Baca artikel IDN Times lainnya di IDN App
For
You

Pelajari Keluhan Penumpang, Shuttle Travl Ramaikan Rute Jakarta–Bandung

Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)
Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)
Intinya sih...
  • Keluhan penumpang memunculkan konsep shuttle luxury terjangkau
  • Kenyamanan dan keamanan menjadi fondasi layanan Travl
  • Ekspansi titik shuttle dan kolaborasi jadi langkah berikutnya
Disclaimer: This summary was created using Artificial Intelligence (AI)

Bandung, IDN Times – Rute Jakarta–Bandung sejak lama dikenal sebagai jalur sibuk dengan mobilitas tinggi. Beragam pilihan transportasi tersedia, mulai dari kereta, bus, hingga shuttle, namun keluhan soal akses, kenyamanan, dan fleksibilitas masih kerap terdengar dari para pengguna.

Kehadiran kereta cepat Whoosh memang memangkas waktu tempuh antarkota, tetapi tidak sepenuhnya menjawab kebutuhan perjalanan dari pusat kota ke pusat kota. Banyak penumpang masih membutuhkan moda lanjutan untuk mencapai tujuan akhir mereka di Jakarta maupun Bandung.

Kondisi inilah yang kemudian dibaca sebagai peluang oleh Travl. Layanan shuttle ini resmi diperkenalkan pada 22 Desember 2025 dengan membawa konsep berbeda, yakni shuttle premium yang tetap terjangkau bagi penumpang.

Berangkat dari keluhan perjalanan yang sering dialami masyarakat, Travl mencoba menawarkan solusi lewat kombinasi harga kompetitif, kenyamanan armada, serta titik jemput yang mudah dijangkau. Dalam waktu singkat, layanan ini mulai menarik perhatian pasar Jakarta–Bandung.

1. Dari keluhan penumpang lahir konsep shuttle luxury terjangkau

Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)
Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)

Travl memulai langkahnya dengan memahami masalah yang kerap dialami pengguna shuttle, mulai dari ruang duduk sempit hingga harga yang dinilai kurang sepadan dengan fasilitas. Dari sana, perusahaan merumuskan konsep shuttle luxury yang affordable.

Business Development Manager Travl, Filipus Christian W., mengatakan konsep tersebut dirancang agar shuttle bisa digunakan secara rutin, bukan hanya sesekali.

“Kami melihat banyak keluhan soal kenyamanan dan harga. Dari situ, Travl ingin hadir sebagai shuttle luxury yang affordable, sehingga penumpang tetap nyaman tanpa terbebani ongkos mahal,” ujarnya.

Saat ini, Travl mematok harga Rp130.000 per perjalanan Jakarta–Bandung. Dengan tarif tersebut, penumpang mendapatkan armada Toyota Hiace Premio berkonfigurasi delapan kursi yang menawarkan jarak duduk lebih lega untuk perjalanan jarak menengah.

Lebih daripada itu, Filipus juga mengutarakan bahwa Travl memiliki rencana untuk membenahi toilet bagi penumpang. Bukan hanya toilet yang terletak di shuttle point mereka, melainkan juga toilet yang terdapat di rest area dengan menyediakan toilet khusus penumpang Travl.

Di sisi lain, Travl juga menyesuaikan layanan dengan momentum tertentu. Selama bulan Ramadan, penumpang mendapatkan camilan gratis pada jam berbuka puasa, sebagai bentuk perhatian terhadap pengalaman perjalanan.

2. Kenyamanan dan keamanan jadi fondasi layanan Travl

Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)
Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)

Selain kenyamanan, aspek keamanan menjadi perhatian utama dalam operasional Travl. Seluruh armada dilengkapi GPS dan sistem pembatas kecepatan untuk memastikan perjalanan berlangsung aman dan sesuai standar.

Filipus menegaskan, perawatan armada dilakukan secara rutin untuk meminimalkan risiko di perjalanan.

“Kami memastikan unit diperiksa secara berkala. Keselamatan penumpang adalah prioritas, sehingga setiap armada harus benar-benar siap sebelum beroperasi,” katanya.

Saat ini, Travl mengoperasikan 33 unit Hiace Premio dan menargetkan ekspansi armada hingga 100 unit pada akhir 2026. Penambahan ini disiapkan untuk mengimbangi pertumbuhan penumpang yang terus meningkat.

Data perusahaan mencatat, sejak diperkenalkan hingga awal 2026, Travl telah melayani sekitar 3.900 penumpang. Puncak permintaan terjadi pada Jumat hingga Senin, sementara hari lainnya diisi oleh segmen mahasiswa dan penumpang yang bepergian untuk keperluan rekreasi.

3. Ekspansi titik shuttle dan kolaborasi jadi langkah berikutnya

Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)
Shuttle Jakarta–Bandung Makin Padat, Travl Masuk dengan Strategi Berbeda (Dok. IDN Times)

Head of Unit Business Travl, Syukron F. Kautsar, mengatakan pengembangan layanan tidak berhenti pada armada. Setelah Lebaran 2026, Travl berencana menambah satu shuttle point di Bandung dan tiga titik baru di Jakarta.

Untuk Bandung, lokasi shuttle point akan ditempatkan di area strategis yang dinilai mampu merepresentasikan identitas merek.

“Kami ingin titik keberangkatan di Bandung berada di lokasi yang strategis dan bisa menjadi representasi brand Travl, bukan sekadar tempat naik turun penumpang,” ujar Syukron.

Dalam lima tahun pertama, Travl akan fokus mengembangkan rute-rute di Jawa Barat, termasuk memperbanyak shuttle point di Jakarta dan Bandung. Strategi ini dinilai penting untuk memperkuat basis pasar sebelum ekspansi ke wilayah lain.

Selain ekspansi internal, Travl juga membuka kolaborasi dengan berbagai pihak, mulai dari hotel, penyelenggara event, hingga destinasi wisata. Dengan target 60 ribu penumpang hingga akhir 2026, Travl optimistis pendekatan berbasis kebutuhan penumpang dapat membuatnya bertahan di tengah padatnya rute Jakarta–Bandung.

Share
Editor’s Picks
Topics
Editorial Team
Galih Persiana
EditorGalih Persiana
Follow Us

Latest News Jawa Barat

See More

Prediksi Cuaca Bandung dan Sekitarnya, Rabu 11 Februari 2026

10 Feb 2026, 23:40 WIBNews