Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
Install
For
You

Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan

Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan
Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno
Intinya Sih
  • Ratusan mahasiswa ITB menggelar aksi di depan kampus menuntut perbaikan tata kelola pemerintahan Prabowo-Gibran yang dinilai menyebabkan kondisi ekonomi nasional memburuk.
  • Mahasiswa menyoroti kebijakan pemerintah yang belum memprioritaskan sektor strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi serta dampak pelemahan rupiah terhadap kesejahteraan masyarakat.
  • Dalam aksinya, KM ITB menyampaikan empat tuntutan utama: penguatan tata kelola fiskal, dukungan industrialisasi berbasis riset, evaluasi program pemerintah, dan penyusunan kebijakan berbasis kajian matang.
Disclaimer: This was created using Artificial Intelligence (AI)
Share Article

Bandung, IDN Times - Ratusan mahasiswa dari KM ITB melakukan aksi di depan kampus untuk menuntut perbaikan kinerja dari pemerintahan Prabowo-Gibran. Para mahasiswa menilai bahwa kondisi perekonomian sekarang memprihatinkan karena tata kelola yang tidak baik.

Ketua KM ITB Nahdah Nabillah HR menilai kondisi ekonomi nasional saat ini menunjukkan sejumlah persoalan mendasar yang berakar pada tata kelola pemerintahan. Mereka pun menyampaikan empat tuntutan kepada pemerintah agar segera melakukan pembenahan.

"Kami turut prihatin terhadap carut-marut kondisi bangsa saat ini. Dari penilaian kami, akar masalahnya terletak pada tata kelola pemerintahan yang buruk," kata dia usai melakukan orasi, Rabu (17/6/2026).

1. Kebijakan pemerintah belum menyentuh sektor strategis

IMG_20260617_125942.jpg
Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Nahdah mengatakan, pemerintah dinilai belum memprioritaskan sektor-sektor strategis yang menjadi fondasi pembangunan jangka panjang. Beberapa di antaranya adalah pendidikan, kesehatan, dan industrialisasi.

Menurut dia, alokasi anggaran negara seharusnya lebih diarahkan pada penguatan sektor-sektor tersebut agar mampu meningkatkan daya saing nasional.

"Berbagai kebijakan yang ada menurut kami belum memprioritaskan hal-hal strategis seperti pendidikan, kesehatan, dan yang tidak kalah penting adalah industrialisasi," ujarnya.

2. Pelemahan rupiah berdampak pada kondisi sosial masyarakat

IMG_20260617_114811.jpg
Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno

KM ITB juga menyoroti pelemahan nilai tukar rupiah yang dinilai berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat. Kondisi tersebut disebut berpengaruh pada kemampuan pemerintah dalam memberikan subsidi, termasuk subsidi bahan bakar minyak (BBM).

Menurut Nahdah, tekanan ekonomi yang terjadi saat ini tidak bisa dilepaskan dari lemahnya fondasi industri nasional. Indonesia dinilai masih terlalu bergantung pada sektor ekstraktif sebagai sumber pendapatan.

"Kami menilai kondisi Indonesia saat ini belum kuat dalam hal industrialisasi. Jika melihat arah pembangunan ekonomi, sumber pendapatan negara masih banyak bergantung pada ekspor sektor-sektor ekstraktif," katanya.

Ia menambahkan, ketergantungan terhadap sektor tersebut membuat perekonomian nasional rentan terhadap gejolak global dan berdampak pada kesejahteraan masyarakat.

3. Mahasiswa sampaikan empat tuntutan kepada pemerintah

IMG_20260617_121339.jpg
Ratusan Mahasiswa ITB Gelar Aksi, Sampaikan Empat Tuntutan. IDN Times/Debbie Sutrisno

Dalam aksi tersebut, mahasiswa menyampaikan sejumlah langkah yang dinilai perlu segera dilakukan pemerintah. Pertama, memperkuat tanggung jawab fiskal melalui tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan membuka ruang partisipasi publik secara substantif.

Kedua, menghadirkan kebijakan strategis yang mendukung industrialisasi berbasis riset dan manufaktur agar Indonesia memiliki nilai tambah ekonomi yang lebih besar.

Ketiga, melakukan evaluasi internal terhadap berbagai program pemerintah sekaligus memperbaiki sistem komunikasi publik agar kebijakan yang diambil dapat dipahami masyarakat.

Keempat, memastikan setiap program strategis disusun berdasarkan kajian dan riset yang matang. Sebab, menurut KM ITB, sejumlah program yang berjalan saat ini terkesan dilaksanakan secara terburu-buru dan belum sepenuhnya mengedepankan prinsip good governance.

"Dari sisi tata kelola program, menurut kami pelaksanaannya terkesan terlalu terburu-buru sehingga tidak didahului riset yang memadai dan tidak sepenuhnya mengedepankan prinsip good governance. Karena itu, kami melihat dampaknya muncul seperti yang terjadi saat ini," kata Nahdah.

Share Article
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha

Latest News Jawa Barat

See More