Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Haji 2026: Jemaah Majalengka Siap Terbang dari Kertajati

Inin Nastain/ Calhaj Majalengka kenakan kain ihrom
Inin Nastain/ Calhaj Majalengka kenakan kain ihrom
Intinya sih...
  • Pelayanan jemaah lansia tetap jadi perhatian utama
  • Persyaratan calhaj sudah selesai
  • BIJB Kertajati semakin strategis sebagai bandara haji di Jabar
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Majalengka, IDN Times- Kuota haji Kabupaten Majalengka pada 2026 mengalami penurunan cukup signifikan dibanding tahun sebelumnya. Kebijakan penetapan kuota yang kini ditentukan di tingkat provinsi menjadi faktor utama berkurangnya jumlah jemaah asal daerah ini.

Pada 2025, Kabupaten Majalengka memperoleh kuota haji sebanyak 1.184 jemaah. Namun pada 2026, jumlah tersebut turun menjadi hanya 735 orang. Penurunan ini membuat daftar tunggu keberangkatan jemaah haji di Majalengka berpotensi semakin panjang.

Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Majalengka, Abu Mansyur, menjelaskan bahwa penurunan kuota terjadi karena perubahan kebijakan penetapan kuota haji. Jika sebelumnya kuota dihitung per kabupaten/kota, kini pembagiannya dilakukan di tingkat provinsi, sehingga berdampak pada jatah masing-masing daerah.

Abu Mansyur menyebut, kuota keberangkatan haji 2026 Kabupaten Majalengka hanya sebanyak 735 jemaah . “Yang masuk di kuota 2026 sebanyak 735 orang. Kalau dibanding tahun lalu, turun,” ujarnya.

1. Pelayanan jemaah lansia tetap jadi perhatian utama

ilustrasi kuota (dok. Gadget Hacks)
ilustrasi kuota (dok. Gadget Hacks)

Di tengah keterbatasan kuota, aspek kualitas layanan tetap menjadi fokus penyelenggara haji. Mansyur menuturkan, calon jemaah haji dari kalangan lanjut usia tetap mendapatkan perhatian khusus melalui mekanisme istithaah.

Skema istithaah mencakup beberapa kategori, mulai dari istithaah mandiri, pendampingan obat, hingga pendampingan orang bagi jemaah lansia yang membutuhkan bantuan selama pelaksanaan ibadah.

“Untuk jemaah lansia yang membutuhkan pendampingan orang, mereka bisa mengajukan pendamping dari keluarganya sendiri,” jelasnya.

Mekanisme ini menjadi bagian dari upaya memastikan jemaah lansia tetap dapat menjalankan ibadah haji secara aman, tertib, dan sesuai dengan kondisi kesehatan masing-masing. Pendekatan berbasis istithaah juga dinilai penting untuk meminimalkan risiko selama pelaksanaan ibadah di Tanah Suci.

2. Persyaratan calhaj sudah selesai

ilustrasi paspor
ilustrasi paspor (unsplash.com/Nicole Geri)

Hingga Februari 2026, Kepala Kantor Kementerian Haji dan Umrah Majalengka, Abu Mansyur, memastikan seluruh persyaratan calon jemaah haji telah diselesaikan. Hal yang sama juga berlaku untuk kewajiban pelunasan biaya haji.

“Alhamdulillah tidak ada kendala. Sampai hari ini semua dokumen dan berkas sudah tuntas. Untuk pelunasan, itu sudah selesai sejak sebulan lalu,” ujar Mansyur.

Terkait pelayanan bagi calon jemaah haji lansia, Mansyur menjelaskan bahwa penanganannya melibatkan sejumlah instansi lain. Meski demikian, jemaah lansia tetap akan mendapatkan layanan khusus sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Ia menyebut, pelayanan tersebut mengacu pada skema istithaah yang mencakup beberapa kategori, mulai dari istithaah mandiri, pendampingan obat, hingga pendampingan orang.

“Untuk istithaah pendampingan orang, jemaah lansia bisa mengajukan pendamping dari keluarganya sendiri,” jelasnya.

Pendekatan ini diharapkan dapat memastikan jemaah lansia tetap dapat menjalankan ibadah haji dengan aman dan sesuai kondisi kesehatan masing-masing.

3. BIJB Kertajati semakin strategis sebagai bandara haji di Jabar

IMG_20250613_160406.jpg
Pintu masuk BIJB Kertajati Majalengka (Inin Nastain/IDN Times)

Peran BIJB Kertajati pada musim haji 2026 semakin menguat seiring peningkatan jumlah kelompok terbang yang dilayani. Jika pada musim haji sebelumnya bandara ini melayani 28 kloter, tahun ini jumlahnya meningkat menjadi 40 kloter.

Seluruh calon jemaah haji asal Majalengka akan diberangkatkan melalui BIJB Kertajati bersama jemaah dari wilayah Ciayumajakuning—Cirebon, Indramayu, Majalengka, dan Kuningan—serta sebagian wilayah Bandung.

EGM BIJB Kertajati, Nuril Huda, menyebut penambahan kloter tersebut merupakan hasil koordinasi dengan Kementerian Haji dan Umrah. “Alhamdulillah 2026 kami mendapatkan 40 kloter. Itu melayani wilayah Ciayumajakuning dan sebagian Bandung,” ujarnya.

Dengan pembagian kloter yang lebih merata antara BIJB Kertajati dan Bandara Soekarno-Hatta Cengkareng, BIJB semakin menegaskan posisinya sebagai infrastruktur strategis dalam penyelenggaraan ibadah haji Jawa Barat. Keberadaan bandara ini tidak hanya mempermudah akses jemaah dari wilayah timur Jabar, tetapi juga memperkuat pemerataan layanan transportasi udara haji di tingkat provinsi.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Yogi Pasha
EditorYogi Pasha
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

SMAN 13 Bandung Terancam Diekseskusi, DPRD Jabar: Pemprov Kecolongan

11 Feb 2026, 16:56 WIBNews