- Fullsheet isi 18 keping seharga Rp180.000
- Souvenir sheet seharga Rp40.000
- Kemasan prisma seharga Rp85.000
- Sampul Hari Pertama (SHP) seharga Rp33.000
Pos Indonesia Terbitkan Prangko Imlek Tahun Kuda 2577

- Tahun Kuda dipilih sebagai tema prangko Imlek 2577 karena simbol optimisme dan inovasi yang relevan dengan dinamika sosial saat ini.
- Prangko Imlek Tahun Kuda 2577 tersedia dalam berbagai bentuk dan cetakan terbatas, dengan harga mulai dari Rp10.000 hingga Rp180.000.
- Peluncuran prangko edisi Imlek Tahun Kuda disambut antusias oleh para kolektor, sejalan dengan tren global di berbagai negara.
Bandung, IDN Times – Menyambut Tahun Baru Imlek 2577, PT Pos Indonesia kembali menghadirkan prangko edisi khusus bertema shio. Kali ini, Tahun Kuda menjadi inspirasi utama dalam seri prangko Imlek yang resmi beredar mulai 10 Februari 2026.
Prangko ini menjadi edisi ketiga yang dirilis Pos Indonesia untuk menyambut Imlek, setelah sebelumnya menghadirkan seri Naga Kayu 2575 dan Ular 2576. Berikut fakta menarik seputar prangko Imlek Tahun Kuda 2577.
1. Tahun Kuda dimaknai sebagai simbol optimisme dan inovasi

Manajer Konsinyasi dan Filateli Pos Indonesia, Ria Marantika, menjelaskan shio Kuda dipilih karena merepresentasikan nilai-nilai positif yang relevan dengan dinamika sosial saat ini.
“Karakter Tahun Kuda identik dengan optimisme, kemandirian, dan jiwa petualang. Tahun ini diharapkan mendorong masyarakat untuk terus bergerak, beradaptasi dengan perubahan zaman, dan membangun harapan baru,” ujar Ria, Selasa (10/2/2026).
Menurutnya, semangat tersebut diterjemahkan Pos Indonesia dalam bentuk prangko edisi khusus sebagai medium budaya sekaligus refleksi nilai kebersamaan dan pantang menyerah.
2. Tersedia beragam bentuk, cetakan terbatas

Prangko Imlek Tahun Kuda 2577 diterbitkan dengan denominasi Rp10.000 dan tersedia dalam beberapa pilihan kemasan. Masyarakat dapat membelinya dalam bentuk:
Untuk jumlah cetakan, Pos Indonesia memproduksi:
- 4.000 fullsheet
- 6.000 souvenir sheet
- 1.500 kemasan prisma
- 750 sampul hari pertama
Ria menyebut, prangko edisi ini juga diharapkan menjadi sarana edukasi bagi anak-anak serta upaya menjaga warisan sejarah dan budaya melalui filateli.
3. Disambut antusias kolektor, sejalan dengan tren global

Peluncuran prangko edisi Imlek ini disambut antusias oleh para kolektor. Tika, salah seorang filatelis yang telah mengoleksi prangko sejak 2012, mengaku tak ingin melewatkan edisi Tahun Kuda.
“Dari dulu saya sudah koleksi. Kebetulan shio kuda, gambarnya juga bagus, jadi pasti saya beli,” ujarnya.
Tak hanya Indonesia, sejumlah negara juga merilis prangko edisi khusus Imlek Tahun Kuda dalam sebulan terakhir, seperti Singapura, Hong Kong, Australia, Prancis, Amerika Serikat, China, hingga United Nations Postal Administration, menandakan tradisi filateli Imlek masih hidup di tingkat global.


















