Kasus Bayi Nyaris Tertukar di RSHS Berlanjut, Suster Dilaporkan ke Polisi

- Nina Saleha resmi melaporkan suster berinisial N ke Polda Jabar atas dugaan pelanggaran Pasal 450 dan 452 KUHP terkait kasus bayi nyaris tertukar di RSHS Bandung.
- Melalui kuasa hukumnya, Nina sebelumnya telah melayangkan somasi kepada pihak RSHS namun tidak mendapat tanggapan hingga batas waktu yang ditentukan.
- Nina berharap polisi menuntaskan penyelidikan, termasuk memeriksa rekaman CCTV dan semua pihak terkait, setelah kecewa dengan respons serta pelayanan rumah sakit.
Bandung, IDN Times - Nina Saleha, Ibu yang nyaris kehilangan bayinya karena diduga tertukar di RS Hasan Sadikin (RSHS) Bandung, melaporkan suster berinisial N ke Polda Jabar. N merupakan suster yang menyerahkan bayi Nina ke orang tak dikenal. Laporan sudah teregister dengan nomor LP/B/684/4/2026/SPKT POLDA JABAR.
"Ibu Nina Saleha berniat untuk membuatkan LP terlapornya suster N," kata Kuasa Hukum Nina, Mira Widyawati, di Polda Jabar pada Jumat (17/4/2026).
N dilaporkan melanggar Pasal 450 dan Pasal 452 KUHP yang mengatur tentang tindak pidana penculikan. Hal itu didasarkan hasil konsultasi yang dilakukan oleh korban dengan Direktorat PPA-PPO Polda Jabar.
"Barusan kita komunikasi konsultasi dulu dengan di sini, Direktorat PPA-PPO Polda Jabar dan direkomendasikan untuk langsung membuat laporan polisi," kata Mira.
1. Kasus ini jangan sampai tenggelam

Sementara itu, Nina berharap kasus yang menimpanya dapat diselidiki hingga tuntas oleh polisi. Dia meminta agar rekaman kamera pengawas di rumah sakit bisa diperlihatkan dan orang-orang yang terlibat segera dimintai keterangan.
"Saya mah pengen semuanya orang-orang yang kemarin saya bilang suster, satpam, coba hadirkan dan lihat itu CCTV. Itu aja. Lihat kebenarannya," ujar dia.
2. Sudah layangkan somasi

Beberapa hari lalu Nina melalui kuasa hukumnya melayangkan somasi kepada RSHS Bandung pada Senin (13/4). Namun, hingga tenggat waktu yang ditentukan, pihak rumah sakit tak kunjung merespons surat somasi tersebut.
Nina bercerita peristiwa dirinya nyaris kehilangan bayi itu terjadi pada Rabu (8/4). Ketika itu, anaknya yang baru saja dilahirkan hendak pulang usai dimandikan dan dipakaikan baju. Namun, hingga jadwal yang sudah ditentukan, Nina tak kunjung dipanggil oleh pihak rumah sakit untuk membawa anaknya pulang.
Selama menunggu di ruang tunggu, Nina berkenalan dengan seorang wanita yang juga hendak membawa anaknya pulang. Namun, berbeda dengan Nina, wanita itu diminta menunggu lebih lama oleh pihak rumah sakit karena ada masalah pada bagian paru-paru anaknya.
Setelah berbincang singkat dengan wanita itu, Nina memutuskan untuk ke lantai bawah rumah sakit untuk mencari makan karena belum ada juga panggilan dari pihak rumah sakit untuk membawa anaknya.
Namun, tak lama berada di lantai bawah, Nina memutuskan kembali ruang tunggu karena firasatnya tak enak. Benar saja, setibanya di sana, dia mendapati anaknya sudah digendong oleh wanita yang sempat berbincang dengannya di ruang tunggu dan hendak membawa anaknya ke luar area rumah sakit. Dia pun langsung menegur wanita itu.
3. Kecewa dengan pelayanan RSHS

Wanita itu mengaku menerima anaknya dari seorang suster. Ketika dicek, gelang yang jadi pertanda anaknya sudah digunting oleh suster itu. Dia sempat bertanya alasan suster itu menggunting gelang anaknya dan menitipkan anaknya ke orang lain tapi tak mendapat jawaban yang memuaskan.
Setelah ramai dibahas di media sosial, Nina mengaku sudah dihubungi pihak RSHS Bandung. Namun, pihak rumah sakit baru menyampaikan permintaan maaf saja.

















