Bandung, IDN Times - Kementerian Haji dan Umrah (Kemenhaj) Jawa Barat turut menyiapkan skenario terburuk untuk keberangkatan jemaah haji pada tahun 2026. Hal ini dilakukan karena eskalasi konflik di Timur Tengah antara Amerika Serikat-Israel dengan Iran yang masih terjadi.
Kepala Kanwil Kementerian Haji dan Umrah Jawa Barat, Boy Hari Novian mengatakan, sampai saat ini pemerintah tidak hanya fokus pada kesiapan teknis, tetapi juga skenario darurat jika kondisi kawasan memburuk.
Menurutnya, jemaah akan tetap diberangkatkan secara normal meskipun eskalasi Konflik di Timur Tengah memanas melalui rute lainnya. Namun, harus tetap menunggu keputusan dari Arab Saudi.
"Arab Saudi tetap membuka atau tetap melaksanakan operasional haji di tahun 2026, maka Pemerintah Indonesia mengirimkan jemaah dengan meminta agar maskapai memilih rute yang aman bagi keselamatan penumpang,” ujar Boy, Selasa (31/3/2026).
