025-09-05 at 7.45.30 AM (2).jpeg
Makluimat Mangkalang Unpad. Dok/Istimewa

BEM menyampaikan keprihatinan ihwal dugaan tindak pelecehan seksual verbal yang dialami salah satu mahasiswi pertukaran pelajar itu.

"Kami menegaskan bahwa tidak ada bentuk kekerasan seksual yang dapat dibenarkan dalam kondisi apa pun, dan tindakan tersebut tidak memiliki tempat dalam lingkungan kampus," masih mengutip pernyataan tersebut.

BEM Kema Unpad dan BEM Kema FKep Unpad menyatakan keberpihakan pada korban, serta mendukung penuh seluruh upaya perlindungan, pendampingan, dan pemulihan korban.

BEM Kema menegaskan, segala bentuk pelecehan seksual di lingkungan kampus tidak dibenarkan, dan harus ditindak. Ini untuk menjaga ruang aman mahasiswa selama beraktivitas di area kampus.

"Kami menolak setiap bentuk pembiaran dan pelanggengan kekerasan seksual di lingkungan akademik. Tidak ada toleransi bagi institusi, organisasi, atau individu yang memilih diam, melindungi pelaku, atau menempatkan nama baik di atas keselamatan korban," papar BEM Kema.

2. Ajak mahasiswa jangan takut lapor

Ilustrasi pelecehan seksual yang terjadi kepada wanita (istockphoto)
Ilustrasi pelecehan seksual yang terjadi kepada wanita (istockphoto)

Untuk menghindari hal-hal serupa kembali terjadi, BEM mengungkapkan Universitas Padjajaran memfasilitasi pelaporan mahasiswa melalui kanal khusus. Kepada civitas juga untuk tidak menyebarkan identitas korban.

BEM Kema mengimbau kepada seluruh sivitas akademika Unpad untuk, mengedepankan empati, menjaga keselamatan bersama, serta menciptakan ruang aman di lingkungan kampus Tidak menyebarkan identitas korban maupun informasi yang belum terverifikasi, menghindari segala bentuk victim blaming dan narasi yang merugikan korban

Mahasiswa pun diharap bisa menggunakan kanal pelaporan resmi yang telah disediakan oleh pihak kampus apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan tindakan kekerasan seksual.

BEM Kema menekankan pentingnya bagi pihak Dekanat Fakultas Keperawatan untuk segera mengambil langkah-langkah preventif guna menciptakan ruang aman yang inklusif, termasuk pemberlakuan pembatasan interaksi akademik dan non-akademik terhadap pihak yang dilaporkan selama proses penanganan berlangsung.

3. Unpad segera terbitkan pernyataan resmi

ilustrasi gedung Unpad
ilustrasi gedung Unpad (dok. Universitas Padjajaran)

Terkait hal ini, Kepala Kantor Komunikasi Publik Unpad, Dandi Supriadi menuturkan bahwa pihak kampus masih melakukan pembicaraan mengenai hal tersebut. Dandi memastikan dalam waktu dekat akan ada informasi mengenai dugaan pelecehan tersebut.

"Kami masih membicarakan bersama pimpinan rencananya nanti malam," singkatnya.

Share
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More